<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063</id><updated>2011-12-26T16:31:00.318-08:00</updated><category term='kritikan'/><category term='syariah wal hayah'/><category term='metode fatwa'/><category term='resensi buku'/><category term='pemikiran'/><category term='fatwa'/><category term='berita qardhawi'/><category term='khutbah ceramah'/><category term='biografi'/><title type='text'>INFO QARDHAWI</title><subtitle type='html'>update fatwa dan berita qardhawi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>38</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-2541177692905520524</id><published>2011-11-24T07:11:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T07:11:33.658-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Syeikh Qardhawi Kritik Dewan Militer Mesir</title><content type='html'>Dalam khutbah shalat Jumat di ibukota Doha Qatar, Syaikh Yusuf  Al-Qardhawi menyoroti pentingnya pemilihan presiden segera setelah  pemilu parlemen di Mesir, menambahkan bahwa dewan militer seharusnya  tidak memperpanjang masa transisi.&lt;br /&gt;Syaikh Qardhawi menegaskan dalam khutbahnya bahwa tak seorang pun  memiliki hak untuk berkuasa penuh terhadap rakyat Mesir, bahkan dewan  militer, menambahkan bahwa seharusnya tidak ada prinsip  supra-konstitusional dan parlemen harusnya memiliki hak untuk mengatur  konstitusi, dan semua orang harus mematuhi apa yang parlemen putuskan.&lt;br /&gt;Dalam khutbahnya Syaikh Qardhawi menyerukan demonstrasi rakyat Mesir  di Tahrir Square, menggambarkan Tahrir Square sebagai tempat di mana  rakyat Mesir pergi untuk membuat suara mereka didengar.(fq/alahram)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/syaikh-qardhawi-kritik-dewan-militer-mesir-selama-khutbah-jumat-di-qatar.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/berita/dunia/syaikh-qardhawi-kritik-dewan-militer-mesir-selama-khutbah-jumat-di-qatar.htm &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-2541177692905520524?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/2541177692905520524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2011/11/syeikh-qardhawi-kritik-dewan-militer.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/2541177692905520524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/2541177692905520524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2011/11/syeikh-qardhawi-kritik-dewan-militer.html' title='Syeikh Qardhawi Kritik Dewan Militer Mesir'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-8205557201243559193</id><published>2011-04-27T17:36:00.000-07:00</published><updated>2011-04-27T17:36:22.590-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Yusuf Qardawi Pimpin Tim "Penentuan Waktu Salat" ke Norwegia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/polar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/polar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Cendikiawan Muslim Yusuf  Al-Qaradawi akan menetap sementara di Norwegia. Ia bersama timnya akan  membantu menentukan waktu salat lima waktu bagi kaum Muslimin yang  tinggal di wilayah yang masuk dalam kawasan kutub. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kawasan kutub, waktu matahari terbit dan terbenam tidak seperti di  belahan dunia lainnya, padahal penentuan waktu salat didasarkan pada  posisi matahari. Karena berbagai faktor, seperti rotasi bumi, revolusi  bumi mengelilingi matahari, kemiringan sumbu bumi, posisi garis lintang  dan panjangnya waktu siang, menyebabkan waktu salat lima waktu selalu  berubah-ubah setiap harinya, tergantung pada lokasi tempat bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting bagi umat Islam--yang diwajibakan melaksanakan salat lima  waktu setiap harinya--untuk mengetahui kapan masuk waktu salat dan kapan  berakhirnya waktu salat. Penentuan waktu salat yang akurat juga penting  bagi mereka yang berpuasa untuk mengetahui dengan tepat kapan waktu  memulai puasa dan kapan saat berbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara-negara yang masuk kawasan kutub seperti Norwegia, Finlandia  dan Alaska, matahari berada di bawah garis horizon selama beberapa  bulan pada musim dingin, dan berada di atas garis horizon selama  beberapa bulan pada saat musim panas, yang menyebabkan adanya waktu  malam yang lebih panjang dan waktu siang yang lebih panjang. Oleh sebab  itu, penentuan waktu salat di kawasan khusus ini sangat penting.&lt;br /&gt;Sejak tahun 2009, ketika bulan Ramadan bertepatan dengan musim panas,  umat Islam yang tinggal di negara-negara yang bergaris lintang 45  derajat atau diatasnya, harus buka puasa, sahur dan salat tarawih,  semuanya dilakukan dalam rentang satu jam saja, bayangkan ! (ln/TZ)&lt;br /&gt;&lt;div class="height-10"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="height-10"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/yusuf-qardawi-pimpin-tim-penentuan-waktu-salat-ke-norwegia.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/berita/dunia/yusuf-qardawi-pimpin-tim-penentuan-waktu-salat-ke-norwegia.htm &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-8205557201243559193?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/8205557201243559193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2011/04/yusuf-qardawi-pimpin-tim-penentuan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/8205557201243559193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/8205557201243559193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2011/04/yusuf-qardawi-pimpin-tim-penentuan.html' title='Yusuf Qardawi Pimpin Tim &quot;Penentuan Waktu Salat&quot; ke Norwegia'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-9212452830292720588</id><published>2010-11-18T15:34:00.000-08:00</published><updated>2010-11-18T15:34:28.892-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi buku'/><title type='text'>Ringkasan Buku Fiqh Ikhtilaf Yusuf Qardhawi</title><content type='html'>&lt;b&gt;MUKADDIMAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wajar jika Islam menghadapi musuh dari luar, sesuai sunnatut tadaafu‘(sunnah pertarungan) antara ynag haq dan yang bathil. Sebagaimana ketetapan Allah pada surat Al Furqan 31 yang artinya,“Demikianlah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu dikhawatirkan adalah jika musuh itu datang dari dalam tubuh Islam sendiri, gerakan Islam yang satu dengan gerakan Islam lainnya. Perbedaan yang terlalu dibesarkan dan dipermasalahkan dan menimbulkan perpecahan. Oleh sebab itu kita sangat memerlukan kesadaran yang mendalam mengenai apa yang disebut Fiqhul Ikhtilaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia merupakan salah satu dari 5 fiqh;&lt;br /&gt;a. fiqhul maqashid(sasaran), membahas ttg sasaran syari’At dalam segal aspek kehidupan&lt;br /&gt;b. fiqhul aulawiyat, skala prioritas&lt;br /&gt;c. fiqhus sunnah, sunnah kauniaah dan ijtima’iah.&lt;br /&gt;d. Fiqhul muwazanah bainal mushalih wal mafasid,, pertimbangan antara kemashalatan dan kemudharatan&lt;br /&gt;e. Fiqhul ikhtilaf, perbedaan pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam dan sebab ihtilaf atau perselisihan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Faktor akhlaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantaranya antara lain karena:&lt;br /&gt;- membanggakan diri dan kagum pendapat sendiri&lt;br /&gt;– buruk sangka dan mudah menuduh orang tanpa bukti&lt;br /&gt;– egoisme dan mengikuti hawa nafsu&lt;br /&gt;– fanatik kepada pendapat orang, mazhab atau golongan&lt;br /&gt;– fanatik kepada negeri, daerah, partai, jama’ah atau pemimpin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemuanya ini akhlaq yang tercela dan hal yang mencelakakan. Kita wajib menghindari sifat-sifat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Faktor Pemikiran&lt;br /&gt;Timbul karena perbedaan sudut pandang mengenai suatu masalah.&lt;br /&gt;- masalah ilmiah, perbedaan menyangkut cabang syari’At dan beberaa maslah aqidah yang tidak menyentuh prinsip-prinsip pasti&lt;br /&gt;- masalah alamiah, perbedaan mengenai sikap politik dan pengabilan keputusan atas berbagai masalah&lt;br /&gt;- masalah politk, perbedaan yang bersifat politis dan fiqhi&lt;br /&gt;- Ikhtilaf fikriah, perbedaan pandangan mengenai penilaian terhadap sebagian ilmu pengetahuan atau mengenai penilaian terhadap sebagian peristiwa sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan yang terbesar umumnya adalah mengenai fiqhi dan aqidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BAGIAN PERTAMA&lt;br /&gt;PERSATUAN ADALAH KEWAJIBAN, PERPECAHAN ADALAH DOSA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;I. PERSATUAN ADALAH SUATU KEWAJIBAN ISLAM&lt;br /&gt;Sasaran kerja para da’i dan aktivitas Islam adalah persatuan, ta’liful qulub, kerapihan dan kekokohan barisan. Kita harus menjauhi perselisihan dan perpecahan serta menghindari segal hal yang dapat memecahbelah jama’ah. Perselisihan akan menimbulkan kerusakan pada hubungan baik sesama saudara dan melemahkan agama, ummat dan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AL Qur’an Surat Ali Imran 100 – 107 merupakan ajakan serius kepada persatuan pandangan hidup dan kesatuan barisan Muslim diatas landasan Islam. Ayat-ayat tersebut mengandung:&lt;br /&gt;a. peringatan agar berhati-hati terhadap intrik-intrik orang-orang di luar Islam&lt;br /&gt;b. mengungkapkan bahwa perstauan merupakan buah keimanan dan perpecahan adalah buah kekafiran.&lt;br /&gt;c. Berpegang teguh pada tali Allah, dari semua pihak merupakan asaaas persatuan dan kesatuan kaum Muslimin. Tali Allah adalah Islam dan Al Qur’an.&lt;br /&gt;d. Mengingatkan bahwa ukhuwah imaniyah, setelah beraneka permusuhan dan peperangan Jahiliah, merupakan nikmat terbesar sesuah nikmat iman.&lt;br /&gt;e. Tidak ada sesuatu yang dapat mempersatukan ummat kecuali jika ummat memiliki sasaran besar dan risalah yang diperjuangkan.. Dan tidak ada sasaran yang lebih besar selain dakawah kepada kebaikan yang dibawa oleh Islam&lt;br /&gt;f. Sejarah telah mencatat bahwa orang-orang sebelum kita telah berpecah-belah dan berselisih dalam masalah agama, kemudian mereka binasa, walaupun mereka telah mendapatkan penjelasan dan pengetahuan dari Allah sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Qur’an dijelaskan mengenai ukhuwah (Al Hujurat 10) dan sejumlah adab dan akhlak utama (AL Hujurat 11 – 12). Juga sangat mengecam perpecahan (AL An’am 65, Al An’am 159, Asy Syura 13)&lt;br /&gt;Dalam As sunnah juga banyak sekali menyinggung masalah ini. As sunnah mengajak kepada kehidupan jama’ah, persatuan, mengecam tindakan nyeleneh dan perpecahaan, mengajak kepada ukhuwah dan mahabbah. As sunnah mencela permusuhan dan perselisihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penyakit ummat sebelum kamu telah menjangkit kepada kalian; kedengkian dan permusuhan. Permusuhan adalah pencukup, Aku tidak mengatakan mencukur rambut tetapi pencukur agama. Demi Dzat yang diriku berada di tengahtengahNya, kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman dan kalian tidak beriman sampai kalian saling mencintai."(HR Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ISLAM MEMBENCI PERPECAHAN&lt;/b&gt;Islam sangat membenci perpecahan dan perselisihan sampai Rasulullah SAW memerintahkan kepada orang yang sedang membaca Al Qur’an agar menghentikan bacaanya jika bacaannya itu akan mengakibatkan perpecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bacalah AL Qur’an selama bacaan itu dapat menyatukan hati kalian, tetapi jika kalian berselisih makan hentikanlah bacaan itu." (HR Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati keutamaan membaca Al Qur’an sangat besaar,namun Nabi SAW tidak mengizinkan membacanya jika bacaan itu membawa kepada perselisihan dan pertentangan. Jika perselisihan mengangkut pemahaman makna maka harus dibaca dengan berpegang teguh kepada pemahaman dan pengertian yang akan menumbuhkan kesatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terjadi perselisihan atau timbul suatu keraguaan maka hendaklah bacaan itu ditinggalkan dan berpegang teeguh pada yang Muhkam yang akan membawa persatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MENGAPA HARUS MENJAGA PERSATUAN DAN KESATUAN?&lt;/b&gt;Manfaat dan pengaruh positifnya sangat banyak, antara lain:&lt;br /&gt;1. memperkuat orang-orang yang lemah dan menambah kekuatan bagi yang sudah kuat.&lt;br /&gt;2. Merupakan benteng pertahanan dari ancaman kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;II. PERPECAHAN UMMAT BUKAN SUATU KELAZIMAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berpendapat bahwa perpecahan adalah lazim (umum, dianggap biasa dan merupakan ketetapan yang telah ditetapkan Allah, dengan alasan:&lt;br /&gt;1. Adanya sejumlah hadits yang mengabarkan bahwa Allah menimpakan keganasan sebagian Ummat kepada sebagian yang lain&lt;br /&gt;"Aku meminta kepada Allah tiga hal lalu Dia memberiku dua hal dan menolak yang satu. Aku meminta kepada Allah agar membinasakan ummatku dengan bencana kelaparan lalu Dia mengabulkannya. Aku meminta-Nya agar tidak membinasakan Ummatku dengan bencana banjir lalu Dia mengabulkannya. Dan aku meminta-Nya agar tidak menimpakan keganasan sebagian ummatku kepada sebagian yang lain tetapi Dia menolak permintaanku ini." HR Muslim, Dan hadits-hadits lainnya yang serupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits itu dan juga hadits lainnya yang semakna menunjukkan bahwa Allah menjamin 2 hal bagi umat Nabi-Nya, yaitu:&lt;br /&gt;a. Allah tidak akan membinasakan Ummat Nabi SAW dengan bencana yang pernah ditimpakan kepada ummat-ummat terdahulu&lt;br /&gt;b. Allah tidak akan menguasakan musuh atas mereka sampai kepada batas menindas dan melenyapkan eksistensi mereka sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan Nabi SAW agar Allah tidak menimpakan perpecahan kepada ummat ini ditolak. Artinya persoalan tsb diserahkan kepada sunnah kauniyah, sunnah ijtima’iah dan hukum sebab akibat lainnya. Dalam hal ini ummat ini berkuasa penuh atas dirinya. Allah tidak memaksakan sesuatu kepadanya dan tidak pula memberi kekhususan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tergantung dari ummat itu sendiri apakah menyambut perintah Rabbnya, perintah Nabinya, menyatukan kalimat, merapikan barisan dan berhasil merebut kemenangan atas musuh Allah. Atau berpecah belah dan dikuasai musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits tersebut tidak mengisyaratkan bahwa perpecahan adalah lazim, karena banyak justru ayat-ayat Al Qur’an yang melarang mengecam perpecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hadits tentang perpecahan Ummat menjadi 73 golongan&lt;br /&gt;Hadits ini tidak termasuk dalam Bukhari dan Muslim, yang berarti hadits ini tidak shahih menurut salah satu syarat dari keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian riwayat lain tdak menyebutkan tambahan ,“Semua golongan akan masuk neraka kecuali satu.“. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, AL Hakim, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban. Akan tetapi perawinya Muhammad bin Amer, dinilai sebagai orang yang jujur tapi banyak kelemahannya&lt;br /&gt;Sedang hadits yang dengan tambahan, diriwayatkan oleh Abdullah bin Amer, Mu’awiyah, Auf bin Malik dan Anas ra. Tapi semuanya bersanad lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits tersebut dengan tambahannya dapat menimbulkan perpecahan dan menyesatkan dan saling mengkafirkan kalangan ummat Islam. Oleh karena itu beberapa ulama menolak hadits tersebut baik dari segi sanad maupun makna.&lt;br /&gt;Abu Muhammad Ibnu Hazm mengatakan bahwa tambahan ini adalah palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BAGIAN KEDUA&lt;br /&gt;LANDASAN PEMIKIRAN BAGI FIQHUL IKHTILAF&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;I. PERBEDAAN MASALAH FURU‘: KEMESTIAN; RAHMAT DAN KELELUASAAN&lt;br /&gt;Upaya penyatuan adalah suatu hal yang tidak mungkin, malahan akan mempeluas perbedaan itu sendiri dan perselisihan. Upaya-upaya seperti itu hanya menunjukkan kedunguan. Perbedaan merupakan suatu kemestian dan tidak dapat dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara lain dapat disebabkan karena:&lt;br /&gt;a. tabi’at agama, adanya ayat-ayat mutasyabihat yang memang menuntut kita untuk berijtihad&lt;br /&gt;b. tabi’at bahasa, adanya pemahaman yang berbeda dari makna yang terkandung.&lt;br /&gt;c. tabi’at manusia, yang diciptakan berbeda-beda dan memiliki kepribadian, tabi’at, pemikiran sendiri-sendiri. Hal ini merupakan perbedaan macam atau variasi dan bukan merupakan perbedaan yang mengarah ke pertentangan&lt;br /&gt;d. tabi’at alam dan kehidupan; alam diciptakan bervariasi dan berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselisihan yang ditolerir: ketika seseorang melakukan amal perbuatan yang didasarkan pada hujjah atau pengetahuan orang sebagai dasar untuk melakukannya tanpa disertai permusuhan dan celaan kepada orang yang berbeda dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan yang tercela:&lt;br /&gt;- yang bermotif pembangkangan, kedengkian, dan mengikuti hawa nafsu.&lt;br /&gt;- yang mengakibatkan perpecahan dan permusuhan ummat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. MENGIKUTI MANHAJ PERTENGAHAN DAN MENINGGALKAN SIKAP BERLEBIHAN DALAM AGAMA&lt;br /&gt;Mengikuti manhaj pertengahan yang mencerminkan tawazun atau keseimabngan dan keadilan, jauh dari sikap berlebihan atau mengurangi ajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Rasulullah SAW,“Binasalah orang-orang yang berlebihan“. Orang-orang ynag berlebihan ini menurut Imam Nawawi adalah orang yang ucapan dan perbuatan mereka terlalu dalam dan melampaui batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri lainnya adalah selalu memperbanyak pertanyaan yang hanya akan menghasilak kesusahan dan kesempitan. Prinsip umum dari shahabiyah ra adalah tashil/memudahkan dan musamahah/toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. MENGUTAMAKAN MUHKAMAT BUKAN MUTASYABIHAT&lt;br /&gt;Berdasarkan surat Ali Imran 7. Apabila ayat-ayat muhkamat ditinggalkan makan terbukalah pintu erdebatan dan perbantahan. Rasulullah SAW mengecam tindakn mempertentangkan satu ayat al Qur’an dan ayat lainnya dan tidka mengembalikan ayat mutasyabihat kepada ayat-ayat muhkamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan mempertentangkan satu ayat dengan ayata yang lin biasanya terjadi karena mengikuti ayat-ayat mutasyabihat yang bergam penunjukkannya dan nampak secara lahiriah saling bertentangan. Jika dikembalikan kepada ayat-ayat muhkamat niscaya pertentangan akan sirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. TIDAK MEMASTIKAN DAN MENOLAK DALAM MASALAH-MASALAH IJTIHADIAH&lt;br /&gt;Para ulama kita menegaskan tidak boleh ada penolakan dari seseorang kepada orang lain dalam masalah ijtihadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. MENELA’AH PERBEDAAN PENDAPAT PARA ULAMA&lt;br /&gt;Agar kita mengetahui beragamnya mazhab dan bervariasinya sumber pengambilan, juga sudut pandang dan dalil-dalil yang mendasarinya. Hal ini membantu lahirnya sikap toleransi dan tenggang rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting diingat adalah tidak mengagumi pendapat sendiri dan tidak mencela pendapat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. MEMBATASI PENGERTIAN DAN ISTILAH&lt;br /&gt;Kita harus membatasi beberapa pemahaman yang menjadi sebab terjadinya perselisihan itu. Seringkali suatu istilah dipertengtangkan dengan sengit. Harus dibatasi. Diluruskan, dijelaskan pemahamannya agar tidak disalahpahami oleh orang-orang yang dapat mengakibatkan vonis sesat dan menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. MENGGARAP MASALAH BESAR YANG DIHADAPI UMMAT&lt;br /&gt;Ummat memiliki permasalahan yang lebih besar dibandingkan harus mempermasalahkan perbedaan yang ada. Apabila kita sepaham mengenai masalah besar yna gkita hadapai dan menjadikan cita-cita bersama dan tujuan kita bersama, niscaya perbedaan yang ada tidak akan diperbesarkan dan dipersilisihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya energi dan pikiran kita dipusatkan ke situ, antara lain:&lt;br /&gt;- IPTEK&lt;br /&gt;- Sosial ekonomi&lt;br /&gt;- Politik&lt;br /&gt;- Ghazwul fikri&lt;br /&gt;- Zionisme&lt;br /&gt;- Perpecahan dan sengketa di Dunia Arab dan Islam&lt;br /&gt;- Dekandensi moral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIII. BEKERJASAMA DALAM MASALAH YANG DISEPAKATI&lt;br /&gt;Masalah khifafiah hendaknya tidak dibesar-besarkan sehingga menghabiskan dan menguras waktu dan tenaga. Persoalan kaum muslimin bukanlah terletak pada perbedaan masalah-masalah khilafiah yang didasarkan pada ijtihad, akan tetapi terletak pada tidak difungsikannya akal, pembekuan fikiran, pembisuan kehendak, pemasungan kebebasan, perampasan hak asasi, pengabaian kewajiban, tersebarnya egoisme, pengabaian sunnah-sunnah Allah ttg alam dan masyarakat, kesewenangan ata kebenaran dsb.nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah-masalah ummat yang bisa kita sepakati sangat banyak, sebaiknya kita bekerjasama menyelesaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IX. SALING TOLERANSI DALAM MASALAH YANG DIPERSELISIHKAN&lt;br /&gt;Toleransi dlm masalah yang diperselisihkan dapat dilakukan jika kita tidak fanatik terhadap satu pendapat yang bertentangan dengan pendapat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsipnya;&lt;br /&gt;- menghormati pendapat orang lain&lt;br /&gt;- menyadari kemungkinan beragamnya kebenaran&lt;br /&gt;- kesadaran dan kenyataan bahwa berbagai perselisihan yang kita saksikan bukan ttg hukum syar’i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;X. MENAHAN DIRI DARI ORANG YANG MENGUCAPKAN „LAA ILAAHA ILLALLAAH“&lt;br /&gt;Tindakan yang paling berbahaya yang dapat menghancurkan persatuan ummat ialah takfir/pengkafiran sesama muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW mengecam takfir ini dalam berbagai haditsnya, salah satu yang diriwayatkan Ibnu Umar,"Apabila seseorang berkata kepada saudaranya,'wahai si kafir', maka panggilan itu kembali kepada salah satu jika ia seperti apa yang dikatakan. Tetapi jika tidak, maka panggilan itu akan kembali kepada yang mengucapkan.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain,“ Barangsiapa menuduh kafir seorang Mu’min maka ia seperti membunuhnya.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;a href="http://catatanhati.blogsome.com/2003/01/20/fiqh-perbedaan/"&gt; http://catatanhati.blogsome.com/2003/01/20/fiqh-perbedaan/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-9212452830292720588?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/9212452830292720588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/11/ringkasan-buku-fiqh-ikhtilaf-yusuf.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/9212452830292720588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/9212452830292720588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/11/ringkasan-buku-fiqh-ikhtilaf-yusuf.html' title='Ringkasan Buku Fiqh Ikhtilaf Yusuf Qardhawi'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-4244943416668685556</id><published>2010-05-18T20:09:00.000-07:00</published><updated>2010-08-30T22:24:17.933-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Launching Situs Qardhawi berbahasa Turki</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S_NUyIPVKEI/AAAAAAAAAhY/jIQuO6-zJSs/s1600/qr+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://3.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S_NUyIPVKEI/AAAAAAAAAhY/jIQuO6-zJSs/s400/qr+1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok murid dan penggemar Dr. Yuduf Qardhawi yang berada di Turki mengadakan Launching Situs Qardhawi berbahasa Turki. Situs Qardhawi versi Turki tersebut akan menerjemahkan berbagai berita dan fatwa Qardhawi yang terdapat di situs versi arabnya. Selain itu, mereka akan menerbitkan buku-buku Qardhawi dalam bahasa Turki, dan juga menyiarkan ceramah Qardhawi beserta foto-fotonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah terpuji ini sebagai bentuk realisasi dari rekomendasi Pertemuan Murid Qardhawi yang diadakan di Dhoha –ibu kota Qatar- pada Februari yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertindak selaku pengarah situs ini adalah&amp;nbsp; Ustad Tauron Klaskhji , beliau adalah salah satu murid Syaikh Qardhawi yang hadir pada pertemuan di Dhoha, dan juga ikut memberikan sambutan sebagai murid Qarhawi dalam acara penutupan pertemuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustad Tauron Ksylakji bekerja sebagai jurnalis pada lembaga Time Turki. Setelah mengikuti pertemuan di Dhoha, beliau menerbitkan makalah dengan Judul “ Sepekan bersama Qardhawi”, dan mendapat sambutan banyak kalangan di Turki memintanya berceramah seputar Qardhawi dan pemikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : qaradawi.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.indonesiaoptimis.com/2010/08/menjadi-blogger-yang-bahagia.html" title="menjadi blogger yang bahagia"&gt;Menjadi Blogger yang Bahagia&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-4244943416668685556?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/4244943416668685556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/05/launching-situs-qardhawi-berbahasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/4244943416668685556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/4244943416668685556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/05/launching-situs-qardhawi-berbahasa.html' title='Launching Situs Qardhawi berbahasa Turki'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S_NUyIPVKEI/AAAAAAAAAhY/jIQuO6-zJSs/s72-c/qr+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-7085101399280050862</id><published>2010-04-22T20:21:00.000-07:00</published><updated>2010-04-22T20:21:29.062-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Laporan Perjalanan Syeikh Qardhawi di Afrika Selatan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S9ESELT-w8I/AAAAAAAAAgU/Brw9W2sgWd8/s1600/hu.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="305" src="http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S9ESELT-w8I/AAAAAAAAAgU/Brw9W2sgWd8/s400/hu.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Doha - Dr Yusuf al-Qaradawi, Ketua Persatuan Ulama Muslim Internasional kembali ke Doha dengan selamat , setelah melakukan perjalanan ilmiah yang menyenangkan di Afrika Selatan selama sepekan ini. Selama di Afsel, beliau mendatangi perkuliahan-perkuliahan umum, kunjungan ke tempat-tempat penting di negeri tersebut, bertemu dengan Nelson Mandela, serta cendekiawan Muslim dan minoritas Muslim di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kunjungan Qardhawi yang pertama secara khusus di Afrika Selatan. Beliau disambut hangat oleh kaum muslim dan komunitas Arab di sana. Di Bandara Sheikh Oolafar Tambo International (Johannesburg) dan Cape Town International Airport, beliau disambut oleh Ketua Mahkamah Islam beserta dua wakilnya : Maulana Sheikh Ihsan Hendrix, Syekh Ibrahim Jibril, Sheikh Ihsan Tholib, dan para pejabat, Cendekiawan, dan masyarakat Arab di kota itu. Begitu pula para ulama dari seluruh Afrika Selatan, di mana mereka menyambut syeikh dengan membentangkan&amp;nbsp; spanduk,&amp;nbsp; bertakbir dan bersenandung, serta ucapan selama datang secara khusus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Qardhawi menyatakan senang untuk mengunjungi Afrika Selatan, yang seringkali tertunda, beliau mengatakan " semuanya di sisi Allah sudah jelas waktunya" . Kunjungan ini adalah jawaban dari undangan pertama yang ditujukan kepada Syeikh untuk mengunjungi Afrika Selatan dari koleganya di Al-Azhar dan dakwah :&amp;nbsp; Syekh Abdul Hamid Khobiir, yang membersamai beliau dalam studi di Azhar beberapa tahun lamanya. Syeikh Abdul Hamid Khobir mengundang&amp;nbsp; Syeikh untuk mengunjungi negara Afrika Selatan yang indah, setelah lama terputus kabar keduanya selama sekitar lima puluh tahun. Sehingga&amp;nbsp; kunjungan terakhir ini adalah kesempatan bagi keduanya untuk memperbarui ikatan persaudaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Qardhawi berkesempatan menyampaikan ceramah di masjid-masjid utama di Johannesburg dan Cape Town. Beliau banyak membahas seputar : "Kewajiban Utama minoritas Muslim, yaitu:&amp;nbsp; kebanggaan terhadap Islam, pemahaman yang baik tentang itu, dan bekerja dalam Islam dan untuk Islam dengan baik, dan juga menjadi&amp;nbsp; "pembawa kabar gembira tentang kemenangan Islam" dan memperjuangkan undang-undang Akhwal Syakhsiyah secara khusus bagi mereka para&amp;nbsp; minoritas Muslim, apalagi&amp;nbsp; perundangan di sana&amp;nbsp; mengizinkan Muslim untuk tunduk kepada hukum mereka sendiri pada urusan akhwal sakhsiyah ( pernikahan, waris, dll). Bahkan pemerintah telah membentuk sebuah komite ulama Islam untuk mencapai tujuan tsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Qardhawi juga melakukan review dalam ceramahnya&amp;nbsp; seputar sejarah kodifikasi hukum syariah, mulai dari “ Majallah al-ahkam al-adilah”&amp;nbsp; selama Kekhalifahan Utsman. Beliau menekankan pentingnya pengundang hukum syariah, untuk mengetahui hukum berperkara yang mengatur itu. Syeikh juga menekankan pentingnya mengambil dan memanfaatkan kekayaan pemikiran madzhahib islamiyah, khususnya empat madzhab yang utama, begitu pula ijtihad para sahabat dan pengikutnya. Beliau juga berpesan agar tidak taklid pada satu madzhab saja, meskipun madzhab tersebut sudah sangat luas perkembangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga mengingatkan pentingnya belajar dan mempelajari UU akhwal syahsiyah&amp;nbsp; di negara-negara Islam, terutama Mesir dan Suriah. Begitu pula UU akhwal Syakhsiyah lengkap antara kedua negara tersebut yang di susun oleh Dr Mustafa al-Zarqa . Beliau mengingatkan bahwa UU Akhwal Syakhisyah sebagian besar berasal dari&amp;nbsp; aspek fiqh yang sangat penting untuk diterapkan dalam semua negara Islam. Beliau juga menekankan pentingnya revisi undang-undang setiap periode waktu, untuk menghindari apa yang bisa dipertahankan sebagai akibat dari kegagalan dari menjadi pilihan manusia.&lt;br /&gt;Dalam ceramahnya Syeikh Qardhawi juga menitik beratkan permasalahan Al-Quds,juga kedudukan wanita dalam Islam partisipasi mereka dalam kegiatan sosial, tentang Kemudahan dalam fatwa, serta memberi motivasi&amp;nbsp; atau semangat ketika berdakwah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan Syeikh Qardhawi menerima perhatian besar dari minoritas Muslim. Mereka memindahkan kunjungan syeikh ke stasiun Radio di Cape Town Muslim yang berada di bawah instansi Mahkamah Islam. Beliau juga menghadiri pertemuan akbar di beberapa masjid. Bahkan ceramahnya juga difilmkan untuk didistribusikan secara luas di antara masyarakat minoritas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Qardhawi juga mengunjungi kantor sekretariat Asosiasi Ulama kota Boukhautink, dan Kantor cabang Yayasan Al-Quds International di Johannesburg, Kantor Mahkamah Islam, Cape Town, dan An-Nuur Education Center untuk , Cape Town.&amp;nbsp; Ia juga mengunjungi Tanjung Harapan, yang terletak di pertemuan dua laut. Beliau juga menjalani pelayaran di sekitar pulau Robin Island dimana disana terletak penjara tempat Nelson Mandela ditahan.Dan jauh sebelum itu, juga ditahan disana Syekh Abdullah Abdul-Salam, yang diasingkan dari Indonesia karena menentang penjajahan Belanda kolonial. Syeikh dari Indonesia inilah yang dianggap sebagai sosok yang&amp;nbsp; pertama kali mendirikan masjid di Afrika Selatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber terjemahan dari : qaradawi.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-7085101399280050862?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/7085101399280050862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/04/laporan-perjalanan-syeikh-qardhawi-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/7085101399280050862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/7085101399280050862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/04/laporan-perjalanan-syeikh-qardhawi-di.html' title='Laporan Perjalanan Syeikh Qardhawi di Afrika Selatan'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S9ESELT-w8I/AAAAAAAAAgU/Brw9W2sgWd8/s72-c/hu.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-7005841859588275790</id><published>2010-04-02T16:15:00.001-07:00</published><updated>2010-04-02T16:15:57.762-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Rumah &amp; Perpustakaan Syeikh Qardhawi akan digusur !</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Doha&lt;/strong&gt; - Sebuah sumber yang dipercaya dekat dengan Syaikh  Dr. Yusuf al-Qardhawi, menyatakan jika rumah milik ulama terkemuka yang  juga ketua ikatan ulama Muslim internasional itu akan digusur dan  dihancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggusuran dan penghancuran rumah milik Syaikh  al-Qardhawi, dan rumah-rumah lain di sekitarnya di kawasan Wadi as-Sayl,  Doha, merupakan kebijakan pemerintahan Qatar yang akan menjadikan  kawasan tersebut sebagai kawasan hunian apartemen baru dan taman kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah  Qatar sendiri telah memperingatkan para penghuni Wadi al-Sayl untuk  segera meninggalkan daerah tersebut dalam jangka waktu tertentu.   Pihak pemerintah juga telah memberikan uang pengganti dan lahan kawasan  hunian baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Syaikh Yusuf al-Qardhawi terletak di bilangan  yang sangat strategis dan elit. Rumah-rumah di kawasa tersebut tampak  mewah, luas, dan memiliki tetaman, layaknya istana. Para tetangga Syaikh  al-Qardhawi sendiri kebanyakan para menteri negara, duta besar, dan  orang-orang papan atas lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait kebijakan pemerintah ini,  Syaikh al-Qardhawi menanggapinya dengan legawa, meski sangat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ini  adalah musibah besar. Pemulihan atasnya butuh bertahun-tahun,"&lt;/em&gt;  kata al-Qardhawi sebagaimana diungkapan sumber tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi  ulama lulusan Universitas al-Azhar, Mesir, itu tidaklah berlebihan.  Pasalnya, yang menjadikan keberatan pindah rumah bagi beliau adalah &lt;em&gt;"membongkar  dan menata ulang"&lt;/em&gt; perpustakaan pribadinya yang luar biasa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan  pribadi Syaikh asal Qardha, Mesir, itu menghimpun lebih dari 30.000  koleksi buku-buku rujukan pokok (ummahat al-kutub), ratusan ribu  buku-buku lainnya. Kitab karangan beliau sendiri lebih dari 150 judul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal  tersebut belum mencakup kaset-kaset, cd, video, dan dokumen-dokumen  pribadi yang penting lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemua koleksi perpustakaan  tersebut tersusun dan tertata (munazhzham dan mufahras) dari a hingga z  secara tertata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh al-Qardhawi sendiri mengaku, untuk menata  perpustakaan pribadinya, beliau membutuhkan waktu selama kurang lebih  1,5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Perpustakaan tersebut adalah salah satu mimpi  saya yang menjadi kenyataan,"&lt;/em&gt; ungkap Syaikh al-Qardhawi. arb/L2  Cairo/em&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.sasak.net/dunia/berita-dunia/7762-rumah-syaikh-yusuf-al-qardhawi-akan-dihancurkan.html"&gt;http://www.sasak.net/dunia/berita-dunia/7762-rumah-syaikh-yusuf-al-qardhawi-akan-dihancurkan.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-7005841859588275790?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/7005841859588275790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/04/rumah-perpustakaan-syeikh-qardhawi-akan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/7005841859588275790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/7005841859588275790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/04/rumah-perpustakaan-syeikh-qardhawi-akan.html' title='Rumah &amp; Perpustakaan Syeikh Qardhawi akan digusur !'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-6507175046051755674</id><published>2010-04-02T16:14:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T16:14:46.712-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Syaikh Qardhawi: Situs "IslamOnline" Akan Tetap Berjalan</title><content type='html'>Terkait mogoknya ratusan karyawan &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/situs-islam-online-segera-bubar.htm"&gt;situs  IslamOnline&lt;/a&gt;, Syaikh Yusuf Qardhawi yang merupakan direksi dan juga  penasehat pada situs Islam terbesar tersebut menyatakan bahwa situs  IslamOnline tetap akan diusahakan berjalan seperti biasa dan tidak ada  niatan untuk menutupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Qardhawi selama program &lt;em&gt;Syariah Wal Hayah &lt;/em&gt;di stasiun  televisi Al-Jazirah Ahad malam kemarin (21/3) menyatakan bahwa dirinya  akan mencoba memperbaiki situasi dan kondisi yang terjadi di tubuh  "IslamOnline" akhir-akhir ini, dan ia menyatakan insyaAllah situs  IslamOnline akan kembali normal seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Qardhawi juga memuji peran Qatar, amir Qatar dan istrinya yang  telah mendukung situs IslamOnline sejak didirikannya 11 tahun yang  lalu, yang telah menjadikan situs IslamOnline menjadi sarana universal  untuk penyebaran Islam serta kebudayaannya di seluruh dunia khususnya di  pusat Eropa, ia juga menekankan bahwa Qatar tetap masih berantusias  untuk melanjutkan situs IslamOnline ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga menambahkan bahwa apa yang terjadi dari kesalahan dan  penyelewangan dari situs tersebut akan segera di koreksi, dan dapat juga  diabaikan mengingat aturan yang signifikan dari situs ini.&lt;br /&gt;Syaikh Qardhawi menegaskan bahwa tidak semua yang dipublikasikan oleh  media terkait realita krisis yang terjadi di dalam tubuh IslamOnline  akhir-akhir ini adalah benar, dan ia menekankan bahwa lebih banyak rumor  dan distorsi yang terjadi dalam informasi terkait krisis di  IslamOnline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindikat Pers Mesir telah menyerukan agar Syaikh Qardhawi segera  mengintervensi kisruh dan mendesak ia untuk segera menyelesaikan krisis  yang terjadi yang mengakibatkan ratusan editor dan karyawan IslamOnline  di Kairo melakukan aksi mogok kerja.(fq/aljz)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/syaikh-qardhawi-situs-islamonline-akan-tetap-berjalan.htm"&gt;Eramuslim&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-6507175046051755674?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/6507175046051755674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/04/syaikh-qardhawi-situs-islamonline-akan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/6507175046051755674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/6507175046051755674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/04/syaikh-qardhawi-situs-islamonline-akan.html' title='Syaikh Qardhawi: Situs &quot;IslamOnline&quot; Akan Tetap Berjalan'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-2722437506599417140</id><published>2010-03-08T08:11:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T08:11:51.343-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Al-Qaradawi kembali ke Doha dengan selamat setelah menjalani operasi di Saudi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S5UhuFuWkpI/AAAAAAAAAeM/tGJBxz99rYQ/s1600-h/2_7511_1_10.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S5UhuFuWkpI/AAAAAAAAAeM/tGJBxz99rYQ/s320/2_7511_1_10.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Doha – Atas karunia Allah SWT, Syekh Yusuf al-Qaradawi telah kembali ke Doha, setelah menjalani dua operasi&amp;nbsp; dengan sukses, dan juga beberapa pemeriksaan medis lainnya di Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal di Riyadh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayan Dua Masjid Suci Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al Saud, telah memerintahkan untuk menyediakan semua fasilitas terkait perawatan Syeikh Qaradhawi dari waktu kedatangannya hingga kepulangannya.&amp;nbsp; Raja Abdullah juga memerintahkan Protokoler kerajaan untuk ikut memantau perawatan Qardhawi, dan juga bertanya tentang kondisi terkini Syeikh Qardhawi beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para dokter di rumah sakit pun seolah berlomba dalam melayani Syaikh Qardhawi,&amp;nbsp; khususnya bagian Urologi, yang telah melakukan dua operasi. Diantara mereka, khususnya adalah Dr. Khalid Al-Othman, dan rekan-rekannya , semoga Allah menjaga mereka semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Saudi : Salman bin Abdul Aziz Al Saud, Gubernur wilayah Riyadh, juga telah menjenguk syeikh Qardhawi atas nama Pelayan dua Masjid Suci : Raja Abdullah. Begitu pula sejumlah keluarga kerajaan yang lain. Beberapa ulama seperti Syaikh Abdul Aziz Al Syaikh Mufti Arab Saudi, dan Dr Saleh bin Hameed, ketua Dewan Tertinggi kehakiman juga ikut mengunjungi Syaikh Qardawi di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Qardhawi juga dikunjungi sejumlah besar ilmuwan, tokoh sastra dan pembesar-pembesar di Riyadh, bahkan warga dan mereka yang mengunjungi Riyadh dari berbagai negara-negara Arab yang tidak bisa disebutkan satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruangan perawatan Syeikh al-Qaradhawi telah berubah dalam hari-hari terakhirnya di rumah sakit menjadi sebuah aula kebudayaan Islam.&amp;nbsp; Ruang tersebut dikunjungi oleh pangeran, ilmuwan, penulis, dan para pejabat senior hingga warga Muslim biasa, mereka hadir dalam rangka untuk memastikan kondisi kesehatan syeikh Qardhawi, sekaligus juga berdialog mengenai isu-isu duniaa Islam, bahkan juga meminta fatwa seputar masalah-masalah keagamaan yang beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum meninggalkan Riyadh, syeikh Qardawi menyempatkan melakukan kunjungan singkat ke pameran buku di Riyadh, di mana beliau diterima oleh Dr. Abdullah Al-Jasser, Wakil dari Departemen Informasi dan Budaya (penanggung jawab&amp;nbsp; pameran) dan para pejabat kementerian. Mereka mengelilingi pameran bersama Qardhawu dengan kendaraan pameran yang dirancang untuk itu. Syekh juga diwawancarai oleh salah satu saluran televisi Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Qardawi menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Raja Abdullah, juga para dokter dan staf rumah sakit, khususnya Dr Mohamed Ahmed Al Saleh dan Dr Mohammed Ahmed Rashid.&amp;nbsp; Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada semua saudara-saudaranya dan murid-muridnya, pengagumnya di Qatar, Arab Saudi dan Teluk khususnya, bahkan di negara dunia pada umumnya, yang telah menanyakan kabar dan kondisi kesehatannya, mendoakannya dan perhatian dengan kondisi beliau. Semoga Allah membalas mereka semua dengan balasan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : terjemahan dari qaradawi.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-2722437506599417140?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/2722437506599417140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/03/al-qaradawi-kembali-ke-doha-dengan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/2722437506599417140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/2722437506599417140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/03/al-qaradawi-kembali-ke-doha-dengan.html' title='Al-Qaradawi kembali ke Doha dengan selamat setelah menjalani operasi di Saudi'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S5UhuFuWkpI/AAAAAAAAAeM/tGJBxz99rYQ/s72-c/2_7511_1_10.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-6986119887441622010</id><published>2010-02-28T16:27:00.001-08:00</published><updated>2010-02-28T16:27:13.169-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Alhamduliilah, Syaikh Qaradhawi sukses menjalani Operasi Batu Ginjal di Arab Saudi</title><content type='html'>&amp;nbsp; Doha –Dr Yusuf Qardawi,&amp;nbsp; Ketua Persatuan Ulama Muslimin Internasioanl, telah melewati dengan sukses sebuah operasi selama beberapa hari terakhir ini di salah satu rumah sakit di Riyadh, Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini beliau telah memulai&amp;nbsp; fase pemulihan kesehatan, dan menerima sejumlah percakapan dan komunikasi dari para sahabat di Dhoha untuk meyakinkan kabar dan saling menyambung silaturahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut&amp;nbsp; Harian Al-Sharq yang terbit di Dhoha, sesuatu yang ditunggu-tunggu adalah Syaikh Qardhawi bisa kembali ke Doha dengan selamat, setelah beberapa hari&amp;nbsp; ini dan setelah mendapat rekomendasi penuh para dokter atas kestabilan kesehatan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi ini diputuskan&amp;nbsp; ini setelah Syaikh Qardhawi merasakan beberapa rasa sakit yang terus meningkat, sehingga mengharuskan adanya operasi bedah untuk memecah batu ginjal. Semua proses pengobatan ini di jalankan atas pengawasan penuh pejabat senior di Kerajaan Saudi Arabia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;diterjemahkan dari : Qaradhawi.net (28 Feb 2010)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-6986119887441622010?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/6986119887441622010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/02/alhamduliilah-syaikh-qaradhawi-sukses.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/6986119887441622010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/6986119887441622010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/02/alhamduliilah-syaikh-qaradhawi-sukses.html' title='Alhamduliilah, Syaikh Qaradhawi sukses menjalani Operasi Batu Ginjal di Arab Saudi'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-4503106045928787205</id><published>2010-02-07T15:16:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T15:17:16.581-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Qardhawi : Foto-foto saya di tepi Barat adalah Tindakan Penipuan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S29Jusj6ZaI/AAAAAAAAAdc/d06A4ETknPk/s1600-h/qrdwx%281%29.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S29Jusj6ZaI/AAAAAAAAAdc/d06A4ETknPk/s320/qrdwx%281%29.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam komentar pertamanya Syikah Yusuf Qardhawi, presiden persatuan  ulama Islam internasional terkait atas insiden pemasangan poster-poster  bergambar dirinya di tepi barat sedang berjabat tangan dan berpelukan  dengan para rabbi Yahudi, Syaikh Qardhawi menyatakan bahwa hal tersebut  membuktikan bahwa pihak otoritas Palestina telah melakukan penipuan dan  kebangkrutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qardhawi menyatakan hal itu dalam sebuah khutbah Jumat di sebuah  masjid di Doha Qatar. Ia mengatakan bahwa pihak otoritas Palestina telah  mendistribusikan foto-fotonya di tepi barat, dan memberikan komentar  yang berusaha menggambarkan bahwa Syaikh Qardhawi telah mengeluarkan  fatwa agar Mahmud Abbas di rajam karena mendukung Israel menyerang Gaza,  padahal Qardhawi sendiri membuka lengannya untuk para rabbi Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam khutbah jumatnya Syaikh Qardhawi berkata: "Hal inilah yang  memperlihatkan otoritas Palestina benar-benar telah melakukan penipuan  dan kebangkrutan." Qardhawi menjelaskan bahwa para rabbi yang berkunjung  ketempatnya serta berjabat tangan bahkan berpelukan dengan dirinya,  merupakan rabbi Yahudi yang menentang pendirian negara Israel dan anti  zionisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Syaikh Qardhawi telah menyerukan agar presiden otoritas  Palestina, Mahmud Abbas untuk di rajam di Makkah, setelah Abbas meminta  penundaan pemungutan suara - terkait mengenai laporan dari Goldstone  yang mengutuk kejahatan Zionis Israel sewaktu mereka melakukan agresi di  jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas alasan inilah pihak otoritas Palestina di tepi Barat melancarkan  kampanye yang menyerang Syaikh Yusuf Qardhawi baik lewat isi khutbah  jumat maupun pemasangan poster-poster di tepi barat yang memperlihatkan  Syaikh Qardhawi berjabat tangan dengan orang-orang Yahudi. Hal ini  dimaksudkan untuk menggambarkan bahwa Syaikh Qardhawi pada dasarnya  bermuka dua, di satu sisi ia menyerukan untuk perang melawan Israel  sedangkan di sisi lain ia malah berjabatan tangan dengan para rabbi  Yahudi.(fq/imo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : eramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-4503106045928787205?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/4503106045928787205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/02/qardhawi-foto-foto-saya-di-tepi-barat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/4503106045928787205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/4503106045928787205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/02/qardhawi-foto-foto-saya-di-tepi-barat.html' title='Qardhawi : Foto-foto saya di tepi Barat adalah Tindakan Penipuan'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oFbebshcau4/S29Jusj6ZaI/AAAAAAAAAdc/d06A4ETknPk/s72-c/qrdwx%281%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-7229396521892950863</id><published>2010-02-03T16:41:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T16:43:56.954-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Forum Sahabat dan Murid Qardhawi yang Kedua akan digelar Jumat besok</title><content type='html'>Doha – Akan digelar pada Jumat depan –insya Allah- di Doha, forum resmi temua sahabat dan murid Qardhawi, dengan fokus utama akan membahas fiqh qardhawi dan manhaj pertengahannya (wasatiyah), serta peranannya dalam meletakkan pondasi madrasah wasathiyah kontemporer dalam bidang fiqh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direncanakan dalam pertemuan tersebut, selama sepekan penuh akan membahas seputar manhaj fiqh dan dakwah Syeikh Qardhawi, dimana Syekh Qardhawi akan berdialog dengan para peserta, menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar dasar manhaj wasatiyahnya yang terkenal dengan cara pandangan yang menyeluruh (overall vision), yang seimbang dan mencerahkan, yang berpijak di atas landasan kemudahan dalam fatwa dan dakwah. Juga manhaj yang menyeimbangkan antara prinsip-prinsip syar’I dan perkembangan kontemporer. Begitu pula manhaj yang berpijak atas ijtihad yang bersumber dari ahlinya dan pada tempatnya, dan atas dasar dialog terbuka, serta toleransi pada yang mereka yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorganisasian Forum ini adalah sebagai bentuk pelaksanaan atas rekomendasi dari Forum Pertama yang diadakan dan diperluas di Doha pada bulan Juli 2007. Forum Jumat besok nanti akan berformat tertutup dan terbatas pada setidaknya 60 peneliti dan akademisi dari para sahabat dan murid Qardhawi.  Yang terkenal diantaranya adalah Dr . Issam al-Bashir (Mantan Menteri Wakaf Sudan), Dr. Salman al-Audah (Arab Saudi), Dr. Tareq Suwaidan (Kuwait), dan Sheikh Rashid Ghannouchi (Tunisia), Dr. Gerakan (Maroko), Dr. Mohiuddin Ali Al-Quradaki (Qatar). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : diterjemahkan dari qaradawi.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-7229396521892950863?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/7229396521892950863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/02/forum-sahabat-dan-murid-qardhawi-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/7229396521892950863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/7229396521892950863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/02/forum-sahabat-dan-murid-qardhawi-yang.html' title='Forum Sahabat dan Murid Qardhawi yang Kedua akan digelar Jumat besok'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-8269875498117734507</id><published>2010-01-28T08:28:00.001-08:00</published><updated>2010-01-28T08:29:36.892-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Qardhawi kembali difitnah Ramallah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;dakwatuna.com -&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Tepi Barat, &lt;/strong&gt; Otoritas Abbas di Ramallah terus melancarkan kampanye negatif terhadap Syaikh Yusuf Qardhawi melalui iklan komersial (reklame) di jalan-jalan kota-kota besar di Tepi Barat. Tujuannya untuk mencela Syaikh Qardhawi di berbagai kota di Tepi Barat. Kampanye ini berada di bawah pengawasan langsung gerakan Fatah dan Kantor Kepresidenan.&lt;br /&gt;Otoritas Abbas di Ramallah mencoba untuk memanfaatkan ketidaktahuan warga mengenai rincian berbagai peristiwa yang berkaitan dengan Syaikh Qardhawi untuk memfitnah beliau di depan orang.&lt;br /&gt;Perusahaan periklanan yang dikelola oleh Tarek Abbas, putra Mahmud Abbas, dalam beberapa hari terakhir, memasang reklame di kota Ramallah dan kota-kota lain di Tepi Barat berupa gambar-gambar Syaikh Qardhawi yang sedang bertemu dengan rabi Yahudi. Tertulis dalam reklame tersebut: “Pertemuan-pertemuan Qardhawi dengan orang-orang Israel”.&lt;br /&gt;Melalui papan reklame tersebut gerakan Fatah dan otoritas Ramallah ingin meyakinkan warga Palestina bahwa Syaikh Qardhawi menemuai orang-orang Israel dan melakukan normalisasi dengan mereka.&lt;br /&gt;Padahal faktanya pertemuan terebut, yang dilakukan Syaikh Qardhawi dengan para rabi Yahudi dari gerakan “Neturei Karta” yang anti Zionisme dan menolak pendirian negara Israel. Mereka menyakini wilayah Palestina dari laut hingga sungai. Dan itu adalah sikap politik mereka yang lebih maju dari pada sikap otoritas Ramallah dan kelompok kompromi.&lt;br /&gt;Karena warga negara Palestina tidak tahu banyak tentang gerakan “Neturei Karta”, maka ketika mereka melihat foto-foto mereka yang bertemu Syaikh Qardhari, dalam pikiran mereka, mereka para rabi terebut adalah kaum Zionis ekstremis dan kawanan perampas yang menjajah Palestina. Otoritas Abbas sengaja menyesatkan warga dengan iklan yang menggambarkan citra negatif Syaikh Qardhawi. (asw/ip)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2010/syaikh-qardhawi-kembali-difitnah-ramallah"&gt;DAKWATUNA&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-8269875498117734507?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/8269875498117734507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/01/qardhawi-kembali-di-fitnah-ramallah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/8269875498117734507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/8269875498117734507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/01/qardhawi-kembali-di-fitnah-ramallah.html' title='Qardhawi kembali difitnah Ramallah'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-1756293772406809758</id><published>2010-01-21T00:37:00.001-08:00</published><updated>2010-01-21T00:37:42.300-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Ulama Palestina minta al-Qaradhawi tetap dukung Palestina</title><content type='html'>dakwatuna.com – Gaza, Persatuan Ulama Palestina, Selasa (19/1), menggelar konferensi mendukung Syaikh Yusuf Qaradhawi, presiden “The World Federation of Muslim Scholars” di kantor pusatnya di kota Gaza. Wakil Ketua Persatuan Ulama Palestina, Dr. Salim Salamah mengecam kampanye tendensius terhadap Syaikh Qaradhawi. Karena dia adalah tokoh ulama yang selama ini berjuang membela Palestina. “Kami menyesal dengan apa yang diucapkan oleh beberapa dari mereka yang berasal dari Otoritas di Ramallah yang menyerang Anda secara vulgar. Mereka dan sejenisnya tidak akan mengurangi kemampuan Anda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persatuan Ulama Palestina mengingatkan tentang peran besar Syaikh Qardhawi dalam berbagai kesempatan. Terakhir adalah seikapnya terhadap pembangunan “tembok baja” Mesir di perbatasan Jalur Gaza, serta dukungannya yang terus menerus untuk membebaskan Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Dr. Hassan al Gugu, ketua “Dewan Tertinggi Pengadilan Islam”, mengecam kampanye fanatik terhadap Syaikh Qaradhawi. “Untuk kepentingan siapa menyerang ulama yang mulia ini?! Apakah untuk kepentingan Amerika, yang menempatkan Qardhawi pada daftar teroris atau untuk kepentingan orang Yahudi yang melihat dengan cemas ancaman tokoh ini, terutama fatwa-fatwanya yang mendukung perlawanan?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Hassa menyerukan, “Kami katakan kepada orang-orang ini, Kembalilah ke akal sehat kalian. Katakan kebenaran secara lengkap, jangan dikurangi. Seharusnya seorang khatib dan dai tidak menjadi tabir buat penguasa yang lalim. Seharusnya membela masalah-masalah bangsa dan nasibnya,” merujuk pada edaran khutbah wajib bagi para imam dan khatib di Tepi Barat untuk menyerang Syaikh Al-Qardhawi pekan lalu. (asw/ip)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber DAKWATUNA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-1756293772406809758?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/1756293772406809758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/01/ulama-palestina-minta-al-qaradhawi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/1756293772406809758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/1756293772406809758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/01/ulama-palestina-minta-al-qaradhawi.html' title='Ulama Palestina minta al-Qaradhawi tetap dukung Palestina'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-8499681765611441863</id><published>2010-01-08T20:33:00.000-08:00</published><updated>2010-01-08T20:33:13.754-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Qardhawi menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Prof. ad-Deeb</title><content type='html'>Sorang fakir di hadapan Allah : Yusuf Al-Qardhawi,&amp;nbsp; berbelasungkawa - mendoakan pengharapan (ihtisab) kepada Allah SWT&amp;nbsp; atas meninggalnya saudaranya seperjuangan saat muda, dewasa bahkan hingga tua, seorang alim robbani, seorang peneliti dan muhaqqiq, beliau adalah al-Allamah Prof. Dr. Abdul Adzhim Mahmud Ad-Diib. Beliau meninggal pada pagi hari 20 Muharrom 1431 H, bertepatan dengan 6 Januari 2010 di Rumah Sakit Hamad di Doha, setelah menjalani operasi. Beliau telah dimakamkan di Doha, dan di sholatkan setelah Ashar pada hari itu oleh saudara-saudaranya, murid-murid dan orang-orang yang mencintainya.&lt;br /&gt;Dr Deeb telah mengabdikan hidupnya untuk ilmu dan pengajarannya, menyebarluaskannya dan menjaga kitab-kitab warisan umat. Beliau melakukan penelitina tahqiq kitab-kitab Ushul Fiqh, dan ini menjadi bukti yang sangat nyata tentang kepiawaiannya dalam seni meneliti (tahqiq) kitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Deeb telah menjalani kehidupannya di Qatar sebagai dosen dan profesor universitas, telah banyak generasi lahir dari tangan dinginnya. Sangat dicintai murid-muridnya, baik mahasiswa maupun mahasiswa. Karena beliau menganggap&amp;nbsp; mengajar adalah sebuah misi, bukan hanya sekedar tugas atau pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjalani hidupnya jauh dari sorotan media, meski desakan media kepadanya. Beliau menemui Tuhannya dalam kondisi iklas dan setia tanpa ternoda dengan gangguan duniawi. Bahkan beliau telah mengikhlaskan agamanya kepada Allah.&amp;nbsp; Kami menganggap beliau seperti itu, dan Allah lah yang akan menilainya. Dan sekali-kali kami menganggap suci seorangpun yang berlawanan dengan penilaian Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT mengampuni Abdel Azim El-Deeb, dan membuat tempat istirahatnya adalah Surga Firdaus yang tinggi. Semoga Allah membalas apa yang telah ia berikan untuk agama dan umatnya, dan bagi ilmu dan dakwah, dengan balasan yang Allah berikan kepada para ulama yang beramal, para imam dan robbaniyin, dan semoga Allah SWT memberikan bagi umat ini pengganti yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Kita adalah kepunyaan Allah, dan kepada-Nya lah kita akan kembal. &lt;br /&gt;Yusuf al-Qaradawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diterjemahkan dari &lt;a href="http://qaradawi.net/"&gt;Qaradawi Net&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-8499681765611441863?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/8499681765611441863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/01/qardhawi-menyampaikan-belasungkawa-atas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/8499681765611441863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/8499681765611441863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/01/qardhawi-menyampaikan-belasungkawa-atas.html' title='Qardhawi menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Prof. ad-Deeb'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-5975036776684300674</id><published>2010-01-02T15:11:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T15:11:12.098-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='khutbah ceramah'/><title type='text'>Kecintaan Al-Qaradhawi untuk Umat Islam Indonesia</title><content type='html'>Untuk yang keenam kalinya Ulama besar, Syaikh DR. Yusuf Al-Qaradhawi yang juga Ketua Ulama Islam Internasional berkunjung ke Indonesia. Bumi Allah yang selalu dicintainya, dirindukannya, dan harapan besar beliau akan peranan Indonesia yang lebih besar dalam percaturan umat dunia. Berikut wujud kecintaan beliau terhadap umat Islam Indonesia yang dituangkan dalam nasihat yang disampaikan di Masjid Istiqlal pada hari Jum’at, 12 Januari 2007, yang diterjemahkan oleh Ust. H.M. Anis Matta:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam penghormatan dan kedamaian Islam dari pribadi saya, dari saudara-saudara Islam di Qatar dan saudara-saudara Islam dari seluruh negeri Arab. As-salamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali saya berkunjung ke Indonesia, selalu saya dapati bahwa Indonesia selalu makin baik dari pada sebelumnya. Saya mendapati fakta bahwa Indonesia selalu lebih baik dari pada hari-hari sebelumnya. Ini adalah negeri yang paling saya cintai, negeri yang menempati hati saya, dan karena itu saya selalu berdoa agar negeri Indonesia ini atas izin Allah swt akan memainkan peran yang lebih penting dari pada sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kunjungan saya terakhir, saat masa Presiden Habibie, saya menyaksikan langsung fenomena kebangkitan dan semangat kembali kepada Islam, dan fakta yang saya saksikan sekarang ini jauh lebih baik dari saat itu insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangga Menjadi Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah memberikan kepada kita nikmat yang luar biasa dan karunia yang tak terhitung jumlahnya. “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, pasti kamu tidak sanggup menghitungnya.” (An-Nahl: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara nikmat yang tidak terhitung itu adalah ni’matul wujud atau nikmat kehidupan. Bahwa kita dijadikan salah satu makhluk-Nya yang hidup di alam raya ini. Kehidupan ini memberikan kepada kita hak-hak yang lain setelah Allah swt memberikan eksistensi kita dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karunia kedua, ni’matul insan, fakta bahwa kita adalah manusia yang ditetapkan sebagai makhluk yang memiliki kelebihan dibanding makhluk-makhluk lainnya. Karunia ketiga, ni’matul aql atau karunia akal. Allah swt memberi kepada kita kemampuan membaca dan menulis, kemampuan untuk menjelaskan, kekuatan untuk memahami fenomena di alam raya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain dari pada itu, ada karunia yang jauh lebih besar. Adalah ni’matul hidayah ilal Islam, karunia petunjuk menjadi seorang muslim. Inilah nikmat yang paling mulia. Dan ini tidak Allah berikan kepada semua manusia, melainkan hanya kepada kita. Karena itu nikmat ini haruslah kita syukuri. Inilah jalan satu-satunya yang Allah berikan kepada kita agar kita mendapat kebaikan di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kamu mensyukuri nikmat-Ku, pasti akan Aku tambah. Tapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, ketahuilah bahwa adzab-Ku pasti pedih.” (Ibrahim: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mensyukuri nikmat hidayah Islam itu dengan beberapa cara. Pertama, syukuri nikmat ini dengan menumbuhkan perasaan bahwa kita bangga dan mulia dengan beragama Islam. Kita harus merasa bangga, percaya diri bahwa kita adalah orang Islam. Katakan kepada semua orang dengan penuh kebanggaan, ”Saya adalah orang Islam. Saya adalah umat tauhid. Saya adalah umat Al-Qur’an. Saya adalah umat Muhammad saw.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu para sahabat sangat bangga menjadi muslim. Mereka mengatakan, ”Ayahku adalah Islam. Tiada lagi selain Islam. Apabila orang bangga dengan suku mereka, tapi aku bangga nasabku adalah Islam. Suatu ketika Salman Al-Farisi radhiyallahu anhu ditanya, ”Keturunan siapa Kamu?” Salman yang membanggakan keislamannya, tidak mengatakan dirinya keturunan Persia, tapi ia mengatakan dengan lantang, ”Saya putera Islam.” inilah sebabnya Rasulullah saw mendeklarasikan bahwa, ”Salman adalah bagian dari keluarga kami –ahlul bait-, bagian dari keluarga Muhammad saw.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus bangga bahwa kita adalah muslim. Karena faktanya bahwa Islam itu diturunkan sebagai misi dimana Muhammad saw sebagai Rasulnya, juga diturunkan ke muka bumi dengan tujuan menyebarkan kasih sayang. Karena itu kita haruslah bangga, karena kitalah yang dinanti-nanti oleh umat manusia. Kita rahmat bagi alam semesta ini. Kita bagaikan air yang dirindukan oleh orang yang haus dahaga. Kita adalah makanan yang sedang dimimpikan oleh orang yang lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta lain, kiat harus bangga menjadi muslim, adalah bahwa kita mempunyai kitab suci. Al-Qur’an sendiri telah menjamin bahwa kitab ini tidak mungkin ternodai. Tidak satu huruf atau titik pun yang akan merubah kesucian Al-Qur’an yang sudah pasti di pelihara oleh Allah. Karena itu kebenaran Al-Qur’an akan tetap abadi. Al-Qur’an yang ada di Indonesia adalah Al-Qur’an yang ada dan dibaca oleh saudara-saudara kita di muka bumi lain. Al-Qur’an yang dicetak di Indonesia, Arab Saudi, Mesir adalah Al-Qur’an yang dicetak di seluruh dunia. Oleh karena itu, kita mempunyai alasan yang sangat kuat bahwa kitalah pihak yang paling berhak menyampaikan kebenaran dari Allah kepada seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita adalah rahmat untuk seluruh umat manusia. Rahmat bagi yang jauh dan dekat. Rahmat dalam keadaan damai dan keadaan perang. Rahmat untuk muslimin dan muslimat. Rahmat untuk manusia dan binatang. Rahmat untuk muslim dan non-muslim. Karena Rasulullah saw dalam peri hidupnya memiliki sikap kasih sayang. Demikianlah Allah swt memuliakan kita dengan Al-Qur’an dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah perhatikan, pernah dalam suatu pertempuran Rasulullah saw menyaksikan ada seorang perempuan yang ikut terbunuh. Lalu beliau mengatakan kepada para sahabatnya, ”Tidak mungkin perempuan ini ikut berperang sehingga ia tidak layak di bunuh.” Demikian rahmat Islam dalam peperangan. Rasulullah saw melarang umatnya untuk membunuh perempuan, anak-anak, orang tua, para pendeta, merusak tempat ibadah, memotong mohon. Perang adalah perkara yang sangat dibenci dalam Islam meskipun perang itu sebagai kenyataan yang dipaksakan dalam kehidupan. Itulah sebabnya Islam menjelaskan bahwa kita adalah rahmat untuk manusia sekalipun kita berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada manusia yang mencintai perang. Tidak ada manusia yang senang dengan pertumpahan darah. Oleh karena itu, ketika Rasulullah saw ada kesempatan untuk membunuh lawan-lawannya dalam peristiwa Fathu Makkah, tapi itu tidak pernah dilakukan oleh beliau. Ketika seluruh orang Quraisy berkumpul di sekeliling masjidil Haram sebagai pihak yang kalah, Rasulullah saw bertanya kepada mereka, ”Apa yang kalian duga yang akan saya lakukan kepada kalian?” orang-orang Quraisy itu tertunduk dengan mengatakan, ”Kami menduga engkau pasti akan melakukan sesuatu yang baik bagi kami karena engkau adalah saudara kami yang mulia,” Kemudian Rasulullah saw mengatakan kepada mereka, ”idzhabu faantum thulaqa’. Hari ini tidak ada dendam. Hari ini kalian bebas semuanya. Pergilah semuanya, kalian bebas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana Rasulullah memperlihatkan kasih sayang, ketulusan dan kecintaannya. Bandingkan dengan karikatur yang digambarkan oleh orang-orang Denmark tentang Rasulullah dengan kartun yang menggambarkan Rasulullah dikelilingi perempuan sambil menghunus pedang. Itu sangat berlawanan dengan kemuliaan dan kasih sayang Rasulullah saw. Karena ternyata fakta sejarah menunjukkan Rasulullah saw justru mampu memunculkan rasa kasih sayang hingga dalam situasi beliau mampu melakukan apa saja terhadap musuh-musuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kewajiban kita adalah mensyukuri nikmat Islam, maka kita harus bangga dengan Islam, dan itu artinya kita harus istiqamah dan konsisten dengan ajaran Islam. Tidak cukup dengan kata-kata bahwa kita adalah muslim, tapi kita harus mengamalkan apa yang diajarkan oleh Islam. Islam harus mewarnai kehidupan kita, dalam cara berpikir, bersikap, merasa, dan dalam seluruh gaya hidup kita semuanya. Islam sebagai pengarah tunggal dalam kehidupan kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solidaritas Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mensyukuri nikmat Allah, bahwa kita sebagai muslim, yaitu dengan mengamalkan Islam dengan penuh konsisten, saya ingin agar setiap muslim menumbuhkan dan memiliki solidaritas dengan sesama Muslim yang lain. Bukan hanya untuk sesama muslim yang berada di Indonesia tapi juga bagi seluruh saudara-saudara muslim di seluruh muka bumi. Seorang muslim tidak boleh hidup untuk dirinya sendiri sehingga tidak peduli dengan kehidupan saudara-saudaranya kaum muslimin yang lain. Tapi setiap muslim ketika melakukan shalat, ia mengatakan, ”Iyyaka na’budu waiyyaka nastai’in..” Kepada-Mu lah kami menyembah dan kepada-Mu lah kami meminta pertolongan..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ayat Al-Qur’an menggunakan lafazh “kami” dalam ayat tersebut, karena kita tidaklah sendiri melainkan kita adalah satu kelompok besar manusia, kita adalah satu umat. Begitu juga Allah swt tidak menyeru dengan menggunakan lafazh “Yaa ayyyuhal mukmin, wahai orang beriman, melainkan dengan panggilan, “Yaa ayyuhal ladzina amanu, wahai orang-orang yang beriman, yakni dengan menggunakan lafadz jamak yang berarti banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu kaum Muslimin harus hidup bahu membahu. Yang kuat mengayomi yang lemah. Yang kaya membantu yang miskin. Kita adalah umat yang satu, yang saling membantu. Ukhuwah adalah pelajaran Islam yang paling penting. Ukhuwahlah yang bisa membangkitkan dan menyatukan umat saat ini. Sebab meskipun kita memiliki jumlah umat yang besar dan jumlah harta yang banyak, tetapi ketika kita menyaksikan ukhuwah itu hilang, maka kita menjadi kelompok paling lemah di antara kelompok umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw mengilustrasikan seorang muslim dengan muslim lainnya ibarat sebuah bangunan yang saling menguatkan. Dalam hadits yang lain, Rasulullah saw menjelaskan dengan merapatkan jari jemari dari dua tangannya sebagai visualisasi kedekatan, kekerabatan dan kekuatan satu sama lain dalam tubuh umat ini. Bahkan dalam kesempatan yang lain, beliau mengatakan muslim satu dengan muslim yang lain ibarat satu tubuh, dimana jika satu organ tubuh sakit, maka yang lainnya akan merasakan sakit pula. Hanya dengan inilah umat Islam menjadi kuat di mata umat lainnya. Maka apa yang membuat saudara-saudara kita menangis di tempat lain, itu pun seharusnya membuat kita menangis di sini, meskipun kita tidak bersama dengan mereka. Bila saudara kita di belahan bumi lainnya mendapatkan kesenangan dan tertawa gembira, itu juga yang membuat kita tertawa bahagia di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah syair disebutkan, ”Sesungguhnya musibah menyatukan kita,” Dan saat sekarang ini kita menyaksikan begitu berat kondisi saudara-saudara kita di berbagai belahan bumi Allah swt. Lihatlah bagaimana kondisi saudara-saudara kita di Palestina, Afghanistan, Irak, Somalia, dan berbagai tempat lainnya. Umat Islam sekarang melewati fase krisis yang sangat berat, melebihi krisis yang pernah dilewatinya dalam sejarah. Begitu banyak jiwa melayang di sana, begitu banyak darah yang mengalir di negeri-negeri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Palestina, mereka menyulut api fitnah untuk memecah barisan perlawanan kaum muslimin terhadap penjajah Zionis Israel. Mereka ingin pecah perang saudara, antara sesama anak bangsa Palestina. Saya katakan, tidak boleh, haram, terlarang saling membunuh sesama saudara. Begitu juga di Irak, api fitnah berkobar-kobar antara pengikut Sunni dan Syiah. Padahal sebelumnya mereka bisa hidup berdampingan. Saya berulang kali mengatakan dalam khutbah saya, dilarang saling bunuh sesama umat Islam. Saya katakan kepada saudara-saudara di Palestina, antara Hamas dan Fatah, bahwa mereka tidak boleh menumpahkan darah satu orang pun dari rakyat Palestina. Saya juga katakan kepada saudara-saudara warga Syiah di Irak, karena merekalah yang lebih bertanggung jawab atas apa yang kini terjadi di sana. Itu karena mereka memiliki kekuatan yang lebih besar, memiliki referensi agama yang kuat, dimana bila mereka katakan, ”Hentikan pembunuhan atas Muslim Sunni…” maka pertumpahan darah pun bisa berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara muslim di Indonesia mempunyai kewajiban untuk memainkan peran lebih besar untuk mendinginkan konflik di dunia Islam. Itu yang saya sampaikan saat saya bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Indonesia negeri muslim terbesar di dunia. Indonesia tidak memiliki masalah dengan negara-negara Islam lainnya. Oleh karena itu, jika Indonesia memainkan perannya, itu akan lebih mudah didengar dan diikuti. Indonesia mempunyai kesempatan dan kekuatan untuk bertindak sebagai mediator dalam masalah konflik di berbagai negeri Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah perlunya kita saat ini untuk peran-peran itu, sehingga kita bisa menyatukan langkah dan arah ke depan. Hanya dengan persatuan seperti ini lah kita bisa menjadi kuat sebagai sebuah umat. Dan hanya dengan persatuan inilah kita bisa mengembalikan izzul Islam wal muslimin. Allahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditulis oleh &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/author/ulis/"&gt;Ulis Tofa,Lc&lt;/a&gt; di situs &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2007/kecintaan-dr-yusuf-al-qaradhawi-untuk-umat-islam-indonesia/"&gt;DAKWATUNA&lt;/a&gt; bulan Januari 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-5975036776684300674?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/5975036776684300674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/01/kecintaan-al-qaradhawi-untuk-umat-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/5975036776684300674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/5975036776684300674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/01/kecintaan-al-qaradhawi-untuk-umat-islam.html' title='Kecintaan Al-Qaradhawi untuk Umat Islam Indonesia'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-3320954979912107141</id><published>2010-01-02T15:07:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T15:07:51.819-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi'/><title type='text'>Al-Qaradhawi ada di antara 100 Tokoh Dunia</title><content type='html'>dakwatuna.com - Majalah Foreign Policy memilih tokoh-tokoh Arab dan Islam menjadi bagian seratus (100) tokoh terkenal dan berpengaruh dunia.Pemilihan ini menjadi peristiwa penting, karena konsekwensinya adalah mengharuskan penilaian secara objektif dari sudut pandang yang beragam dari tokoh-tokoh yang ada.Yang menarik di sini adalah, bahwa yang menilai tokoh dunia secara obyektif ini bukanlah Media Massa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah Foreign Policy edisi Bulan Mei-Juni 2008 memilih seratus (100) tokoh berpengaruh dalam menyadarkan bangsanya dan kiprah mereka di tengah-tengah masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara seratus tokoh itu sedikitnya ada tujuh (7) muslim, seperti Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, Juru dakwah Amr Khalid, dan Dr. Thariq Ramadhan Al-Buthy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada Econom kerakyatan dengan inofasi bank untuk masyarakat miskin, yaitu Mahmud Yunus. Juga Mahmud Muhammadani dan pakar politik Indonesia, Anis Baswedan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar agama dari Iran, Abdul Karim Saruj. Akademisi dari Palestina Sri Nasibah, Rektor Universitas Al Quds. Dan Hakim dari Pakistan, I’tizaz Ihsan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah ini memilih tokoh berpengaruh sesuai dengan profesi dan bidang mereka masing-masing.Berdasarkan urutan, pertama adalah pakar politik, ahli ekonomi, ahli filsafat, praktisi media massa, pegiat seni, pemimpin formal, sejarawan, tokoh agama dan pegiat lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan sisi geografis, tokoh terpilih terbanyak dari Amerika Utara, sebanyak 36%, kemudian Eropa, sebanyak 30%. Asia 12%. Timur Tengah 11%. Selatan Afrika dan Amerika Latin antara 3-4%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang unik juga adalah, bahwa majalah ini tidak memilih sama sekali seniman, atau atletik Arab, atau bahkan pemimpin politik Arab, bagian dari tokoh-tokoh yang berpengaruh di Dunia Arab dan dunia Islam. Padahal ada media dan lembaga yang “menilai” ketiga tokoh di atas sebagai yang harus “diwaspadai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, kajian ilmiyah yang diselenggarakan oleh LSM yang didukung oleh Dale Carnegie ini telah memilih Al-Qaradhawi, Amr Khalid dan Thariq Ramadhan menjadi tokoh dunia yang berpengaruh, sehingga timbul pertanyaan, “Jika mereka bagian dari orang-orang yang berpengaruh di percaturan Arab dan Islam, dibandingkan dengan penguasa atau sebuah lembaga yang tidak memberi pengaruh?, karena itu, “Siapa yang seharusnya perlu diwaspadai di antara mereka?” Dan akan lebih arif, bagi siapa pun untuk mengedepankan keutuhan dan kesatuan tokoh umat Islam dan umatnya. (it/ut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2008/al-qardhawi-di-antara-100-tokoh-dunia/"&gt;DAKWATUNA&lt;/a&gt; Mei 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-3320954979912107141?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/3320954979912107141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/01/al-qaradhawi-ada-di-antara-100-tokoh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/3320954979912107141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/3320954979912107141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/01/al-qaradhawi-ada-di-antara-100-tokoh.html' title='Al-Qaradhawi ada di antara 100 Tokoh Dunia'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-2763468030573031254</id><published>2010-01-02T15:04:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T15:04:37.094-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fatwa'/><title type='text'>Al-Qaradhawi: Tidak Boikot Produk Israel dan AS Dosa Besar</title><content type='html'>dakwatuna.com – Kembali Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Internasional menunjukkan pembelaannya yang tegas terhadap penderitaan rakyat Gaza, kali ini beliau memfatwakan keharaman jual-beli produk-produk Israel dan Amerika. Ia mengatakan dalam salah satu khutbah tentang problematika boikot ekonomi terhadap pihak-pihak yang memusuhi umat Islam yang dilansir oleh situs resmi beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qaradhawi menegaskan: “Ada jihad ekonomi, yaitu kita membuat fatwa, fatwa yang saya keluarkan bersama sejumlah ulama tentang keharaman jual-beli produk-produk Israel dan Amerika. Boikot, boikot semua produk-produk Israel dan Amerika adalah merupakan kewajiban setiap umat. Semua yang berbau produk Amerika.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengisyarakatkan bahwa kata “coca cola” berarti Amerika, Burger, Mc Donald, Pizza Hut, semua itu produk-produk Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap kali saya melihat produk-produk ini dada saya bergemuruh, jiwa saya meronta, kami ingin umat memboikot produk-produk ini. Bahkan cannel tv BBC, mobil sampai pesawat boing. Kami menghimbau pemerintah dan rakyat agar segera memboikot produk-produk ini, dan agar dibentuk semisal komisi atau panitia khusus untuk mengevaluasi sejauh mana efektifitas gerakan boikot dan penentuan skala prioritas boikot. Setiap produk yang ada gantinya, wajib diboikot. Apa yang menjadikan kita memiliki mobil produk Amerika, padahal kita mampu membeli mobil dari Jepang dan Jerman?? Kita tidak akan rugi sama sekali. Boikot ini hukumnya wajib bagi semua, baik sekala besar maupun kecil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut beliau menegaskan:&amp;nbsp; “ Kami menghendaki umat Islam, laki-laki dan perempuan, ibu-ibu rumah tangga agar tidak membeli produk-produk Amerika. Boleh jadi ada produk-produk Israel dengan label lain, karenanya siapa yang mengetahui itu, wajib baginya untuk memboikot, hukumnya haram. Bahkan merupakan bagian dari dosa besar membeli produk-produk itu di masa sekarang ini. Ini bagian dari jihad yang ada dalam Islam, harus kita lakukan dan beritahu orang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik alamat di bawah ini untuk mengetahui produk-produk yang membantu gerakan Zionis Israel: &lt;a href="http://www.kate3.com/what/list_full.jsp"&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2009/al-qaradhawi-tidak-boikot-produk-israel-dan-as-dosa-besar/"&gt;DAKWATUNA&lt;/a&gt; Januari 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-2763468030573031254?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/2763468030573031254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/01/al-qaradhawi-tidak-boikot-produk-israel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/2763468030573031254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/2763468030573031254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2010/01/al-qaradhawi-tidak-boikot-produk-israel.html' title='Al-Qaradhawi: Tidak Boikot Produk Israel dan AS Dosa Besar'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-6360511414663115324</id><published>2009-12-29T18:33:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T18:35:12.117-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syariah wal hayah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Qardhawi : Saya tidak mengingkari umat Nashroni merayakan hari Raya mereka</title><content type='html'>Dr&amp;nbsp; Yusuf Al-Qaradhawi – Ketua Persatuan Ulama Muslimin Internasional – mengatakan bahwasanya ia tidak mengingkari umat nashori dalam merayakan hari&amp;nbsp; Natal maupun perayaan-perayaan agama mereka yang lainnya. Namun sesungguhnya yang ia sayangkan dan ingkari adalah ; sikap berlebihan yang muncul dari sebagian kaum muslimin dalam perayaan hari Natal ini. Qardhawi melandaskan sikapnya tersebut atas dasar “ penjagaan identitas keislaman’, khususnya di negara-negara islam yang didalamnya tidak terdapat minoritas nashrani.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Qardhawi mengingatkan bahwa dia mengeluarkan fatwa yang membolehkan ucapan selamat kepada non-muslim dalam hari raya mereka, dimana hal itu bertentangan dengan fatwa syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang mengharamkan hal tersebut, yang kemudian juga menjadi&amp;nbsp; rujukan ulama negara-negara islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qardhawi menyatakan hal di atas sebagai bentuk tanggapan atas beberapa media massa –khususnya majalah jerman DER SPIEGEL- yang menuduhnya melakukan “ Provokasi anti Kristen” sebagaimana mereka mengistilahkannya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam program diskusi “ Syariah wal Hayah” yang disiarkan Stasiun TV Al-Jazeera hari Ahad, 28 Desember 2009 yang lalu, Qardhawi mengomentari tuduhan-tuduhan yang ditujukan pada dirinya dengan mengatakan : “ Amat disayangkan, ini dijadikan amunisi bagi sebagian kaum barat untuk menyerang Islam dan aktifis-aktifisnya. Mereka tidak pernah melewatkan satu peluangpun kecuali meletakkan racun mereka sebagaimana dalam permasalahan ini “ &lt;br /&gt;Qardhawi menambahkan : “ Sudah sama-sama diketahui, bahwa saya dikenal sebagai da’I yang toleran terhadap seluruh agama, dan kitab-kitab yang saya tulis menunjukkan itu semua. Bahkan dalam kitab yang terakhir saya terbitkan dalam masalah ini -yaitu Fiqhul Jihad -, saya tetap menekankan kebolehan mengucapkan selamat kepada umat nashrani dalam hari raya mereka”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ucapan selamat pada umat Nashrani&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qardhawi menjelaskan : “ saya tidak mengingkari umat nashrani di negeri mereka merayakan hari raya mereka, bahkan saya mempunyai fatwa yeng membolehkan ucapan selamat kepada umat nashrani dalam hari raya Natal, dimana ini bertentangan dengan apa yang difatwakan oleh Ibnu Taimiyah yang mengatakan ketidak bolehan hal tersebut, dan banyak ulama di Saudi dan negara-negara teluk yang merujuk pada fatwa (haram) tersebut”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qardhawi merincikan bahwa kebolehan ucapan selamat dalam fatwanya itu berlaku pada tetangga atau sahabat non muslim, karena hal tersebut termasuk dalam pintu kebajikan yang tidak dilarang oleh Allah SWT dalam ayat Mumtahanah 8 : Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, beliau tetap mengingkari sikap berlebihan sebagian kaum muslimin dalam perayaan hari raya non muslim. Qardhawi menyatakan : “ akan tetapi saya telah memperingatkan dalam salah satu khutbah jumat saya sekitar dua pekan sebelumnya, bahwasanya sebagain kaum muslimin bersikap berlebihan dalam perayaan Natal, padahal mereka bukanlah umat kristen, dan masyarakat kita bukanlah masyarakat kristen, dan (anehnya) mereka tidak melakukan hal yang sama saat Iedul Fithri dan Iedul Adha .. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qardhawi melanjutkan : “karena itulah saya mengingkari hal tersebut, khususnya setelah Swiss melarang adzan yang tidak mengganggu seorangpun, begitu pula Perancis yang melakukan survei yang memunculkan angka 40% dari orang perancis mengatakan : seharusnya yang dilarang adalah masjid bukan adzan saja !! . Inilah yang mereka lakukan , sementara kita di negeri kita ikut merayakan hari Natal dengan batas-batas tertentu ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Identitas dan Tampilan Islami&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena berbagai hal itulah, Dr Qardhawi memandang perlunya penjagaan atas identitas keislaman, karena sikap berlebihan akan merusak segala sesuatunya. Begitu pula sikap berlebihan dalam perayaan Natal, merusak tampilan dan identitas keislaman negara muslim”&lt;br /&gt;Qardhawi menekankan dengan keras bahwa meluasnya&amp;nbsp; keikutsertaan kaum muslimin dalam perayaan tersebut dan sikap yang berlebihan di dalamnya, akan mengancam identitas keislaman dan menunjukkan sikap menggampangkan. Dan permasalahan yang muncul dalam tindakan semacam itu adalah menjauhkan dari manhaj wasathiyah (moderat) dalam Islam, yaitu : engkau menjaga identitas Anda sebagai muslim, dan berinteraksi pada yang lain dengan toleran dan memberikan hak-haknya, serta berpartisipasi dalam hal-hal maslahat umum. Inilah ajakan kami selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qardhawi mengkhususkan hal tersebut di wilayah negara-negara muslim, terlebih pada negara yang tidak terdapat di dalamnya minoritas non muslim. Beliau melandaskan bahwa status asal dari makhluk&amp;nbsp; adalah beragam, dengan keragaman ini ternyata ada kekhususan-kekhususan yang harus kita jaga secara identitasnya. Dan Al-Quran juga telah menekankan hal tersebut dan surat Al-Kafirun dan Al-Fatihah.&amp;nbsp; “ Bagimu agamamu dan bagiku agamaku”.&amp;nbsp; Tetapi masalahnya justru ada pada sebagian besar orang Barat yang bertindak atas dasar “ bagi kami agama kami, dan tidak ada bagimu agama apapun “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qardhawi mencontohkan pada kasus Al-Jazair, bahwasanya penjajahan berusaha untuk menguliti masyarakat di sana dari unsur kearaban dan bahasanya, juga menekan keislamannya. Akan tetapi ulama Islam cukup cerdas dalam menyikapinya, mereka mendirikan organisasi ulama Al-Jazair, lalu menghidupkan identitas keislamannya “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga menambahkan contoh lain, pada negara-negara Islam lainnya yang pernah terjajah : “ negara itu bebas merdeka secara militer saja, tetapi peraturan perundangan dan kebiasaan barat masih saja mendominasi”. Dari titik tolak inilah – sebagaimana dikatakan Qardhawi- : Wajib bagi kita mengembakikan identitas kita dan menjaganya sehingga tidak punah dan terhapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikan, pada saat yang sama Qardhawi mengingatkan bahwa “ penjagaan kita atas identitas kesilaman, bukan berarti melarang toleransi dan mencari kesepahaman antara kita dengan kaum lainnya.&amp;nbsp; Sesungguhnya bahaya sejati adalah meniru barat secara membabi buta. Mereka ingin menjadikan kita sebagai pengekor, dan inilah yang sudah diingatkan oleh Rasulullah SAW : “ Sungguh engkau akan mengikuti tingkah laku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, hingga sekiranya mereka masuk lobang biawak engkau akan mengikutinya pula. Mereka bertanya : “Yahudi dan Nasrani ?”. rasulullah SAW menjawab : Benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, Qardhawi menegaskan bahwa Islam tidak menginginkan kita kehilangan kepribadian kita dan menjadi pengekor saja. (HR Bukhori Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : terjemah bebas dari &lt;a href="http://qaradawi.net/"&gt;situs qaradawi arabic&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-6360511414663115324?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/6360511414663115324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qardhawi-saya-tidak-mengingkari-umat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/6360511414663115324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/6360511414663115324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qardhawi-saya-tidak-mengingkari-umat.html' title='Qardhawi : Saya tidak mengingkari umat Nashroni merayakan hari Raya mereka'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-3035713039434852203</id><published>2009-12-27T23:53:00.000-08:00</published><updated>2009-12-27T23:53:07.460-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Al-Qaradhawi: Pembangunan Tembok Mesir Hukumnya Haram</title><content type='html'>Ketua Persatuan Ulama Muslim Sedunia, Dr. Yusuf Al-Qaradhawi meminta Mesir untuk menghentikan pembangunan tembok baja yang dibangun di sepanjang perbatasan Mesir dan Jalur Gaza. Ia menyatakan bahwa pembangunan ini sebagai "tindakan yang dilarang dalam Islam". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qaradhawi mengatakan dalam copy-an pernyataan yang diterima oleh Al Jazeera Net, bahwa pembangunan tembok baja hukumnya haram dalam Islam, sebab proyek ini dimaksudkan untuk menghentikan segala bantuan ke Gaza, meningkatkan pengepungan dan kelaparan bagi rakyat Gaza, merendahkan dan menekan mereka sehingga mau berlutut dan menyerah kepada keinginan Israel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar bahwa Mesir bebas dan mempunyai hak kedaulatan atas negara mereka, tetapi mereka tidak bebas untuk membantu dalam membunuh kaumnya, saudara-saudara dan tetangganya di Palestina," ungkap Qaradhawi. Ia menekankan bahwa hal ini tidak boleh terjadi baik dari sisi arabisme karena adanya nasionalisme arab, dari sisi keislaman karena adanya ukhuwwah islamiyah, dan juga dari sisi kemanusiaan karena adanya keharusan menjaga persaudaraan kemanusiaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qaradhawi juga menekankan bahwa tembok yang dibangun oleh Mesir tidak ada bandingannya selain tembok pemisah yang dibangun Israel belum pernah terjadi sebelumnya. "Israel membangun tembok pemisah untuk mencekik rakyat Palestina, dan Mesir sedang membangun tembok lain yang pada ujungnya adalah untuk kepentingan Israel." tegas Qaradhawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga meminta Mesir untuk membuka penyeberangan Rafah bagi rakyat Gaza, bukannya mencekik rakyat Gaza dan ikut berpartisipasi dalam pembunuhan. Ia menegaskan bahwa pembukaan gerbang Rafah wajib hukumnya menurut Islam dan undang-undang, sebab bagi rakyat Gaza gerbang Rafah adalah paru-paru untuk bernafas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qaradhawi meminta kepada rakyat Palestina agar kembali ke terowongan yang ada agar mereka bisa mendapatkan alternatif dari gerbang yang hampir setiap hari ditutup, walaupun yang datang adalah rombongan yang membawa bantuan kemanusiaan. "Apabila mereka juga dilarang memasuki terowongan ini, itu artinya berkata kepada mereka, matilah kalian dan hiduplah Israel." tegas Qaradhawi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menyerukan semua kawan dari Mesir untuk memberikan tekanan agar Mesir dapat manarik diri dari kejahatan ini yang tidak memiliki pembenaran ini. Ia mengajak Liga Arab dan Organisasi Konferensi Islam untuk ikut turun tangan menghentikan tragedi ini. (sn/alj/umr)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/al-qaradhawi-pembangunan-tembok-mesir-hukumnya-haram.htm"&gt;ERA MUSLIM&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-3035713039434852203?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/3035713039434852203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/al-qaradhawi-pembangunan-tembok-mesir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/3035713039434852203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/3035713039434852203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/al-qaradhawi-pembangunan-tembok-mesir.html' title='Al-Qaradhawi: Pembangunan Tembok Mesir Hukumnya Haram'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-3290161306867395404</id><published>2009-12-27T16:05:00.000-08:00</published><updated>2009-12-27T16:05:47.564-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metode fatwa'/><title type='text'>Qardhawi , Guru Umat pada Zamannya</title><content type='html'>Oleh Cecep Taufikurrohman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekitar tujuh puluh enam tahun perjalanan hidup Syaikh Qardhawi (sampai tahun 2002), minimal ada dua hal yang menjadi main stream aktivitas hidupnya. Pertama adalah aktivitasnya sebagai seorang intelektual dalam bidang fikih (faqih) dan kedua adalah aktivitasnya yang sangat signifikan dalam shahwah dan harakah Islamiyah. Bagi Qardhawi, ilmu yang diraihnya di Al-Azhar adalah bekalnya dalam menggali khazanah Islam, sedangkan yang didapatkannya di lapangan bersama Ikhwan adalah bekal utamanya dalam menjalani dunia pergeraklan Islam (harakah) dan shahwahIslamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Muqaddimah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesir adalah salah satu negara di kawasan Timur Tengah yang sangat kaya dengan khazanah keislaman. Semenjak Islam masuk ke sana dan Amr bin ‘Ash menjadi gubernur pertama di bawah Khalifah Umar Ibn al-Khattab, di negeri ini telah muncul para pemikir muslim dan pembaharu yang sangat brilian. Pada zaman Islam klasik, kita mengetahui bahwa salah seorang imam madzhab Islam terbesar, Muhammad bin Idris al-Syafi’i atau yang dikenal dengan Imam Syafi’i, hampir separuh usianya beliau habiskan di Mesir. Pada tataran militer, negeri ini pernah dijadikan markas besar oleh mujâhid besar, Shalahuddin al-Ayyubi yang membebaskan al-Quds dari tangan kaum Nashrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-19, kita mendengar tokoh pembaharu seperti Jamaluddin al-Afghani (meskipun bukan kelahiran Mesir) (1838-1897 M), yang bersama-sama dengan Syaikh Muhammad Abduh (1849-1905 M) menerbitkan majalah al-‘Urwah al-Wutsqâ di Paris. Afghani adalah seorang&lt;br /&gt;pembaharu yang berusaha keras membela dunia Islam dan membebaskan mereka dari genggaman para penjajah dan terkenal dengan ide pan Islamismenya (al-Jâmi’ah al-Islâmiyah). Adapun Muhammad Abduh adalah seorang ulama yang berusaha keras melakukan&amp;nbsp; pembaharuan dan mendialogkan ajaran Islam (terutama syarî’ah) dengan&amp;nbsp; realitas masyarakat yang dihadapinya. Begitu pula muridnya, Sayyid Muhammad Rasyid Ridha (1865-1935 M), yang meneruskan tafsir al-Mannâr karya Muhammad Abduh dan menerbitkan majalah al-Mannâr.&lt;br /&gt;Kemudian disusul ulama-ulama Al-Azhar lainnya yang tidak mungkin kami sebutkan&amp;nbsp; satu persatu. Tentu saja rentang waktu antara Imam Syafi’i dengan Jamaluddin al-Afghani tersebut, di Mesir telah banyak pemikir besar lainnya yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada wacana pemikiran kaum intelektual muslim Mesir ini, sekitar awal abad ke-14 Hijriyah atau abad ke-19 Masehi, terjadi polemik besar antara kaum pembaharu dan kaum tradisional. Di satu sisi, kaum pembaharu berusaha keras agar dapat menghadapkan dan membawa Islam kepada persoalan-persoalan kontemporer yang tidak pernah muncul pada zaman klasik, sedangkan di sisi lain kaum tradisionalis sama sekali menolak ide pembaharuan tersebut dan mereka menangkapnya dengan penuh kecurigaan bahkan mereka menganggap bahwa ide&amp;nbsp; pembaharuan hanyalah merupakan sebuah ide besar berbau Barat yang akan menghancurkan prinsip-prinsip ajaran Islam, padahal bagi para pembaharu, upaya tajdid ini adalah sebuah keniscayaan (necessity),karena tanpanya, Islam tidak akan dapat menyentuh persoalan-persoalan baru. Akan tetapi, pembaharuan yang dilakukan harus tetap memperhatikan prinsip-prinsip pokok Islam yang tidak dapat berubah (tsawâbit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja arah berlawanan ini menimbulkan polemik besar dan berkepanjangan. Akan tetapi, akhirnya polemik tersebut mulai menjinak dengan munculnya beberapa pemikir baru Mesir pada awal abad ke-20 yang di antaranya adalah Syaikh Muhammad al-Ghazali dan Dr. Yusuf Qardhawi. Syaikh Muhammad al-Ghazali adalah ulama yang merepresentasikan kaum&amp;nbsp; pembaharu, sedangkan Syaikh Qardhawi adalah reprsentasi kaum tradisonal. Dengan hadirnya dua orang ulama ini, kubu&amp;nbsp; pembaharu dan tradisional mulai saling berdialog dan mendekati, sehingga kemunculan dua orang tokoh tersebut (meminjam istilah Thariq al-Busyra) seperti dua buah lautan yang bertemu pada sebuah muara (multaqâ al-Bahrain), yaitu lautan para pembaharu dan lautan kaum tradisional, yang kemudian dua laut itu menjadi satu arus. Dengan demikian, dari kolaborasi ‘cantik’ antara dua pemikir ini, kita menemukan seorang pembaharu yang memiliki ruh tradisional dan pembela prinsip-prinsip Islam (ushûl); dan seorang&amp;nbsp; tradisionalis yang memiliki jiwa pembaharu yang menggunakan tajdid sebagai jalan untuk mempertahankan eksistensi dan ushûl Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, gaya pemikiran Islam seperti ini, akan dapat menjadikan Islam&amp;nbsp; lebih dapat berdialog dan harmonis dengan zaman, tetapi ia tidak kehilangan kemurniannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang ulama ini adalah alumni Universitas Al-Azhar Mesir. Mereka sering sekali mendialogkan pemikirannya secara terbuka. Salah satunya adalah ketika Syaikh Muhammad al-Ghazali menulis sebuah buku yang berisi rekontruksi standar keshahihan hadits berdasarkan makna matan) dan tidak hanya mendasarkannya kepada kredibilitas para perawi (sanad) seperti yang dilakuakn oleh para ulama klasik. Buku tersebut berjudul: al-Sunnah al-Nabawiyyah baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al-Hadîs. Kemudian Syaikh Qardhawi berusaha mengkritik metodologi Syaikh&amp;nbsp; al-Ghazali ini dengan metodolgi klasik yang sangat dikuaisainya. Buku tersebut berjudul Kaifa na ta’âmal ma’a al-Sunnah al-Nabawiyah (Bagaimanakah seharusnya memperlakukan Sunnah Nabawiyah). Kedua buku tersebut telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kedua tokoh ini adalah dua orang ulama yang memiliki kedekatan secara personal dan pernah bersama-sama menjadi penghuni penjara Thûr, bahkan Qardhawi menulis buku yang secara khusus&amp;nbsp; menceritakan kedekatannya dengan Syaikh Muhammad al-Ghazali yang berjudul: al-Syaikh al-Ghazâlî Kamâ Araftuhu: Rihlah Nishf Qarn.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, setelah Syaikh Muhammad al-Ghazali meninggal dunia (bulan Maret tahun 1996),Syaikh Qardhawi terus berjuang dan berkarya untuk kebangkitan umat.&amp;nbsp; Tentu saja ruang sempit untuk&lt;br /&gt;pengantar buku ini bukan tempatnya untuk memaparkan perjalanan dan jasa mereka terhadap Islam. Kami hanya akan menulis sebagian kecil kontribusi yang telah diberikan Qardhawi, salah seorang ulama yang masih hidup dan berusaha keras&amp;nbsp; meneruskan cita-cita para pendahulunya tersebut terhadap Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;b. Masa Kecil Syaikh Qardhawi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Yusuf Qardhawi (selanjutnya ditulis: Qardhawi) yang semenjak duduk di tingkat keempat Ibtida’iyah selalu dijuluki ‘Yâ Allâmah’ atau syaikh oleh para gurunya, beliau dilahirkan di sebuah kampung kecil yang bernama Shaft Turab. Ia adalah salah satu perkampungan asri Mesir yang terdapat di Provinsi Gharbiyah, dengan ibu kotanya Thantha. Dari Kairo, kampung tesebut berjarak sekitar 150 kilo meter atau untuk menempuhnya membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam. Tepatnya ia dilahirkan pada tanggal 09 September 1926 dari pasangan suami istri yang sangat sederhana tetapi taat beagama. Ia tidak berkesempatan mengenal ayah kandungnya dengan&lt;br /&gt;baik, karena tepat usianya baru mencapai dua tahun, ayah yang dicintainya telah dipanggil sang Khâliq, pemilik kehidupan dan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ayah kandungnya meninggal dunia, ia diasuh dan dibesarkan oleh ibu kandung, kakek dan pamannya. Akan tetapi pada saat ia duduk di tahun keempat Ibtida’iyah Al-Azhar, ibunya pun dipanggil yang maha kuasa. Beruntung, ibu yang dicintainya masih sempat menyaksikan putra tunggalnya ini hafal seluruh al-Quran dengan bacaan yang sangat fasih, karena pada usia sembilan tahun sepuluh bulan,ia telah hafal al-Qu’ran di bawah bimbingan seorang kutâb yang bernama Syaikh Hamid. Setelah ayah, Ibu dan kakeknya meninggal dunia, ia diasuh dan dibimbing oleh pamannya. Pendidikan formalnya dimulai pada salah satu lembaga pendidikan Al-Azhar yang dekat dengan kampungnya, yang hanya menerima calon siswanya yang sudah hafal al-Quran. Di lembaga pendidikan inilah Qardhawi kecil mulai bergelut dengan kedalaman khazanah Islam di bawah bimbingan para gurunya. Selain itu, dalam rentang waktu Ibtida’iyah sampai Tsanawiyah yang diseleaikannya di Al-Azhar, ia mengalami berbagai peristiwa yang kelak sangat mempengaruhi jalan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu peristiwa istimewa yang dialaminya di tingkat Ibtida’iyah adalah pada saat pertama kali ia mendengarkan ceramah Ustdaz al-Bana. Ketika mendengarkan ceramahnya, intuisi Qardhawi kecil mulai dapat merasakan kehadiran seorang laki-laki ‘alim yang telah menggadaikan seluruh kehidupannya hanya untuk kepentingan Islam dan umatnya. &lt;br /&gt;Saat itu, Qardhawi kecil yang pernah bercita-cita untuk menjadi Syaikh Al-Azhar, dapat menangkap seluruh isi ceramah yang disampaikan Syaikh al-Bana tanpa terlewat satu bagian pun. Ia pun mulai memiliki kesadaran dan pemahaman akan pentingnya dakwah yang dilakukan secara berjama’ah; maka untuk upaya inilah ia mulai bergabung bersama Ikhwan al-Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kecilnya, di dalam jiwa Qardhawi terdapat dua orang ulama yang paling banyak memberikan warna dalam hidupnya, yaitu Syaikh Al-Battah (salah seorang ulama alumni Al-Azhar di kampungnya) dan Ustadz Hasan al-Bana. Bagi Qardhawi, Syaikh al-Battah adalah&lt;br /&gt;orang yang pertama kali mengenalkannya kepada dunia fikih, terutama madzhab&lt;br /&gt;Maliki, sekaligus membawanya ke Al-Azhar. Sedangkan Syaikh al-Bana adalah orang yang telah mengajarkannya cara hidup berjamaah, terutama dalam melaksanakan tugas-tugas berdakwah. Mengenai pengaruh al-Bana dalam dunia pemikiran dan spiritualnya, beliau pernah&amp;nbsp; mengatakan: “Di antara orang-orang yang paling banyak memberikan pengaruh besar dalam dunia pemikiran dan spiritual kami adalah Syaikh al-Syâhid al-Bana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;Proyek dan Kontribusi Qardhawi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekitar tujuh puluh enam tahun perjalanan hidup Syaikh Qardhawi (sampai tahun 2002), minimal ada dua hal yang menjadi main stream aktivitas hidupnya. Pertama adalah aktivitasnya&lt;br /&gt;sebagai seorang intelektual dalam bidang fikih (faqih) dan kedua adalah aktivitasnya yang sangat signifikan dalam shahwah dan harakah Islamiyah. Bagi Qardhawi, ilmu yang diraihnya di Al-Azhar adalah bekalnya dalam menggali khazanah Islam, sedangkan yang didapatkannya di lapangan bersama Ikhwan adalah bekal utamanya dalam menjalani dunia pergeraklan Islam (harakah) dan shahwahIslamiyah. Kita akan mencoba melihat dua proyek besar yang terus menerus digarap oleh Qardhawi dalam rangka mengabdikan diri untuk kepentingan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;a.Sebagai Seorang Faqih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah disebutkan di atas, bahwa Mesir adalah salah satu negara di kawasan Timur Tengah yang sangat kaya dengan khazanah intelektual Islam. Di kawasan yang pernah disinggahi beberapa orang nabi ini, hampir semua aliran pemikiran dan madzhab keagamaan dapat kita&lt;br /&gt;temukan, baik madzhab fikih, kalam maupun tasawuf. Dalam dunia fikih, di negeri ini hampir seluruh madzhab besar (terutama empat madzhab Sunni), tetap hidup dan berkembang. Tidak heran jika di sana ada beberapa daerah yang dikenal sebagai kawasan madzhab Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah ataupun Hanbaliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, madzhab Imam Syafii adalah madzhab yang dianut oleh mayoritas masyarakat Mesir, terutama di perkampungan. Secara historis, hal tersebut disebabkan karena Imam Syafi’i pernah tinggal lama di Mesir (sampai meninggal dunia) dan di negeri ini pula beliau melahirkan qaul jadid, yaitu pendapat-pendapat yang sangat berbeda dengan yang pernah difatwakannya semasa di Irak (qaul qadîm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia tasawuf, sampai saat ini di Mesir masih tumbuh subur berpuluh-puluh tarikat sufi yang di antaranya adalah Ahmadiyah (bukan Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad), Naqsyabandiyah, Syadziliyah, Rifa’iyah, Burhamiyah, ditambah puluhan tarikat lainnya yang merupakan cabang dari lima tarikat besar tersebut. Tentu saja tumbuh subur dan terjaganya&lt;br /&gt;khazanah Islam di Mesir ini tidak dapat dilepaskan dari peranan Al-Azhar yang merupakan pemilik otoritas keagamaan bagi seluruh masyarakat Mesir dan selalu membela ajaran Islam di garis paling depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampung halaman tempat lahir dan dibesarkannya Qardhawi sendiri, terdapat beberapa madzhab fikih dan aliran-aliran tarikat yang dianut masyarakat secara turun temurun. Tradisi&lt;br /&gt;ketaatan mereka terhadap madzhab tertentu secara ekstrim, telah menyebabkan mereka hidup statis dan monoton yang sering sekali berubah menjadi sikap fanatik yang tidak dapat dibenarkan oleh Islam, sehingga dalam beribadah, mereka tidak lagi mengikuti al-Quran dan Sunnah atau qaul yang argumentatif dan dapat dipertangungjawabakan. Hal tersebut disebabkan karena kepatuhan mereka adalah semata-mata merupakan kepatuhan terhadap indifidu dan bukan pada kekuatan hujjah yang digunakan. &lt;br /&gt;Kondisi inilah&amp;nbsp; yang membesarkan Qardhawi. Akan tetapi ia masih sangat beruntung, karena meskipun hidup di tengah-tengah masyarakat yang madzhab centris, ia masih dapat ‘tercerahkan’ dan memiliki arus berbeda dengan masyarakat di sekitarnya. Tentu saja sikap Qardhawi ini tidak dapat dilepaskan dari peranan dan bantuan para gurunya. Semenjak duduk di tingkat Tsanawiyah, Qardhawi telah banyak belajar agar dapat hidup berdampingan dengan mereka yang memiliki pandangan berbeda. Pada tingkat ini pulalah ia mulai belajar untuk mengikuti hujjah dan bukan mengikuti figur, karena ia mengetahui (sesuai perkataan Imam Malik), bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan kebenaran, meskipun pada perjalanannya, secara tidak disengaja ia melakukan kesalahan. Semua orang &lt;br /&gt;(meskipun seorang ulama besar atau imam madzhab), pendapatnya dapat diterima ataupun ditolak, kecuali Rasulullah saw. Oleh sebab itu, semenjak duduk di tingkat Ibtidaiyah, jika ia mendapatkan gurunya tidak memiliki argumen yang jelas dari al-Quran dan sunnah, ia tidak segan-segan mengkritik dan membantah pendapat gurunya. Melihat sikap kritis Qardhawi kecil ini, ada gurunya yang sangat bangga tetapi ada pula yang merasa ‘jengkel’, sehingga ia pernah diusir dari kelas karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap seperti ini, semenjak dini telah dibuktikan oleh Qardhawi di tengah-tengah masyarakat, yaitu pada saat ia diminta untuk mengajar ilmu-ilmu agama di sebuah masjid jami’ kampungnya. Saat itu, ia mengajarkan ilmu fikih tetapi yang diajarkannya bukanlah qaul-qaul madzhab Syafi’i yang dianut oleh mayoritas penduduk. Ia mengajarkan fikih langsung dari sumber utamanya, yaitu al-Qur’an dan Sunnah shahihah ditambah dengan fatwa para sahabat. Ia sendiri mengakui bahwa metode pengajaran yang diterapkannya ini diambilnya dari metode yang digunakan oleh Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu&amp;nbsp; saja upaya-upaya Qardhawi tersebut mendapatkan penentangan yang sangat kuat dari masyarakat yang selama ini hanya hidup dalam Syafi’iyah cyrcle. Resistensi masyarakat dan para&lt;br /&gt;ulama tua di kampungnya ini mencapai puncaknya dengan sebuah ‘pengadilan’ yang mereka adakan secara khusus untuk meminta pertanggungjawaban Qardhawi. ‘Pengadilan’ tersebut akhirnya berubah bentuk menjadi sebuah forum polemik seru antara Qardhawi muda dengan para ulama madzhab di kampungnya. Pada perdebatan tersebut, ia berhasil meyakinkan para ulama dan masyarakatnya, bahwa ia bukanlah orang yang membenci madzhab, bahkan ia adalah salah seorang&amp;nbsp; pengagum para imam madzhab dengan kelebihan dan kekurangan mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menganjurkan seandainya kita akan mengambil sebuah qaul dari madzhab tertentu, maka ia harus diambil langsung dari qaul pendirinya yang ditulis dalam buku induknya. (seperti al-Um bagi madzhab Syafi’i), karena jika suatu madzhab semakin dekat kepada sumber-sumber utamanya, maka pengikutnya akan semakin toleran, tetapi jika mereka semakin jauh dari sumber aslinya, justru inilah yang selalu menimbulkan fanatisme buta, meskipun mereka mengetahui bahwa pendapat tersebut tidak memiliki hujjah yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sikap toleran yang dimilikinya didapatkan pula dari Ikhwan al-Muslimin, sebuah pergerakan Islam yang membina umat dari berbagai segmen,sehingga ia banyak belajar berbaur dengan mereka yang memiliki faham berbeda memiliki latar belakang pendidikan berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikapnya dalam memperlakukan fikih tersebut berlanjut sampai masa tua. Oleh sebab itu, tidak heran jika pada saat ia mulai mencapai kematangan dalam dunia fikih, ia memilih metode fikihnya dengan semangat moderasi (wasathiyah), toleransi (tasâmuh), lintas madzhab dan selalu menghendaki kemudahan bagi umat (taisîr), serta mengakses penggalian hukum secara langsung dari sumbernya yang asli, yaitu al-Quran dan sunnah shahihah. Dengan metode inilah Qardhawi menjelajahi dunia fikih, dari tema-tema yang paling kecil seperti masalah lalat yang hingap pada air, sampai masalah yang paling besar seperti ‘Bagaimanakah Islam menata sebuah&lt;br /&gt;negara’?, atau dari tema yang paling klasik seperti masalah thahârah, sampai yang paling kontemporer seperti masalah demokrasi, HAM, peranan wanita dalam masyarakat dan pluralisme (ta’addudiyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ijtihad fikihnya, Qardhawi telah berhasil membuat sebuah formulasi baru dalam memperlakukan fikih, terutama ketika ia berhadapan dengan persoalan-persoalan kontemporer. Di antara formula yang dibangunnya adalah mengenai perlunya dibangun sebuah fikih baru (fiqh&lt;br /&gt;jadîd) yang akan dapat membantu menyelesaikan persoalan-persoalan baru umat. Walaupun demikian, yang dimaksudnya dengan ‘fikih’, tidak hanya terbatas pada persoalan-persoalan yang berkaitan dengan hukum-hukum juz’i yang diambil dari dalil-dalil terperinci (tafshîlî) seperti&lt;br /&gt;persoalan-persoalan thaharah, shalat, zakat dan lain sebagainya, bukan pula hanya merupakan sebuah sistem ilmu dalam Islam. Lebih dari itu, seraya mengutip al-Ghazali, yang dimaksudnya dengan kata ‘fikih’ adalah merupakan sebuah pemahaman yang komprehensif terhadap Islam, yaitu al-Fiqh (fikih) sebagai al-Fahm (pemahaman).&amp;nbsp; Adapun fikih baru yang berusaha dibangunnya antara lain adalah sebuah fikih terdiri dari: &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Fikih Keseimbangan (fiqh al-Muwâzanah).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksudnya dengan fikih keseimbangan (muwâzanah) adalah sebuah metode yang dilakukan dalam mengambil keputusan hukum, pada saat terjadinya pertentangan dilematis antara maslahat dan mafsadat atau antara kebaikan dan keburukan, karena menurutnya, di zaman kita sekarang ini sudah sangat sulit mencari sesuatu yang halal seratus persen atau yang haram seratus persen. Menurutnya, dengan menggunakan sistem fikih seperti ini, kita akan dapat memahami: Pada kondisi seperti apakah sebuah kemudaratan kecil boleh dilakuakan&lt;br /&gt;untuk mendapatkan kemaslahan yang lebih besar, atau kerusakan temporer yang boleh dilakukan untuk mempertahankan kemaslahatan yang kekal, bahkan kerusakan yang besar pun dapat dipertahankan jika dengan menghilangkannya akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Fikih realitas (Fiqh Wâqi’î).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksudkannya dengan fikih wâqi’î adalah sebuah metode yang digunakan untuk memahami realitas dan persoalan-persoalan yang muncul di hadapan kita, sehingga kita dapat menerapkan hukum sesuai dengan tuntutan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Fikih prioritas (Fiqh al-Aulawiyât).&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksudnya dengan fikih prioritas adalah sebuah metode untuk menyusun sebuah sistem dalam menilai sebuah pekerjaan, mana yang seharusnya didahulukan atau diakhirkan. Salah satunya adalah bagimana mendahulukan ushûl dari furû’, mendahulukan ikatan Islam dari ikatan yang lainnya, ilmu pengethuan sebelum beramal, kualitas dari kuantitas, agama dari jiwa serta mendahulukan tarbiyah sebelum berjihad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.Fiqh al-Maqâshid al-Syarî’ah,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaitu&amp;nbsp; sebuah fikih yang dibangun atas dasar tujuan ditetapkannya sebuh hukum. Pada teknisnya, metode ini ditujukan bagaimana&amp;nbsp; memahami nash-nash syar’i yang juz’î dalam konteks maqâshid al-Syarî’ah dan mengikatkan sebuah hukum dengan tujuan utama ditetapkannya hukum tersebut, yaitu melindungi kemaslahatan bagi seluruh manusia, baik dunia maupun akhirat. Ia mengutip Ibn Qayyim yang mengatakan, bahwa prisip utama yang menjadi dasar ditetapkannya syari’ah adalah kemaslahatan dan kebaikan bagi seluruh umat&lt;br /&gt;manusia. Oleh karena itu, maka seluruh kandungan syari’ah selalu berisi keadilan, kasih sayang Tuhan dan hikmah-Nya yang mendalam. Dengan demikian, segala sesuatu yang di dalamnya mengandung kelaliman, kekejian, kerusakan dan ketidakbergunaan, maka pasti ia bukanlah syari’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Fikih perubahan (Fiqh al-Tagyîr).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah sebuah metode untuk melakukan perubahan terhadap tatanan masyarakat yang tidak Islami dan mendorong masyarakat untuk melakuakn perubahan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kontribusi lain yang diberikan Qardhawi dalam bidang fikih adalah bagaimana mencairkan kejumudan umat Islam dalam menghadapi zaman. Menurutnya, salah satu penyebab kejumudan tersebut adalah berhentinya kreativitas umat dalam berijtihad yang merupakan dapur utama kemajuan mereka. Dari masa ke masa, persoalan umat selau berkembang, terutama setelah terjadinya inovasi-inovasi baru dalam&amp;nbsp; bidang sains dan teknologi, sementara seperti kita fahami bersama, jumlah ayat al-Quran dan hadits nabi,&lt;br /&gt;sampai kiamat mustahil akan bertambah. Oleh sebab itu, tidak ada cara lain untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut kecuali melalui jalan ijtihad yang didasarkan pada prinsip-prinsip utama ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, melakukan ijtihad adalah merupakan sebuah kewajiban agama kolektif (fardlu kifâyah), artinya pada setiap zaman harus ada seseorang yang mampu dan mau melakukannya, bahkan bagi mereka yang sudah mencapai kemampuan untuk melakukanya, ijtihad adalah merupakan sebuah kewjiban indifidual (fardhu ‘ain).. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, menurut Qardhawi, dalam melakukan ijtihad kontemporer, terdapat beberapa kode etik ijtihad yang harus menjadi acuan utama para mujtahid, baik yang berhubungan dengan para mujtahid (sebagai subjek) maupun yang berhubungan dengan&amp;nbsp; tema persoalan (objek). Kode etik yang berkenaan dengan para mujtahid antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Dalam melakukan ijtihad, hendaknya&amp;nbsp; seseorang telah memiliki perangkat-perangkat utama yang diperlukan dalam&amp;nbsp;&amp;nbsp; berijtihad. Perangkat-perangkat tersebut&amp;nbsp; antara lain: harus memahami bahasa&amp;nbsp;&amp;nbsp; Arab, memiliki pengetahuan yang memadai mengenai al-Quran dan sunnah, ushul&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; fikih serta memiliki keahlian dalam beristidlal. Syarat lain yang tidak kalah&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; penting adalah agar seorang mujtahid benar-benar memahami kondisi zamannya, sehingga ia dapat menetapkan sebuah hukum&amp;nbsp; yang sesuai dengan tuntutan&amp;nbsp; zamannya. Dengan demikian, maka seorang mujtahid tidak akan menjadi masyarakat elit yang berada di menara gading, dan keputusan hukum yang diambilnya jauh&amp;nbsp; dari realitas umat, dengan istilah lain mujtahid fî wâdin dan realitas&amp;nbsp;&amp;nbsp; umat fî wâdin âkhar. Artinya, dalam menentukan hukum, ia tidak akan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; memandang sebuah kasus hanya sebagai kasus yang berdiri sendiri tanpa melihat latar belakang dan faktor-faktor penyebabnya. Ia mencontohkan hal ini dengan&amp;nbsp; ijtihad Ibn Taimiyah. Pada saat Ibn Taimiyah bersama beberapa orang muridnya melewati barak tentara Tatar, beliau mendapatkan mereka sedang pesta mabuk.&amp;nbsp; Tentu saja para murid Ibn Taimiyah tidak dapat menerima kenyataan ini. Akan&amp;nbsp; tetapi kepada para muridnya Ibn Taimiyah berkata: “Biarkan saja mereka&amp;nbsp;&amp;nbsp; tenggelam dalam mabuk dan khamar. Allah telah mengharamkannya karena ia dapat&lt;br /&gt;menghalangi seseorang dari dzikir dan shalat, tetapi saat ini kita lihat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; khamar telah menghalangi mereka dari melakukan pembunuhan dan peperangan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam melakukan ijtihad, hendaklah&amp;nbsp;&amp;nbsp; seorang mujtahid selalu independen dan tidak berada di bawah tekanan pihak&amp;nbsp;&amp;nbsp; manapun. Memang kode etik ijtihad tersebut sangat ideal dan menjadi kriteria untama untuk seorang mujtahid muthlak. Akan tetapi pada prakteknya, semua orang dapat melakuakn ijtihad dalam bidang tertentu yang menjadi spesialisasinya atau yang disebut dengan&amp;nbsp; al-Mujtahid al-Juz’î, yaitu seseorang yang hanya berijtihad pada beberapa persoalan yang menjadi spesialisasinya saja. &lt;br /&gt;Adapun kode etik yang berhubungan dengan objek ijtihad adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hendaknya ijtihad yang dilakukan&amp;nbsp; hanya pada wilayah-wilayah yang dzannî, baik dzannî dilâlah&amp;nbsp; maupun dzannî al-Tsubît. Dengan demikian kita tidak diperkenankan untuk&amp;nbsp; berijtihad pada persoalan-persoalan yang qathî, karena persoalan yang&amp;nbsp; didasarkan pada dalil qath’i, bukan merupakan wilayah ijtihad. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ijtihad dapat dilakukan baik dalam&amp;nbsp; tema-tema yang benar-benar baru (ijtihâd insyâ’î) maupun dalam memilih pendapat yang argumennya paling kuat, paling sesuai dengan Maqâshid&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; al-Syarî’ah dan paling maslahat bagi umat. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;b.Dalam Dunia Dakwah (Harakah Dan Shahwah Islamiyah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai seorang penulis dan pemikir produktif, Qardhawi aktif pula dalam dunia dakwah (harakah dan shahwah Islamiyah). Yang dimaksud dengan shahwah adalah sebuah upaya untuk&lt;br /&gt;membangkitkan umat dari keterlenaan, keterbelakangan, kejumudan dan melepaskan mereka dari konflik internal melalui berbagai wujud usaha dengan tujuan memperbaharui agama, sehingga dapat memperbaharui kehidupan dunia mereka. Pada tataran teknis, cita-cita shahwah tersebut berusaha diwujudkan dalam sebuah aktivitas harakah. Ia menyadari bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, tidak dapat dilakukan secara individual, tetapi ia membutuhkan sebuah kerja massal (‘amal jamâ’i) yang tersusun dan&amp;nbsp; terprogram secara rapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena hal inilah maka semenjak duduk di tingkat Tsanawiyah, Qardhawi telah memulai tugas berdakwah dengan bergabung bersama Ikhwan dan semenjak awal, ia telah dipersiapkan agar menjadi salah seorang kader terbaik mereka. Salah satunya adalah pada saat ia ditunjuk untuk menjadi da’i Ikhwan untuk seluruh Mesir, dari Provinsi Alexandria (Iskandariyah) sampai Aswan dan Sinai, bahkan ia pernah ditugaskan berdakwah di beberapa negara Arab seperti Suria, Libanon dan Yordania, dengan dana yang didapatkannya dari Ustadz Hasan al-Hudhaibi, Mursyid ‘âm Ikhwan yang kedua, padahal saat itu ia masih berstatus sebagai seorang mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menjadi aktivis di lapangan, Qardhawi juga adalah merupakan salah seorang pemikir yang ide-idenya banyak dijadikan sebagai referensi oleh para aktivis harakah. Menurutnya, yang&lt;br /&gt;dimaksud&amp;nbsp; dengan harakah adalah sebuah pekerjaan yang dilakukan secara kolektif dan dimulai dari masyarakat paling bawah (bottom up) dan terorganisir secara rapih dalam upaya mengembalikan masyarakat kepada ajaran Islam. Menurut Qardhawi, tujuan utama yang harus direalisasikan oleh sebuah harakah Islamiyah adalah bagaimana mewujudkan sebuah pembaharuan (tajdîd).&lt;br /&gt;Melakukan tajdîd adalah merupakan sebuah sunnatullah yang akan terus berulang. Hal ini ditegaskan dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud dan al-Hakim: “Sesunggunya pada setiap seratus tahun, Allah akan mengutus untuk umat ini, orang yang memperbaharui agamanya”. Yang dimaksudkannya dengan pembaharuan (tajdid) adalah sebuah upaya untuk memperbaharui pemahaman keagamaan, keimanan,&amp;nbsp; sikap iltizam kepada agama serta memperbaharui metode dakwah yang digunakan. Ia bukanlah sebuah usaha untuk membuat aturan baru dalam agama dengan merubah prinsip-prinsip baku (tsawabit) atau merusak tatanan ajaran yang qath’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bidang-bidang yang harus diprioritaskan dalam memncapai tujuan tersbeut&amp;nbsp; antara lain adalah:&amp;nbsp; pendidikan (tarbiyah), pekerjaan politik (siyâsah), ekonomi (iqtishâdiyah), sosial (ijtimâ’iyah), media massa (wasâ’il al-‘Ilâm) dan pekerjaan ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontribusi Qardahawi dalam dunia dakwah tersebut, sangat kental dengan warna Hasan al-Bana. Dalam hal ini kita dapat mengatakan, jika Ustadz al-Bana adalah merupakan pendiri (mu’assis) dan disigner harakah Ikhwan, kemudian diteruskan oleh para mursyid ‘âm lainnya, maka kemunculan Qardhawi dalam harakah ini adalah sebagai&amp;nbsp; penyambung lidah dan penerus cita-cita al-Bana. Kita mengetahui bersama bahwa perjuangan al-Bana dalam membesarkan harakah tersebut telah sampai pada tahap pembentukan sebuah harakah yang terorganisir. Setelah lama berkembang, maka kemunculan Qardhawi dalam gerakan ini adalah sebagai orang yang berusaha memagari harakah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, karya-karya utama Qardhawi dalam bidang harakah dan shahwah Islamiyah, selalu diarahkan kepada upaya memperkokoh gerakan tersebut. Di antara karya-karyanya yang diarahkan kepada tujuan tersebut adalah al-Shahwah al-Islâmiyyah baina al-Juhûd wa al-Tatharruf, al-Shahwah al-Islâmiyyah baina al-Ikhtilâf al- Masyrû’ wa al-Tafarruq al-Madzmûm, al-Shahwah al-Islâmiyyah wa Humûm al-Wathan serta Aulawiyyât al-Harakah al-Islâmiyah fi al-Marhalah al-Qadîmah. Pada empat karya tersebut, Qardhawi berusaha keras membuat batasan-batasan etis yang harus dipegang dalam menjalankan tanggung jawab harakah, serta mengobati penyakit yang biasanya menghingapi para aktivis harakah. Menurut Qardhawi, hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang aktivis harakah Islamiyahadalah bagaimana mewujudkan sikap moderat (wasathiyah) dan menghindari sikap ekstrem (tatharruf), menghindari sikap yang terlalu mudah mengkafirkan seseorang (takfîr)&amp;nbsp; serta sudah saatnya agar harakah Islamiyah membuka diri untuk berdialog dengan arus yang selama ini berseberangan dengan mereka, baik kalangan sekuler, orientalis, mereka yang berbeda agama,&amp;nbsp; bahkan dialog dengan mereka yang ateis, sehingga harakah Islamiyah tidak lagi diasumsikan sebagai gerakan yang ekslusif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang tidak kalah penting bagi para aktivis harakah Islamiyah adalah agar mau merangkul semua kelompok yang sama-sama memiliki dedikasi untuk Islam, sehingga dalam menghadapi berbagai kekuatan dan pemikiran yang akan merusak jati diri Islam, mereka dapat&lt;br /&gt;bersatu padu dalam sebuah barisan yang kokoh dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;c.Pro-Kontra Seputar Pemikiran Qardhawi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah merupakan salah satu sunnah Allah bahwa kehidupan manusia&amp;nbsp; tidak akan ada yang mencapai kesempurnaan. Tidak ada seseorang yang ide-idenya akan selau mulus diterima tanpa reserve oleh berbagai kelompok. Begitu pula dengan usaha-usaha yang dilakuakan oleh Qardhawi, karena selain para pengagum yang selalu terperangah dengan ide-ide briliannya,ada juga kelompok lain yang harus ‘berfikir dua kali’ untuk menerima ide-idenya, bahkan ada pula yang mencurigai seluruh usahanya. Pada dasarnya kritikan yang disampaikan oleh siapa dan kepada siapa pun, akan sangat konstruktif jika dilakukan dengan cara-cara yang cerdas dan beradab, sehingga generasi yang akan datang, dapat belajar banyak dari mereka. Akan tetapi, semua itu akan menjadi preseden buruk bagi masa depan umat, jika dilakukan secara emosional dan penuh kecurigaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada konteks inilah kita akan memahami pihak-pihak yang berseberangan dengan Qardhawi. Di antara para ulama yang mengkritik Qardhawi dengan ilmu dan menghargai seluruh usahanya adalah Syaikh Nashiruddin al-Albani (peneliti hadits terbesar abad 20), Syaikh Abdullah bin Beh dan Syaikh Rasyid al-Ghanusi. Untuk mengkritik Qardhawi, Syaikh al-Albani, menulis sebuah buku yang berjudul Ghâyah al-Marâm fî Takhrîj Hadîts al-Halâl wa al-Harâm. Pada buku ini beliau berusaha meneliti (takhrîj) kesahihan hadis-hais yang digunakan Qardhawi dalam bukunya yang&lt;br /&gt;berjudul al-Halâl wa al-Harâm fî al-Islâm. Selain itu, menurut Isham Talimah, kelompok yang keras mengkritik pemikiran Qardhawi adalah mereka yang menamakan diri sebagai kaum Salafî. Ia telah menemukan ada oknum mereka yang menulis sebuah buku yang berjudul al-Qardhâwi fî al-Mîzân. Buku ini beredar luas di Sudi Arabia. Isham Talimah mengatakan, bahwa ia pernah bertanya mengenai persoalan ini kepada salah seorang pejabat Konsul Saudi Arabia di Qathar. Ternyata ia menjawab bahwa buku tersebut ditulis oleh seseorang yang tidak dikenal, karena ulama-ulama Saudi sangat respek terhadap pemikiran Qardhawi. Buku ini telah dijawab dengan&lt;br /&gt;ilmiah dan penuh tangung jawab oleh salah seorang mantan hakim Syari’ah Qathar, Syaikh Walid Hadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;d. Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pembacaan kami terhadap usaha dan karya ulama yang karya tulisnya telah mencapai ratusan ini. Apapun yang kami tangkap dan tuangkan pada tulisan sederhana ini adalah merupakan sebuah pandangan sederhana dari seseorang yang ingin berpihak kepada kebenaran dan ingin menjauhi sikap berat sebelah. Apapun hasilnya, Allah maha tahu terhadap mereka yang tulus membela agama-Nya dan Dia maha tahu pahala apa yang layak diberikan-Nya. &lt;br /&gt;Wallâhu ‘Alam bi al-Shawâb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Kairo,&amp;nbsp; 22 Juni 2002 M,&amp;nbsp; 11 Rabi’utsani&amp;nbsp; 1423 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://islamlib.com/id/artikel/guru-umat-pada-zamannya/"&gt;ISLAM LIB&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-3290161306867395404?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/3290161306867395404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qardhawi-guru-umat-pada-zamannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/3290161306867395404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/3290161306867395404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qardhawi-guru-umat-pada-zamannya.html' title='Qardhawi , Guru Umat pada Zamannya'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-7035310132138228624</id><published>2009-12-27T15:02:00.000-08:00</published><updated>2009-12-27T15:02:25.268-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metode fatwa'/><title type='text'>Metode Ijtihad Qardhawi ( Bagian 2 )</title><content type='html'>Mengenai peluang ulama untuk berijtihad saat ini  menurut Qardhawi adalah suatu keharusan  dan hukumnya fardu kifayah. Ada tiga macam ijtihad yang dikemukakan oleh Qardhawi, yaitu ijtihad intiqa’i, ijtihad insya’i, dan ijtihad integrasi antara ijtihad intiqa’i dan insya’i.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PERTAMA : Ijtihad Intiqa’i/Tarjih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ijtihad intiqa’i adalah memilih suatu pendapat dari beberapa pendapat terkuat yang terdapat pada warisan fikih Islam yang penuh dengan fatwa dan putusan&lt;br /&gt;hukum. Qardhawi tidak sependapat dengan orang-orang yang mengatakan bahwa kita boleh berpegang pada pendapat dalam bidang fikih (pemahaman) karena sikap itu merupakan taqlid&lt;br /&gt;tanpa dibarengi argumentasi. Seharusnya diadakan studi komparatif terhadap pendapat-pendapat itu dan meneliti kembali dalil-dalil nash atau dalil-dalil ijtihad yang dijadikan dasar&lt;br /&gt;pendapat tersebut, sehingga pada  akhirnya dapat diketahui dan dipilih pendapat yang terkuat dalilnya dan alasannya pun sesuai dengan kaidah tarjih, seperti mempunyai relevansi dengan&lt;br /&gt;kehidupan pada zaman sekarang,  pendapat itu mencerminkan kelemahlembutan dan kasih sayang kepada manusia, pendapat itu mendekati kemudahan yang ditetapkan oleh hukum Islam, pendapat itu lebih memprioritaskan realisasi maksud-maksud syara, kemaslahatan manusia, dan menolak marabahaya. Kegiatan tarjih yang dilakukan oleh ahli tarjih pada masa&lt;br /&gt;kebangkitan kembali hukum Islam berbeda dengan kegiatan tarjih pada masa kemunduran hukum Islam. Pada masa yang disebutkan terakhir ini, tarjih diartikan sebagai kegiatan yang&lt;br /&gt;tugas pokoknya adalah menye leksi pendapat para ahli fikih di lingkungan intern madzhab tertentu, seperti syafi’iyah, malikiyah, dll. Sedangkan pada periode kebangkitan Islam, tarjih&lt;br /&gt;berarti menyeleksi berbagai pendapat dari bermacam madzhab, baik beraliran sunni atau tidak. Jadi, sifatnya lintas madzhab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil dari ijtihad tarjih ini. Sedikitnya menurut Qardhawi ada tiga hal, yakni perubahan sosial politik, kemajuan ilmu pengetahuan dan&lt;br /&gt;teknologi modern, dan adanya desakan dari perkembangan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh ijtihad tarjih adalah tentang harusnya meminta izin untuk menikahkan anak gadis. Golongan Syafi’i, Maliki, dan mayoritas golongan Hanbali berpendapat sehungguhnya orang&lt;br /&gt;tua berhak memaksakan anak gadisnya yang sudah akil balig untuk menikah dengan calon suami yang dipilih oleh orang tua walaupun tanpa persetujuan gadis tersebut. Alasan yang&lt;br /&gt;digunakan adalah orang tua lebih tahu tentang kemaslahatan anak gadisnya.&lt;br /&gt;Cara yang demikian itu mungkin masih dapat diterapkan pada seorang gadis yang belum mengenal sedikitpun tentang kondisi dan latar belakang suaminya, sedangkan di zaman&lt;br /&gt;modern sekarang para gadis mempunyai kesempatan luas untuk belajar, bekerja dan berinteraksi dengan lawan jenis dalam kehidupan ini. Akhirnya, hasil dari ijtihad tarjih ini adalah&lt;br /&gt;mengambil pendapat Abu Hanifah yakni melibatkan urusan pernikahan kepada calon mempelai wanita untuk mendapatkan persetujuan dan izinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain dari ijtihad intiqa’i adalah tentang kekayaan yang dalam bahasa al-Qur’an disebut dengan al-amwal, yakni segala sesuatu yang sangat diinginkan oleh manusia untuk melikinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Asyir, kekayaan pada mulanya adalah emas dan perak tetapi kemudian berubah pengertiannya menjadi sesuatu yang disimpan dan dimiliki. Menurut madzhab Hanafi, kekayaan adalah segala yang dapat dimiliki dan digunakan menurut kebiasan. Kekayaan dapat&lt;br /&gt;disebut kekayaan apabila memenuhi dua syarat tersebut, seperti tanah, binatang, barang-barang, perlengkapan dan uang. Sesuatu yang tidak dapat dimanfaatkan tetapi mungkin dimiliki&lt;br /&gt;seperti ikan di laut, binatang di hutan dan burung di udara adalah termasuk kekayaan. Sebaliknya sesuatu yang dapat dimanfaatkan tetapi tidak mungkin dimiliki seperti cahaya dan&lt;br /&gt;panas matahari, tidak termasuk kekayaan., begitu juga sesuatu yang secara nyata dapat dimiliki  tetapi tidak dapat dimanfaatkan seperti sebutir beras, segenggam tanah, setetes air dan&lt;br /&gt;sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut madzhab Maliki, Syafii dan Hanbali, yang dimaksud dengan kekayaan adalah termasuk segala manfaat  yang dapat dikuasai dengan cara menguasai tempat dan sumbernya.&lt;br /&gt;Ibnu Najim berpendapat bahwa kekayaan, sesuai dengan yang ditegaskan oleh ulama-ulama ushul fikih adalah sesuatu yang dapat dimiliki dan disimpan untuk keperluan, Setelah memperhatikan dan mempelajari berbagai pendapat tadi, maka Qardhawi menyimpulkan bahwa yang paling tepat adalah pendapat madzhab Hanafi. Alasannya adalah pengertian tersebut lebih dekat pengertiannya dalam kamus kamus Arab dan dapat diterapkan  pengertiannya melalui nash nash tentang zakat. Dengan demikian maka yang dimaksud&lt;br /&gt;dengan kekayaan adalah sesuatu yang berwujud dan dapat dimiliki, itulah yang dapat dibebani kewajiban untuk mengeluarkan zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KEDUA :  Ijtihad Insya’i&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ijtihad insya’i adalah pengambilan konkluse hukum dari suatu persoalan yang belum pernah dikemukakan oleh ulama terdahulu. Atau cara seseorang mujtahid  kontemporer untuk memilih pendapat baru dalam masalah itu, yang belum ditemukan didalam pendapat ulama salaf. Boleh juga ketika para pakar fikih terdahulu berselisih pendapat sehingga terkatub pada dua pendapat, maka mujtahid masa kini memunculkan pendapat ketiga.&lt;br /&gt;Sebagian besar ijtihad insya’i ini terjadi pada masalah masalah baru yang belum dikenal dan diketahui oleh ulama terdahulu serta belum pernah terjadi pada masa mereka. Kalaupun mengenalnya, tentu masih dalam skala kecil yang belum mendorong mereka untuk mengadakan penelitian demi mencari penyelesaiannya. Mengenai ijtihad insya’i ini, Qardhawi berpendapat bahwa setelah mengutip berbagai pendapat para ulama, maka langkah selanjutnya adalah mengkaji kembali berbagai pendapat tersebut, kemudian menarik simpulan yang sesuai dengan nash al-Quran dan Hadits, kaidah-kaidah dan maqashid al-syar’iyah  sambil berdoa semoga Allah mengilhamkan kebenaran, tidak menghalangi tabir pahala,dan menjaga dari belenggu fanatisme&lt;br /&gt;dan taqlid serta hawa nafsu dan prasangka buruk terhadap orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh ijtihad insya’i adalah para pakar fikih pada zaman moderen ini berpendapat bahwa rumah, pabrik, tanah, dan sebagainya yang disewakan wajib dikeluarkan zakatnya. Pendapat ini dikemukakan oleh Muhammad Abu Zahrah, Abdul Wahhab Khalaf dan  Abdurrahman Hasan, Qardhawi sangat mendukung pendapat tersebut dengan pembahasan yang lengkap dengan dalil-dalil yang dipegangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila pemilik tanah menyewakan tanahnya dengan sewa berupa uang atau lain-lain yang menurut jumhur hukumnya boleh, maka siapakah yang berkewajiban membayar zakatnya, apakah pemilik tanah atau penyewa tanah?  Menurut Abu Hanifah, zakat wajib atas pemilik tanah.  Berdasarkan ketentuan bahwa zakat adalah kewajiban tanah yang memproduksi, bukan kewajiban tanaman. Dan bahwa zakat adalah beban tanah yang sama kedudukannya dengan kharaj. Maka dalam hal sewa, tanah yang seharusnya diinvestasi dalam bentuk pertanian lalu diinvestasi dalam bentuk sewa, berarti sewa tersebut sama kedudukannya dengan hasil tanaman.&lt;br /&gt;Demikian juga pendapat Ibrahim al-Nakha’I , Malik, Syafii, al –Tsauri, Ibn al-Mubarak dan Jumhur&lt;br /&gt;ulama Fikih berpendapat bahwa zakat wajib atas orang yang menyewa, karena zakat adalah  beban tanaman bukan beban tanah. Pemilik tanah bukanlah penghasil biji-bijian dan  buah-buahan yang karenanya tidak mungkin mengeluarkan zakat hasil tanaman yang bukan miliknya. Menurut Ibnu Rusyd perbedaan pendapat disebabkan tidak ada kepastian apakah zakat tersebut&lt;br /&gt;merupakan beban tanah, beban tanaman atau beban keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Mughni menilai bahwa pendapat Jumhur lebih kuat, zakat diwajibkan atas hasil tanaman.   Sedangkan Al-Rafii berpendapat bahwa penyewa tanah mempunyai dua kewajiban yakni membayar sewa dan membayar zakat. Setelah mempelajari pendapat para ulama tersebut maka Qardhawi mengemukakan pendapat bahwa yang adil adalah baik penyewa maupun pemilik harus secara bersama-sama menanggung zakat itu masing-masing sesuai dengan&lt;br /&gt;perolehannya&lt;br /&gt;Jadi pemilik tanah juga diwajibkan mengeluarkan zakat dari hasil sewa, sedangkan pendapat tersebut belum pernah dikemukakan oleh ulama-ulama terdahulu. Ijtihad yang demikian&lt;br /&gt;disebut ijtihan insya’i. Pendapat tersebut sangat adil dan sangat realistis diterapkan dizaman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga : Integrasi antara Ijtihad Intiqa’i dan Insya’i&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara bentuk ijtihad kontemporer adalah ijtihad perpaduan antara intiqa’i dan insya’i, yaitu memilih pendapat para ulama terdahulu yang dipandang lebih relevan dan kuat kemudian dalam pendapat tersebut ditambah unsur-unsur ijtihad baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh ijtihad jenis ini adalah masalah aborsi.  Lajnah Fatawa di Kuwait mengeluarkan pendapat tentang aborsi yang dibolehkan dan yang diharamkan. Lajnah Fatawa telah menyeleksi pendapat-pendapat para pakar fikih Islam sekaligus menambahkan unsur-unsur kreasi baru yang dituntut oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan ilmu kedokteran. Yang ditunjang dengan segala peralatan teknologi canggih dan kemampuan untuk mendeteksi apa yang menimpa pada janin  dalam bulan-bulan pertama, berupa cacat yang mempunyai pengaruh fisik/biologis dan psikis pada kehidupan si janin dikemudian hari menurut sunnatullah yang berlaku di alam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi Fatwa yang dikeluarkan tanggal 29 September 1984 itu adalah seorang dokter dilarang menggugurkan kandungan seorang wanita yang telah genap 120 hari, kecuali untuk&lt;br /&gt;menyelematkan wanita/ibu itu dari marabahaya yang ditimbulkan oleh kandungannya. Dan seorang dokter boleh menggugurkan kandungan wanita dengan persetujuan kedua belah pihak yaitu suami istri, sebelum kandungan itu genap berusia 40 hari, yakni saat masih berbentuk segumpal darah. Apabila kandungan itu sudah lebih dari 40 hari dan belum sampai 120 hari maka dalam keadaan seperti ini tidak boleh dilakukan abortos kecuali dalam dua kondisi berikut ini:&lt;br /&gt;a. Apabila kandungan itu tetap dipertahankan, akan menimbulkan bahaya bagi sang ibu dan bahaya itu akan berlangsung terus menerus sampai sehabis melahirkan.&lt;br /&gt;b. Apabila sudah dapat dipastikan bahwa janin yang lahir akan menderita cacat baik fisik atau akalnya, yang kedua hal itu tidak mungkin dapat disembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bersambung)&lt;br /&gt;sumber : &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Suhartono, S.Ag.,SH.,MH.(Hakim PA Martapura)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-7035310132138228624?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/7035310132138228624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/metode-ijtihad-qardhawi-bagian-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/7035310132138228624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/7035310132138228624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/metode-ijtihad-qardhawi-bagian-2.html' title='Metode Ijtihad Qardhawi ( Bagian 2 )'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-8283137773157176961</id><published>2009-12-25T06:04:00.000-08:00</published><updated>2009-12-25T06:04:06.350-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Qardhawi : Untuk apa Nobel Perdamaian untuk Obama ?</title><content type='html'>Selain menyampaikan agar umat Islam jangan sampai terlibat dalam segala hal yang berhubungan dengan Natal, pada kesempatan yang sama, di stasiun televisi Qatar, Dr. Yusuf Qardhawi, juga menyampaikan satu dua kata kepada presiden AS, Barack Obama. Berikut petikannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada masalah lain yang ingin saya bicarakan secara singkat. Obama menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Saya tidak tahu mengapa mereka memberinya hadiah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat Mr Obama layak mendapatkan hadiah? Tidak ada perdamaian di Irak. Tidak pula Afghanistan. Tidak di Somalia. Tidak ada perdamaian di negara manapun. Dia tidak bahkan berhasil memaksa Israel untuk menghentikan aktivitas pemukiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama menarik beberapa prajurit dari Irak, hanya untuk mengirim mereka ke Afghanistan –dari satu perang ke perang yang lain, dari satu pertumpahan darah yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah terus ditumpahkan di Irak dan di Afghanistan, dan saya harus menambahkan Pakistan, Yaman, Sudan, dan seterusnya. Dunia ini mendidih dengan perang, jadi untuk apa Mr Obama mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian?” (sa/islamicawakening)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/yusuf-qardhawi-untuk-apa-nobel-perdamaian-itu-mr-obama.htm"&gt;ERAMUSLIM&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-8283137773157176961?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/8283137773157176961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qardhawi-untuk-apa-nobel-perdamaian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/8283137773157176961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/8283137773157176961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qardhawi-untuk-apa-nobel-perdamaian.html' title='Qardhawi : Untuk apa Nobel Perdamaian untuk Obama ?'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-4440748030179616649</id><published>2009-12-25T06:00:00.000-08:00</published><updated>2009-12-25T06:00:11.028-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Qardhawi : Jauhilah apa saja yang berhubungan dengan Natal</title><content type='html'>Inilah taujih yang disampaikan oleh Syeikh Yusuf Al Qardhawi di stasiun televisi Qatar, belum lama ini. Isi taujihnya dengan jelas dan tegas melarang umat Islam untuk terlibat dalam kegiatan Natal. Berikut petikannya.&lt;br /&gt;"Saudara-saudara,&lt;br /&gt;Saya ingin berbicara berbicara tentang apa yang sedang terjadi di sekeliling kita sekarang ini. Saya ingin bertanya bagaimana bentuk rupa masyarakat kita hidup di negara dimana ada Muslim dan Kristen. Apa yang terjadi di toko-toko dan di jalan-jalan Doha (misalnya); semua perayaan yang disebut kelahiran Yesus, atau Natal? Seolah-olah kita hidup di negara Eropa Kristen.&lt;br /&gt;Kita bahkan tidak merayakan kelahiran dari Nabi Muhammad, tetapi kita merayakan Natal?! Pohon Natal, 4 atau 5 meter, yang didirikan di toko-toko, dan tokok-toko itu dimiliki oleh keluarga muslim. Apa ini?! Ini berarti bahwa umat ini meninggalkan identitasnya yang muslim. Islam menginginkan kita untuk mempertahankan keunikan Islam.&lt;br /&gt;Orang-orang Krsiten mencegah kita membangun kubah masjid dan mereka akan melarang pembangunan masjid-masjid. 41% dari orang-orang yang disurvei di Prancis [mendukung] mencegah pembangunan masjid, sementara 47% mendukung pelarangan kubah serta masjid.&lt;br /&gt;Apakah umat Islam di Eropa dan Amerika –dan jutaan mereka di beberapa negara—dapat merayakan Ramadhan dan Hari libur Islam di pusat-pusat kota, seperti beberapa orang di Arab dan negara-negara Muslim dan kota-kota, di Jazirah Arab? Bisakah dibayangkan apa yang terjadi dengan umat ini?!&lt;br /&gt;Saya menyerukan kepada para pemilik toko ini. Orang yang ingin membeli akan datang, mengapa Anda berpura-pura untuk merayakan sebuah agama yang bukan milik Anda, ketika mereka mencegah kita dari melakukan ritual kita? Mereka mencegah kita dari membangun kubah masjid yang indah, yang dianggap sebagai bagian dari arsitektur yang indah, terlepas dari aspek agama.&lt;br /&gt;Saudara-saudara,&lt;br /&gt;Saya ingin menyampaikan pesan, dan memperingatkan umat Islam bahwa hal ini— adalah dilarang, memalukan, dan tidak pantas. Ini menunjukkan kebodohan dan ketidaktahuan kita tentang Islam." (sa/memri tv)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/syeikh-yusuf-qardhawi-jauhilah-segala-sesuatu-yang-berhubungan-dengan-natal.htm"&gt;ERAMUSLIM&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-4440748030179616649?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/4440748030179616649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qardhawi-jauhilah-apa-saja-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/4440748030179616649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/4440748030179616649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qardhawi-jauhilah-apa-saja-yang.html' title='Qardhawi : Jauhilah apa saja yang berhubungan dengan Natal'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-4732534067811741103</id><published>2009-12-24T01:10:00.000-08:00</published><updated>2009-12-24T01:30:05.362-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metode fatwa'/><title type='text'>Metode Ijtihad Qardhawi ( Bagian 1 )</title><content type='html'>Qardhawi menegaskan bahwa tidak sepantasnya bagi seorang yang berilmu, yang dikaruniai berbagai fasilitas akal pikiran yang bias digunakan untuk mentarjih, yaitu memilih-milih&lt;br /&gt;pendapat yang lebih relevan dan real untuk dijalankan, terikat dengan suatu madzhab tertentu, tetapi seharusnya ia wajib berpegang kepada dalil dan hujjah yang kuat dan sahih untuk&lt;br /&gt;menjadi pegangannya. Seorang muslim yang baik adalah orang yang selalu berpegang kepada dalil yang benar dan hujjah yang kuat sebagai parameter untuk dipedomani guna mengetahui yang haq. Dan tidaklah layak baginya mengikuti suatu pendapat hanya karena kemasyhurannya dan banyak pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Qardhawi ada dua pola pikir yang harus dijauhkan dari masyarakat, baik masyarakat awam maupun cendekiawan dan ulama. (Al Qardhawi- Fatawa Muasirah)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, berbagai pemahaman yang merasuk kaum muslim di era penjajahan berupa kesalahpahaman terhadap Islam, seperti memahami zuhud dengan meninggalkan kehidupan dunia secara total, sehingga dikuasai oleh orang-orang kafir, memahami keimanan terhadap takdir sebagaimana yang dipahami oleh kaum jabariah, memahami bahwa pintu ijtihad telah ditutup, akal berseberangan dengan wahyu, menganggap perempuan sebagai perangkap setan, memahami bahwa ayat-ayat Al Qur’an dapat digantung untuk menjaga diri dari jin, berkah sunnah terletak pada pembacaan Kitab Shahih Bukhari saat terjadi musibah, memahami masalah wali dan karomah dengan pemahaman yang bertentangan dengan sunnatullah, dan sebagainya. Masih banyak lagi pemahaman lain yang menyebabkan kebekuan ilmu dan pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, berbagai pemahaman yang menyerang masyarakat bersamaan dengan serangan penjajah. Mereka masuk dari pintu dan berjalan bersama rombongannya, berlindung di belakangnya dan menjadikan mereka sebagai kiblat dan imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Qardhawi menegaskan bahwa Ijtihad tidak menghilangkan tradisi fikih klasik tetapi ijtihad mengandung beberapa hal yang mendasar, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menafsir ulang tradisi fikih klasik yang melimpah ruah melalui aliran, madzhab, dan pendapat-pendapat yang shahih terutama dari kalangan sahabat dan tabi’in, kemudian memilih mana yang lebih kuat serta sesuai dengan tujuan tujuan syariat serta kemaslahatan umat dalam kondisi yang aktual.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kembali kepada sumber, nash-nash yang shahih yang sesuai dengan tujuan umum syariat.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ijtihad untuk kasus-kasus dan masalah-masalah aktual yang tidak ada hukumnya serta belum terungkap oleh para ahli fikih terdahulu. Hal itu dilakukan untuk mengambil hukum aktual ang sesuai dengan dalil-dalil syara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Qardhawi, ada dua bidang baru untuk ijtihad, yakni yang pertama, bidang hubungan keuangan dan ekonomi. Hal ini berhubungan dengan kegiatan perbankan, pertukaran&lt;br /&gt;valuta, jaminan surat-surat berharga, deposito, dan lain sebagainya. Yang kedua, bidang ilmu pengetahuan dan kedokteran (medis), seperti masalah pencangkokan organ&lt;br /&gt;tubuh, bolehkah organ tubuh itu diambil dari orang-orang non muslim untuk diberikan kepada orang-orang muslim, bolehkah donor darah dari orang non muslim untuk diberikan kepada&lt;br /&gt;orang muslim, mencangkok organ tubuh binatang untuk diberikan kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :Suhartono, S.Ag.,SH.,MH.&amp;nbsp; (Hakim PA Martapura)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-4732534067811741103?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/4732534067811741103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/metode-ijtihad-qardhawi-bagian-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/4732534067811741103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/4732534067811741103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/metode-ijtihad-qardhawi-bagian-1.html' title='Metode Ijtihad Qardhawi ( Bagian 1 )'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-4972574246925810271</id><published>2009-12-24T00:49:00.000-08:00</published><updated>2009-12-24T00:49:40.764-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemikiran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metode fatwa'/><title type='text'>Pemikiran Fiqh Qardhawi</title><content type='html'>Dalam bidang fikih, Qardhawi telah berhasil membuat sebuah formulasi dalam pemberlakuan fikih, terutama ketika dalam menghadapi persoalan-persoalan kontemporer. Diantara&lt;br /&gt;formula yang dibangunnya adalah mengenai perlunya dibangun sebuah fikih baru (fiqh jadid) antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;b&gt;Fiqh al-Muwazanah (fikih keseimbangan)&lt;/b&gt;, yakni sebuah metode yang dilakukan dalam mengambil keputusan hukum, pada saat terjadinya pertentangan dilematis&lt;br /&gt;antara maslahat dan mafsadat, atau antara kebaikan dan keburukan. Menurutnya, sebuah kemudaratan kecil boleh dilakukan untuk mendapatkan kemaslahatan yang lebih&lt;br /&gt;besar, atau kerusakan temporer boleh dilakukan untuk mempertahankan kemaslahatan yang kekal, bahkan kerusakan besar pun dapat dipertahankan jika dengan menghilangkannya akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;b&gt;Fiqh Waqi’i (Fikih realitas)&lt;/b&gt;, sebuah metode yang digunakan untuk memahami realitas dan persoalan-persoalan yang muncul di hadapan kita, sehingga kita dapat menerapkan&lt;br /&gt;hukum sesuai tuntutan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;b&gt;Fiqh al-Aulawiyat (Fikih Prioritas)&lt;/b&gt;, sebuah metode untuk menyusun sebuah sistem dalam menilai sebuah pekerjaan, mana yang seharusnya didahulukan atau diakhirkan. Salah&lt;br /&gt;satunya adalah bagaimana mendahulukan ushul daripada furu’, mendahulukan ikatan Islam dari ikatan lainnya, ilmupengetahuan sebelum beramal, kualitas daripada&lt;br /&gt;kuantitas, agama daripada jiwa serta mendahulukan tarbiyah sebelum berjihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;b&gt;Fiqh al-Maqashid al-Syari’ah, &lt;/b&gt;metode ini ditujukan bagaimana memahami nash-nash syar’i yang juz’i dalam konteks maqashid al-syari’ah dan mengikatkan sebuah hukum dengan tujuan utama ditetapkannya hukum tersebut, yaitu melindungi kemaslahatan bagi seluruh&lt;br /&gt;manusia, baik dunia maupun akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;b&gt;Fiqh al-Taghyir (Fikih Perubahan)&lt;/b&gt;, sebuah metode untuk melakukan perubahan terhadap tatanan masyarakat yang tidak Islami dan mendorong masyarakat untuk melakukan&lt;br /&gt;perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kontribusi yang diberikan Qardhawi dalam bidang fikih adalah bagaimana mencairkan kebekuan dan kejumudan umat Islam dalam menghadapi perubahan zaman.&lt;br /&gt;Menurutnya, salah satu penyebab kejumudan tersebut adalah berhentinya kreatifitas umat dalam berijtihad yang merupakan dapur utama bagi kemajuan mereka. Dari masa-ke masa&lt;br /&gt;persoalan umat selalu berkembang baik dalam bidang sains dan teknologi sedangkan jumlah ayat al-Qur’an dan Hadits Nabi tetap tak bertambah. Oleh karenanya diperlukan jalan ijtihad dalam menjawab persoalan-persoalan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :Suhartono, S.Ag.,SH.,MH (Hakim PA Martapura)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-4972574246925810271?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/4972574246925810271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/pemikiran-fiqh-qardhawi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/4972574246925810271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/4972574246925810271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/pemikiran-fiqh-qardhawi.html' title='Pemikiran Fiqh Qardhawi'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-6130767680486493874</id><published>2009-12-24T00:09:00.000-08:00</published><updated>2009-12-24T00:10:26.618-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metode fatwa'/><title type='text'>Qardhawi : Banyak Fatwa saya Sembunyikan</title><content type='html'>Doha, Ulama Islam terkemuka Syaikh Dr. Yusuf al-Qardhawi menyatakan jika dirinya menyembunyikan beberapa fatwa seputar isu-isu kontemporer (qadhaya mu'ashirah). Hal ini untuk menghindari kesalahafahaman dan penyalahgunaan serta timbulnya waswas dikalangan awam.&lt;br /&gt;Al-Qardhawi menjelaskan hal tersebut saat memberikan materi pada Seminar Peringatan Wafatnya Ulama Qatar terkemuka Syaikh Abdullah ibn Zayid Ali Mahmud yang digelar oleh Kementrian Wakaf Qatar pada Kamis (23/4) kemarin.&lt;br /&gt;"Banyak ulama yang sengaja menyimpan dan menyembunyikan ijtihad dan fatwa mereka yang tidak sejalur dengan pendapat atau ijtihad umum. Hal ini mereka lakukan untuk kemaslahatan umat yang awam," ungkap al-Qardhawi.&lt;br /&gt;Ketua Persatuan Internasional Ulama Muslim (al-Ittihad al-Alami li Ulama al-Muslimin) itu mengaku, dirinya juga melakukan hal demikian.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu fatwa yang disembunyikannya adalah hukum bolehnya bersalaman seorang lelaki dengan perempuan asing dalam keadaan darurat.&lt;br /&gt;"Tapi hal tersebut di dasarkan pada dua syarat, yaitu dalam keadaan darurat dan aman dari fitnah," paparnya.&lt;br /&gt;Terkait salah satu fatwanya itu, al-Qardhawi mengisahkan saat ia menziarahi kampung halamannya di desa Shaft Turab, Provinsi Mahallah al-Kubra, di delta Mesir.&lt;br /&gt;"Saat saya datang, banyak dari perempuan desa, utamanya para kerabat saya, semisal anak paman, bibi, dan tetangga yang mengulurkan tangannya untuk bersalaman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa tersebut pernah diungkapkan oleh al-Qardhawi dalam beberapa kesempatan majlis, tetapi tidak dipublikasikan karena menimbang kemaslahatan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait masalah fatwa dan ijtihad, al-Qardhawi menyemangati pada ulama untuk dapat berijtihad dengan baik, yang dapat memberikan penerangan kepada publik awam. Justru, al-Qardhawi mengecam pihak ulama yang kerap ber'tasyaddud' (keras) dan 'ta'sir' (menyusahkan) dalam fatwa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Herannya, banyak dari kalangan orang-orang yang taat beragama yang justru lebih suka dengan ulama yang keras (mutasyaddid), dan tidak suka dengan ulama yang mujtahid," terang al-Qadhawi. (mht/L2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/yusuf-al-qardhawi-banyak-fatwa-yang-saya-sembunyikan.htm"&gt;ERA MUSLIM&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-6130767680486493874?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/6130767680486493874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qardhawi-banyak-fatwa-saya-sembunyikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/6130767680486493874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/6130767680486493874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qardhawi-banyak-fatwa-saya-sembunyikan.html' title='Qardhawi : Banyak Fatwa saya Sembunyikan'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-5803258498499129425</id><published>2009-12-23T19:16:00.000-08:00</published><updated>2009-12-27T20:35:55.253-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemikiran'/><title type='text'>Qardhawi bicara Poligami</title><content type='html'>Orang-orang Kristen dan Orientalis menjadikan tema poligami ini seakan merupakan syi’ar dari syi’ar-syi’ar Islam, atau salah satu perkara yang wajib, atau minimal sunnah untuk dilaksanakan. Yang demikian ini tidak benar alias penyesatan, karena dalam praktek pada umumnya seorang Muslim itu menikah dengan satu isteri yang menjadi penentram dan penghibur hatinya, pendidik dalam rumah tangganya dan tempat untuk menumpahkan isi hatinya. Dengan demikian terciptalah suasana tenang, mawaddah dan rahmah, yang merupakan sendi-sendi kehidupan suami isteri menurut pandangan Al Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu ulama mengatakan, “Dimakruhkan bagi orang yang mempunyai satu isteri yang mampu memelihara dan mencukupi kebutuhannya, lalu dia menikah lagi. Karena hal itu membuka peluang bagi dirinya untuk melakukan sesuatu yang haram. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Dan kamu sekali-kali ridak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung..” (An-Nisa’: 129)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Barangsiapa yang mempunnyai dua isteri, kemudian lebih mencintai kepada salah satu di antara keduanya maka ia datang pada hari kiamat sedangkan tubuhnya miring sebelah. ” (HR. Al Khamsah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang yang lemah (tidak mampu) untuk mencari nafkah kepada isterinya yang kedua atau khawatir dirinya tidak bisa berlaku adil di antara kedua isterinya, maka haram baginya untuk menikah lagi, Allah SWT berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja…” (An-Nisa’: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila yang utama di dalam masalah pernikahan adalah cukup dengan satu isteri karena menjaga ketergelinciran, dan karena takut dari kepayahan di dunia dan siksaan di akhirat, maka sesungguhnya di sana ada pertimbangan-pertimbangan yang manusiawi, baik secara individu ataupun dalam skala masyarakat sebagaimana yang kami jelaskan. Islam memperbolehkan bagi seorang Muslim untuk menikah lebih dari satu (berpoligami), karena Islam adalah agama yang sesuai dengan fithrah yang bersih, dan memberikan penyelesaian yang realistis dan baik tanpa harus lari dari permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Poligami pada Ummat Masa Lalu dan Pada Zaman Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang berbicara tentang poligami, seakan-akan Islam merupakan yang pertama kali mensyari’atkan itu. Ini adalah suatu kebodohan dari mereka atau pura-pura tidak tahu tentang sejarah. Sesungguhnya banyak dari ummat dan agama-agama sebelum Islam yang memperbolehkan menikah dengan lebih dari satu wanita, bahkan mencapai berpulah-puluh orang atau lebih, tak ada persyaratan dan tanpa ikatan apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Injil Perjanjian Lama diceritakan bahwa Nabi Dawud mempunyai isteri tiga ratus orang, dan Nabi Sulaiman mempunyai tujuh ratus orang isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Islam datang, maka dia meletakkan beberapa persyaratan untuk bolehnya berpoligami, antara lain dari segi jumlah adalah maksimal empat. Sehingga ketika Ghailan bin Salamah masuk Islam sedang ia memiliki sepuluh isteri, maka Nabi SAW bersabda kepadanya, “Pilihlah dari sepuluh itu empat dan ceraikanlah sisanya.” Demikian juga berlaku pada orang yang masuk Islam yang isterinya delapan atau lima, maka Nabi SAW juga memerintahkan kepadanya untuk menahan empat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pernikahan Rasulullah SAW dengan sembilan wanita ini merupakan kekhususan yang Allah berikan kepadanya, karena kebutuhan dakwah ketika hidupnya dan kebutuhan ummat terhadap mereka setelah beliau wafat, dan sebagian besar dari usia hidupnya bersama satu isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Adil Merupakan Syarat Poligami&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun syarat yang diletakkan oleh Islam untuk bolehnya berpoligami adalah kepercayaan seorang Muslim pada dirinya untuk bisa berlaku adil di antara para isterinya, dalam masalah makan, minum, berpakaian, tempat tinggal, menginap dan nafkah. Maka barangsiapa yang tidak yakin terhadap dirinya atau kemampuannya untuk memenuhi hak-hak tersebut dengan adil, maka diharamkan baginya untuk menikah lebih dari satu. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Jika kamu takut berlaku tidak adil maka cukuplah satu isteri” (An-Nisa’:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan yang diperingatkan di dalam hadits ini adalah penyimpangan terhadap hak-hak isteri, bukan adil dalam arti kecenderungan hati, karena hal itu termasuk keadilan yang tidak mungkin dimiliki manusia dan dimaafkan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isten(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung.” (An-Nisa’: 129)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Rasulullah SAW menggilir isterinya dengan adil, beliau selalu berdoa, “Ya Allah inilah penggiliranku (pembagianku) sesuai dengan kemampuanku, maka janganlah Engkau mencelaku terhadap apa-apa yang Engkau miliki dan yang tidak saya miliki.” Maksud dari doa ini adalah kemampuan untuk bersikap adil di dalam kecenderungan hati kepada salah seorang isteri Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW apabila hendak bepergian membuat undian untuk isterinya, mana yang bagiannya keluar itulah yang pergi bersama beliau. Beliau melakukan itu untuk menghindari keresahan hati isteri-isterinya dan untuk memperoleh kepuasan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hikmah Diperbolehkannya Poligami&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Islam adalah risalah terakhir yang datang dengan syari’at yang bersifat umum dan abadi. Yang berlaku sepanjang masa, untuk seluruh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Islam tidak membuat aturan untuk orang yang tinggal di kota sementara melupakan orang yang tinggal di desa, tidak pula untuk masyarakat yang tinggal di iklim yang dingin, sementara melupakan masyarakat yang tinggal di iklim yang panas. Islam tidak pula membuat aturan untuk masa tertentu, sementara mengabaikan masa-masa dan generasi yang lainnya. Sesungguhnya ia memperhatikan kepentingan individu dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada manusia yang kuat keinginannya untuk mempunyai keturunan, akan tetapi ia dikaruniai rezki isteri yang tidak beranak (mandul) karena sakit atau sebab lainnya. Apakah tidak lebih mulia bagi seorang isteri dan lebih utama bagi suami untuk menikah lagi dengan orang yang disenangi untuk memperoleh keinginan tersebut dengan tetap memelihara isteri yang pertama dan memenuhi hak-haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga di antara kaum lelaki yang kuat keinginannya dan kuat syahwatnya, akan tetapi ia dikaruniai isteri yang dingin keinginannya terhadap laki-laki karena sakit atau masa haidnya terlalu lama dan sebab-sebab lainnya. Sementara lelaki itu tidak tahan dalam waktu lama tanpa wanita. Apakah tidak sebaiknya diperbolehkan untuk menikah dengan wanita yang halal daripada harus berkencan dengan sahabatnya atau daripada harus mencerai yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu jumlah wanita terbukti lebih banyak daripada jumlah pria, terutama setelah terjadi peperangan yang memakan banyak korban dari kaum laki-laki dan para pemuda. Maka di sinilah letak kemaslahatan sosial dan kemaslahatan bagi kaum wanita itu sendiri. Yaitu untuk menjadi bersaudara dalam naungan sebuah rumah tangga, daripada usianya habis tanpa merasakan hidup berumah tangga, merasakan ketentraman, cinta kasih dan pemeliharaan, serta nikmatnya menjadi seorang ibu. Karena panggilan fithrah di tengah-tengah kehidupan berumah tangga selalu mengajak ke arah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ini adalah salah satu dari tiga pilihan yang terpampang di hadapan para wanita yang jumlahnya lebih besar daripada jumlah kaum laki-laki. Tiga pilihan itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menghabiskan usianya dalam kepahitan karena tidak pernah merasakan kehidupan berkeluarga dan menjadi ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menjadi bebas (melacur, untuk menjadi umpan dan permainan kaum laki-laki yang rusak. Muncullah pergaulan bebas yang mengakibatkan banyaknya anak-anak haram, anak-anak temuan yang kehilangan hak-hak secara materi dan moral, sehingga menjadi beban sosial bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dinikahi secara baik-baik oleh lelaki yang mampu untuk memberikan nafkah dan mampu memelihara dirinya, sebagai istri kedua, ketiga atau keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan bahwa cara yang ketiga inilah yang adil dan paling baik serta merupakan obat yang mujarab. Inilah hukum Islam. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan hukum siapakah yang lehih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin.” (Al Maidah: 5O)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Poligami Merupakan Sistem yang Bermoral dan Manusiawi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sistem poligami yang diatur dalam Islam adalah sistem yang bermoral dan manusiawi. Manusiawi, karena Islam tidak memperbolehkan bagi laki-laki untuk berhubungan dengan wanita yang ia sukai di luar pernikahan. Dan sesungguhnya tidak boleh baginya untuk berhubungan dengan lebih dari tiga wanita selain isterinya. Tidak boleh baginya berhubungan dengan satu dari tiga tersebut secara rahasia, tetapi harus melalui aqad dan mengumumkannya, meskipun dalam jumlah yang terbatas. Bahkan harus diketahui juga oleh para wali perempuan tentang hubungan yang syar’i ini, dan mereka menyetujui atau mereka tidak menentangnya. Harus juga dicatat menurut catatan resmi di kantor yang tersedia untuk aqad nikah, kemudian disunnahkan mengadakan walimah bagi laki-laki dengan mengundang kawan-kawannya serta dibunyikan rebana atau musik sebagai ungkapan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poligami merupakan sistem yang manusiawi, karena ia dapat meringankan beban masyarakat yaitu dengan melindungi wanita yang tidak bersuami dan menempatkannya ke shaf para isteri yang terpelihara dan terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu poligami dapat menghasilkan mahar, perkakas rumah dan nafkah. Keberadaannya juga dapat memberi manfaat sosial yaitu terbinanya bidang kemasyarakatan yang memberi produktivitas bagi ummat keturunan yang bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang dilahirkan dari hasil poligami yang kemudian hidup di masyarakat sebagai hasil jalinan cinta yang mulia sangat dibanggakan oleh seorang ayah. Demikian juga oleh ummatnya di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sistem poligami sebagaimana yang dikatakan oleh Doktor Musthafa As-Siba’i -rahimahullah– memberi kesempatan kepada manusia untuk menyalurkan syahwatnya dengan sah dalam batas tertentu, tetapi beban, kepayahan dan tanggung jawabnya tidak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang demikian itu, sekali lagi, merupakan sistem yang bermoral yang memelihara akhlaq, dan sistem yang manusiawi yang memuliakan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Poligami Orang-orang Barat Tidak Bermoral dan Tidak Manusiawi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan konsep poligami yang ada pada realitas kehidupan orang-orang Barat, yang ditentang oleh salah satu penulis dari kalangan mereka? Ada seseorang yang ketika berada di ambang kematian, dia mengungkapkan pengakuannya kepada dukun. Penulis itu menentang mereka jika ada salah satu di antara mereka yang tidak mau menyatakan pengakuannya bahwa ia pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita walaupun hanya sekali dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya poligami di kalangan orang-orang Barat seperti yang digambarkan di atas merupakan perilaku hidup yang tidak diatur oleh undang-undang. Mereka tidak menamakan wanita yang dikumpulinya sebagai isteri, tetapi mereka menamakannya sahabat atau pacar (teman kencan). Mereka tidak membatasi hanya empat orang, tetapi sampai batas yang tak terhitung. Mereka tidak berterus-terang kepada keluarganya, tetapi melakukan semuanya secara sembunyi-sembunyi. Mereka tidak mau bertanggung jawab atas biaya untuk para wanita yang pernah dijalininya, bahkan seringkali mengotori kehormatannya, kemudian ia tinggalkan dalam kehinaan dan memikul beban sakitnya mengandung dan melahirkan yang tidak halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya mereka tidak mengharuskan pelaku poligami untuk mengakui anak yang diperoleh dari hubungannya dengan wanita, tetapi anak-anak itu dianggap anak haram yang menanggung sendiri kehinaan selama hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lnilah praktek poligami yang mereka namakan sah secara hukum. Dan mereka tidak mau menamakan ini semua dengan istilah poligami. Praktek seperti ini jauh dari perilaku moral atau kesadaran hati atau perasaan manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya itu merupakan poligami yang memperturutkan syahwat dan egoisme dan membuat orang lari dari segala tanggung jawab. Maka dari dua sistem tersebut, sistem manakah yang paling bermoral, lebih bisa mengendalikan syahwat, lebih menghargai wanita dan yang lebih membuktikan kemajuan serta lebih baik untuk manusia?&lt;br /&gt;Kesalahan dalam Pelaksanaan Poligami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak mengingkari adanya banyak dan kaum Muslimin sendiri yang salah dalam melaksanakan keringanan hukum untuk berpoligami sebagaimana yang telah disyari’atkan oleh Allah. Kita juga melihat mereka salah dalam mempergunakan rukhsah (keringanan) tentang bolehnya cerai (talak). Dengan demikian yang salah bukan hukum Islamnya, tetapi kesalahan ada pada manusia dalam penerapannya, disebabkan kekurangfahaman mereka terhadap ajaran agama atau karena keburukan akhlaq mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat ada sebagian mereka yang berpoligami, tetapi ia tidak punya cukup kemauan untuk bersikap adil sebagaimana disyari’atkan dan disyaratkan oleh Allah dalam masalah poligami, sebagian mereka ada juga yang berpoligami, tetapi tidak mempunyai kemampuan yang cukup untuk memberi nafkah kepada isteri-isteri dan anak-anaknya sebagai wujud dari rasa tanggungjawab. Dan sebagian lagi mereka ada yang mampu untuk memberikan nafkah, tetapi dia tidak mampu untuk menjaga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan dalam menggunakan kebenaran ini seringkali menimbulkan akibat-akibat yang membahayakan keberadaan rumah tangga. Sebagai akibat dari perhatian yang lebih terhadap isteri baru dan menzhalimi isteri yang lama. Kecintaan yang berlebihan itulah yang menyebabkan ia membiarkan isteri tuanya terkatung-katung, seakan tidak lagi sebagai isteri dan tidak pula dicerai. Seringkali sikap seperti itu juga mengakibatkan anak-anak saling membenci, padahal mereka anak dari satu bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini karena bapaknya tidak mampu berlaku adil di hadapan anak-anaknya, dan tidak bisa sama dalam memberi materi dan sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun penyimpangan ini ada, tetapi tidak sampai pada kerusakan sebagaimana yang dialami oleh orang-orang barat, yaitu dengan melakukan pelecehan moral, sehingga poligami bukanlah menjadi problem di dalam masyarakat Islam pada umumnya, karena pernikahan dengan satu isteri sekarang ini pun menimbulkan banyak problem.&lt;br /&gt;Seruan untuk Menolak Poligami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut disayangkan bahwa sebagian Du’at Taghrib (Westernisasi) di negara-negara Arab dan Islam memanfaatkan data dari sebagian kaum Muslimin yang melakukan penyimpangan, sehingga mereka mengangkat suara mereka (vokal) untuk menutup pintu diperbolehkannya berpoligami secara mutlak. Mereka bekerja pagi dan petang dan terus menerus mempropagandakan tentang keburukan poligami. Di saat yang sama mereka diam seperti diamnya orang yang berada di kuburan -diam seribu bahasa– terhadap keburukan zina yang mereka perbolehkan dan diperbolehkan oleh hukum internasional Barat yang berlaku juga secara defacto di negara-negara Islam saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa mass media telah berperan aktif, khususnya film-film dan sinetron berseri untuk menanamkan kebencian terhadap poligami, terutama di kalangan kaum wanita, sehingga sebagian wanita lebih rela jika suaminya jatuh dalam perbuatan dosa besar yaitu zina, daripada harus menikah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Satu Argumen dari Kaum Anti Poligami&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka benar-benar telah berhasil -dalam misinya- di sebagian negara-negara Arab dan Islam, berupa banyaknya pembuatan undang-undang yang mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah, yaitu poligami. Mereka mengikuti undang-undang Barat dan masih ada dari mereka yang terus berupaya untuk menyebarkannya di negara-negara lainnya. celakanya lagi, dalam masalah ini mereka berusaha mengatasnamakan syari’at dan berdalil dengan dalil-dalil Al Qur’an yang diputarbalikkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka beralasan bahwa di antara hak seorang walliyul amri (pemerintah) adalah melarang sebagian hal-hal yang diperbolehkan demi untuk memperoleh kemaslahatan atau menghindarkan kerusakan. Bahkan sebagian mereka ada yang terlalu berani untuk berdalil dengan Al Qur’an atas pendapatnya. Mereka mengatakan, “Sesungguhnya Al Qur’an mensyaratkan bagi orang yang ingin menikah lebih dari satu untuk memastikan bahwa dirinya akan mampu bersikap adil di antara para isterinya. Sehingga bagi siapa saja yang takut tidak bisa adil maka cukup dengan satu isteri, sesuai dengan firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja…” (An-Nisa’: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lnilah syarat yang dijelaskan oleh Al Qur’an dalam masalah poligami, yakni adil. Tetapi Al Qur’an, menurut anggapan mereka, juga menjelaskan dalam surat yang sama bahwa adil yang disyaratkan di sini tidak mungkin bisa dipenuhi dan tidak mungkin bisa dilakukan. Itulah firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung …”(An-Nisa’: 129)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian (kesimpulan mereka) bahwa ayat ini menafikan apa yang sudah ditetapkan oleh ayat tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar bahwa sesungguhnya kesimpulan di atas semuanya tidak benar, dan tidak berdasarkan kritik ilmiyah yang benar, dan akan kami jelaskan satu demi satu.&lt;br /&gt;Syari’at Tidak Membolehkan Apa Saja yang Mengandung Mafsadah Rajih (Keburukan yang Nyata)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pendapat yang mengatakan bahwa poligami itu menimbulkan kerusakan-kerusakan den bahaya-bahaya dalam rumah tangga dan masyarakat, ini merupakan suatu perkataan yang memuat kesalahan yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita katakan kepada mereka bahwa syari’at Islam itu tidak mungkin menghalalkan atas manusia sesuatu yang membahayakan mereka, sebagaimana tidak mengharamkan kepada mereka sesuatu yang berguna bagi mereka Bahkan suatu ketetapan yang ada pada nash dan penelitian bahwa syari’at Islam itu tidak menghalalkan kecuali yang baik dan bermanfaat, dan tidak mengharamkan kecuali yang kotor dan berbahaya. Inilah yang digambarkan oleh Al Qur’an dengan kata-kata yang mantap dan singkat dalam menyebutkan sifat Rasulullah SAW Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; .” . . Yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi yang mereka segala yang baik dan menghararnkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka…” (Al A’raf:157)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang diperbolehkan oleh syari’at Islam pasti bernilai manfaat yang murni dan segala sesuatu yang diharamkan oleh syari’at Islam pasti bernilai madharat murni atau yang lebih kuat, ini jelas sebagaimana disebutkan oleh Al Qur’an tentang khamr dan perjudian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfantnya. . .” (Al Baqarah: 219)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang dipelihara oleh syari’at dalam masalah poligami, sungguh Islam telah menimbang antara faktor kemaslahatan dan mufsadah, antara manfaat dan bahaya, sehingga akhirnya memperbolehkan untuk berpoligami bagi orang yang membutuhkan dan memberikan syarat kepadanya bahwa ia mampu untuk memelihara keadilan, dan takut untuk berbuat penyelewengan dan kecenderungan yang tidak sehat. Allah SWT berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Jika kamu takut tidak bisa berbuat adil maka (nikahilah) satu isteri.” (An-Nisa’: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kemaslahatan isteri yang pertama itu tetap dalam kesendiriannya dalam mahligai rumah tangga, tanpa ada yang menyainginya, dan dia melihat akan mendatangkan malapetaka jika tidak ada isteri yang kedua, maka merupakan kemaslahatan bagi suami untuk menikah lagi yang dapat memelihara dirinya dari perbuatan haram atau akan melahirkan seorang anak yang diharapkan dan karena sebab yang lainnya. Termasuk juga kemaslaharan isteri kedua adalah bahwa ia mempunyai seorang suami di mana ia dapat hidup di bawah naungannya dan hidup dalam tanggungannya, daripada ia hidup menyendiri sebatang kara atau menjanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga merupakan kemaslahatan masyarakat jika masyarakat itu memelihara orang-orangnya, menutupi aurat anak-anak gadisnya, di antaranya dengan pernikahan halal di mana masing-masing lelaki dan wanita saling menanggung beban tanggungjawab terhadap dirinya, isterinya dan anak-anaknya. Daripada harus menganut free sex gaya Barat yang anti poligami model Islam, sementara mereka memperbolehkan banyak teman kencan yang merupakan poligami amoral dan tidak manusiawi karena masing-masing dari kedua belah pihak menikmati hubungan tanpa ada beban, dan seandainya hadir seorang anak dari hubungan kotor ini maka itu merupakan tumbuhan syetan, tanpa ada bapak yang merawatnya dan tanpa keluarga yang menyayanginya serta tanpa nasab yang ia banggakan. Maka manakah bahaya besar yang harus dijauhi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu isteri pertama juga dilindungi hak-haknya oleh syari’at dalam masalah persamaan hak antara dia dengan isteri yang lainnya di dalam persoalan nafkah, tempat tinggal, pakaian dan menginap. Inilah keadilan yang disyaratkan di dalam poligami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar bahwa sesungguhnya sebagian suami kurang memperhatikan masalah keadilan yang telah diwajibkan atas mereka, akan tetapi kesalahan orang perorang dalam pelaksanaan bukan berarti pembatalan prinsip (hukum) dasarnya. Karena jika prinsip ini tidak diterima karena hal tersebut, maka syari’at Islam akan terhapus secara keseluruhan. Untuk itu dibuatlah standardisasi yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wewenang Waliyul Amri untuk Melarang Hal-hal yang diperbolehkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sesuatu yang dikatakan oleh mereka bahwa ada hak atau wewenang pemerintah untuk mencegah hal-hal yang diperbolehkan, maka kita katakan, “Sesungguhnya hak (wewenang) yang diberikan oleh syari’at kepada waliyyul amri (pemerintah) adalah hak membatasi sebagian hal-hal yang mubah karena kemaslahatan yang lebih mantap di dalam sebagian waktu dan keadaan atau berlaku kepada sebagian orang. Dan bukan melarang secara mutlak dan selamanya, karena larangan secara mutlak –dan selamanya–itu mirip dengan “mengharamkan” yang merupakan hak dan wewenang mutlak Allah SWT. Inilah yang diingkari oleh Al Qur’an dari orang-orang ahli kitab, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; .”.. mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah.” (At Taubah: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu hadits yang menafsirkan ayat tersebut, “Sesungguhnya mereka (para rahib) itu telah menghalalkan dan mengharamkan sesuatu atas kaum Ahlul Kitab, maka kaum itu mengikuti mereka (para rahib).” Sesungguhnya pembatasan terhadap yang mubah (hukum yang diperbolehkan), seperti melarang menyembelih hewan pada hari-hari rertentu, karena untuk memperkecil pemakaian, sebagaimana pernah terjadi di masa Umar RA Seperti juga melarang menanam tanaman tertentu yang telah over produksi seperti kapas di Mesir, sehingga tidak boleh secara leluasa menanamnya melebihi biji-bijian (palawija) sebagai makanan pokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga melarang para jendral atau para diplomat untuk menikah dengan wanita asing, karena takut terbongkarnya rahasia negara melalui wanita tersebut ke pihak lawan (negara lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga melarang menikah dengan wanita-wanita Ahlul Kitab apabila dikhawatirkan akan membahayakan bagi para gadis Muslimah. Demikian itu di masyarakat minoritas Islam yang relatif kecil dan terbatas penduduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kita, kita mendatangkan sesuatu yang dihalalkan oleh Allah SWT dan yang telah diizinkan secara nyata, baik oleh Al Qur’an maupun Sunnah Nabi-Nya dan dikuatkan oleh kesepakatan ummat, seperti talak dan poligami. Maka melarangnya secara mutlak dan selamanya, hal itu tidak termasuk pembatasan hal yang mubah seperti contoh-contoh yang kita kemukakan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Makna “Kamu tidak Akan Mampu Berbuat Adil diantara Isterimu”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun berdalil dengan Al Qur’an Al Karim seperti ayat tersebut, itu merupakan pengambilan dalil yang tidak tepat dan ditolak serta tahrif (terjadi penyimpangan) terhadap ayat dari makna yang sebenarnya. Ini termasuk penuduhan buruk terhadap Nabi SAW dan para sahabatnya RA, bahwa mereka tidak memahami Al Qur’an atau mereka memahaminya tetapi mereka menentangnya secara sengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat yang dijadikan sebagai dalil inilah yang akhirnya membantah mereka sendiri, kalau saja mereka mau merenungkan. Karena Allah SWT telah mengizinkan untuk berpoligami dengan syarat harus yakin dapat berbuat adil. Kemudian Allah menjelaskan keadilan yang dituntut dalam surat yang sama, sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung …” (An-Nisa’: 129)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya adil yang mutlak dan sempurna terhadap para isteri itu tidak bisa dilakukan oleh manusia, sesuai dengan tabiat (watak) mereka. Karena adil yang sempurna itu menuntut sikap yang sama dalam segala sesuatu, sampai masalah kecenderungan hati dan keinginan seks. Ini sesuatu yang tidak mungkin ada pada manusia. Ia pasti mencintai salah satunya lebih dari yang lainnya dan cenderung kepada yang satu lebih dari yang lainnya. Karena hati itu berada dalam tangan Allah, dan Allah senantiasa merubah-rubah sesuai dengan kehendak-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Nabi SAW berdoa setelah menggilir isteri-isterinya dalam masalah urusan zhahir seperti nafkah, pakaian dan menginap (bermalam) dengan doa beliau, “Ya Allah inilah pembagianku sesuai dengan apa yang aku miliki, maka janganlah Engkau murka kepadaku terhadap apa yang Engkau miliki dan aku tidak memilikinya .. . (yaitu hati).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Al Qur’an mengatakan setelah firman Allah tersebut (”Dan kamu sekali-kali tidak akan mampu untuk berbuat adil di antara isterimu, walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian”) dengan firman-Nya, .”..karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung.” Maksud dari ayat ini adalah bahwa sebagian kelebihan dalam masalah cinta itu dimaafkan, itulah kecenderungan perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sangat diherankan adalah bahwa sebagian negara Arab Islam ikut mengharamkan poligami, sementara mereka pada saat yang sama tidak mengharamkan zina, padahal Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al Isra’: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mendengar dari Syaikh Imam Abdul Halim Mahmud –rahimahullah–bahwa ada seorang Muslim di negara Arab Afrika yang menikah secara rahasia dengan wanita kedua setelah isterinya yang pertama, dan ia melaksanakan aqad secara syar’i yang memenuhi syarat. Akan tetapi ia tidak disahkan oleh hukum yang berlaku di negaranya, bahkan dianggap sebagai pelanggaran hukum, sehingga membuat ia kebingungan ke sana ke mari. Akhirnya diketahui oleh polisi intelijen bahwa wanita itu istrinya, dan ia dijera pasal karena dianggap telah melakukan pelanggaran hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam ia ditangkap di rumah wanita itu dan dibawa ke pengadilan untuk diverbal karena dituduh menikah dengan isteri yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi orang itu cerdik, maka ia katakan kepada para hakim, Siapa yang mengatakan kepadamu bahwa itu isteri saya? Sebenarnya ia bukan isteriku, akan tetapi pacarku yang aku jadikan kekasihku yang aku kunjungi sewaktu-waktu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah para hakim terkejut dan mengatakan dengan sopan, “Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya karena kesalahfahaman kami yang terjadi, kami mengira ia isterimu, dan kami tidak tahu kalau ia sebagai sahabat saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka melepaskan kembali orang itu, karena bersahabat dengan wanita dalam keharaman dan menjadikannya sebagai kekasih itu termasuk kebebasan pribadi yang dilindungi oleh undang-undang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://raf03.web.id/syaikh-qardhawi-bicara-poligami/"&gt;RAFI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-5803258498499129425?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/5803258498499129425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qardhawi-bicara-poligami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/5803258498499129425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/5803258498499129425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qardhawi-bicara-poligami.html' title='Qardhawi bicara Poligami'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-2405598056641364080</id><published>2009-12-23T19:12:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T19:12:39.540-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kritikan'/><title type='text'>Kritikan dan Hujatan pada Qardhawi</title><content type='html'>Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada Rasulullah. Wa ba’du :&lt;br /&gt;Sesungguhnya bencana yang tengah menimpa umat dewasa ini adalah menjamurnya kelompok-kelompok orang yang berani memanipulasi (memalsukan) “selendang ilmu” dengan mengubah bentuk syari’at Islam dengan istilah “tajdidi” (pembaharuan), mempermudah sarana-sarana kerusakan dengan istilah “fiqih taysiir” (fiqih penyederahanaan masalah), membuka pintu-pintu kehinaan dengan kedok “ijtihad” (upaya keras untuk mengambil konklusi hukum Islam), melecehkan sederet sunnah-sunnah Nabi dengan kedok “fiqih awlawiyyat” (fiqih prioritas), dan berloyalitas (menjalin hubungan setia) dengan orang-orang kafir dengan alasan “memperindah corak (penampilan) Islam”. .&lt;br /&gt;Tokoh yang menjadi pentolannya adalah seorang tukang fatwa lewat parabola, Yusuf Qardhawi, yang berusaha keras menyebarkan gagasan-gagasan pemikiran di atas lewat tayangan-tayangan parabola, jaringan-jaringan internet, konfrensi-konfrensi, studi-studi keislaman, ceramah-ceramah, dan lain-lain.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lembaran-lembaran kertas yang ada di hadapan pembaca ini memuat ringkasan dari beberapa ide pemikiran tokoh ini (Qardhawi) yang dengan berbagai cara berusaha melariskan ide-ide pemikiran tersebut. Sengaja penulis tampilkan gagasan-gagasan Qardhawi ini sebagai upaya memberi nasehat kepada umat Islam, dan sebagai pernyataan berlepas diri, serta memberi peringatan kepada umat Islam agar selalu waspada terhadap tokoh ini (Qardhawi) dan tokoh-tokoh lain yang seide dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis tidak berpanjang kalam dalam mengemukakan bantahan terhadap tokoh ini (Qardhawi), karena apa yang akan penulis paparkan di sini masih dipandang kontroversial (nyeleneh) oleh kalangan orang-orang awam. Siapa yang ingin mengetahui secara rinci uraian tentang gagasan-gagasan pemikiran Qardhawi berikut sanggahan-sanggahannya, semuanya telah tercantum di dalam kitab “Al-I’laam binaqdi Al-Kitab Al-Halal wa Al-Haram” (“Kritik terhadap kitab ‘Halal dan Haram’ “Qardhawi) karya Syeikh Shalih Alu Fauzan, juga “AR-Raddu ‘Ala Al-Qardhawi” (Karya Syeikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’iy, pent.), dan kitab-kitab lainnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTAMA : SIKAP (PENDIRIAN) QARDHAWI TERHADAP ORANG-ORANG KAFIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qardhawi bersikap plin-plan dan mematikan aqidah (keyakinan) wala’ (berloyalitas kepada orang-orang beriman) dan bara’ (bermusuhan) dengan orang-orang kafir. Silahkan anda simak gagasan-gagasan pemikiran Yusuf Qardhawi berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berkenaan dengan orang-orang Nashrani, Qardhawi berkata :&lt;br /&gt;“Semua urusan yang berlaku di antara kita (maksudnya : kaum muslimin dan orang-orang Nashrani, pent.) menjadi tanggungjawab kita bersama, karena kita semua adalah warga dari tanah air yang satu, tempat kembali kita satu, dan umat kita adalah umat yang satu. Aku mengatakan sesuatu tentang mereka, yakni saudara-saudara kita yang menganut agama Masehi (Kristen) – meskipun sementara orang mengingkari perkataanku ini – “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara”. Ya, kita (kaum muslimin, pent.) adalah orang-orang beriman, dan mereka (para penganut agama Kristen) juga orang-orang beriman dilihat dari sisi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melalui acara yang sama, Qardhawi mengatakan – berkenaan dengan orang-orang Kristen Qibthi (di Mesir) – bahwa orang-orang Kristen Qibthi pun dapat mempersembahkan barisan syuhada’ (orang-orang yang mati syahid). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Qardhawi berkata : “Sesungguhnya rasa cinta (persahabatan) seorang muslim dengan non-muslim bukan merupakan dosa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Qardhawi berkata : ”Permusuhan yang terjadi antara kita (kaum muslimin) dengan orang-orang Yahudi semata-mata dilatarbelakangi masalah sengketa tanah (wilayah Palestina, pent.) bukan dilatarbelakangi masalah agama”.&lt;br /&gt;Dan Qardhawi menyatakan bahwa firman Allah&lt;br /&gt;لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِيْنَ آمَنُوا الْيَهُوْدَ وَالَّذِيْنَ أَشْرَكُوْا….&lt;br /&gt;(المائدة : 82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Niscaya engkau akan dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik….” (Q.S. Al Maidah : 82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya berlaku untuk situasi yang ada di masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bukan untuk situasi di zaman sekarang, di samping itu dapat diketahui bahwa firman Allah pada akhir ayat di atas menjadi dalil (bukti) tentang eratnya hubungan persahabatan orang-orang Nashrani di zaman sekarang dengan kaum muslimin”.&lt;br /&gt;Qardhawi juga mengatakan : “Apabila kaum muslimin kuat kedudukannya, maka berarti kuat pula kedudukan saudara-saudara mereka yang menganut agama Masehi (Kristen) tanpa diragukan sedikit pun. Dan apabila kaum muslimin lemah kedudukannya, maka berarti lemah pulalah kedudukan orang-orang yang menganut agama Masehi (Kristen)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Qardhawi menyatakan dalam berbagai kesempatan bahwa Islam – menurut klaim Qardhawi – menghormati agama-agama mereka (orang-orang Yahudi dan Nashrani. pent.) yang telah diubah oleh tangan manusia, dan Qardhawi mengatakan bahwa status (kedudukan) orang-orang Yahudi dan Nashrani sejajar dengan status, (kedudukan) kaum muslimin ; mereka boleh mengambil hak-hak mereka secara utuh dan mereka bertanggungjawab melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka dengan sebaik-baiknya, sedangkan status tanah air (wilayah negara) menjadi milik bersekutu antara warga negara muslim dan warga negara Nashrani.&lt;br /&gt;Qardhawi menyatakan bahwa Islam menitikberatkan sisi-sisi persamaan antara kita (kaum muslimin) dan mereka (orang-orang Nashrani) dan tidak menitikberatkan sisi-sisi perbedaan, dan bahwa kaum muslimin bersama orang-orang Nashrani semuanya harus berdiri tegak membentuk satu barisan di dalam satu tanah air (negara) yang menjadi milik mereka bersama untuk menentang berbagai penyelewengan, kezhaliman, dan kesewenang-wenangan”.&lt;br /&gt;Qardhawi juga mengatakan bahwasannya jihad itu disyariatkan untuk membela semua agama, bukan hanya untuk membela agama Islam saja. Dan Qardhawi membolehkan (kaum muslimin) memberikan ucapan selamat pada hari besar-hari besar mereka (orang-orang Nashrani) , dan Qardhawi membolehkan (kaum muslimin) memberikan kekuasaan kepada orang-orang non-muslim untuk menduduki jabatan-jabatan dan departemen-departemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Qardhawi menyatakan bahwa “jizyah” (upeti) hanya diambil dari orang-orang kafir dzimmy manakala mereka tidak ikut berperang membela tanah air (negara). Adapun di zaman sekarang ini, jizyah (upeti) itu tidak boleh lagi diambil dari mereka (orang-orang kafir dzimmy), karena zaman sekarang ini kewajiban untuk masuk tentara (dinas militer) kedudukannya disetarakan antara warga negara muslim dan warga negara non-muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA : SIKAP QARDHAWI TERHADAP AHLI BID’AH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca akan dapati bahwa apabila Qardhawi berbicara tentang ahli bid’ah tampaknya ia sedang berbicara tentang lawan (musuh) yang tidak ada waujudnya. Karena pada satu kesempatan Qardhawi berbicara tentang kelompok Mu’tazilah dan Khawarij terdahulu, namun pada kesempatan yang lain Qardhawi memuji para pewaris (pelanjut) faham mereka. Adapun kelompok Raafidhah yang menjadi pewaris aqidah Mu’tazilah dan kelompok Rafidhah ini menambah-nambah (menyusupkan) berbagai kesesatan yang besar ke dalam faham Mu’tazilah yang sepersepuluh (10%) dari kesesatan-kesesatan itu saja cukup untuk menyetarakan mereka (kelompok Rafidhah) dengan Abu Jahal, pembaca dapati Qardhawi membela mereka dan mengaku bersaudara dengan mereka. Bahkan Qardhawi menilai upaya membangkitkan perselisihan dengan mereka sebagai pengkhianatan terhadap umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Qardhawi menilai kutukan yang dilontarkan kaum Rafidhah terhadap para sahabat Nabi, tahrif (mengubah lafazh dan makna) Al Qur’an yang mereka lakukan, pendapat mereka bahwa imam-imam mereka terpelihara dari kesalahan (ma’shum), dan pelaksanaan ibadah haji mereka di depan monumen-monumen kesyirikan, dan kesesatan-kesesatan mereka yang lainnya, semua itu hanya merupakan perbedaan pendapat yang ringan dalam masalah aqidah. Demikian pula berkenaan dengan para pewaris (pelanjut) faham Khawarij dewasa ini yaitu kelompok Ibadhiyyah, Qardhawi mengatakan hal yang sama (yakni Qardhawi menilai kesesatan-kesesatan aqidah kelompok Ibhadiyah tersebut hanya merupakan perbedaan pendapat yang ringan dalam masalah aqidah, pent.)&lt;br /&gt;Sedang kelompok Asy’ariyyah dan Maturidiyyah dinilai oleh Qardhawi sebagai kelompok Ahlussunnah dan masalah ini tidak perlu diperdebatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETIGA : SIKAP QARDHAWI TERHADAP SUNNAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qardhawi terbawa arus kelompok rasionalis (pemuja akal) dalam memahami sunnah (hadits) lewat akal mereka yang kerdil dan pemahaman mereka yang rusak. Bertolak dari pemahaman kaum rasionalis (pemuja akal) inilah Qardhawi menolak sebagain sunnah (hadits) dan memalingkan makna sebagian sunnah yang lainnya, yang menurut hawa nafsunya, tidak layak difahami secara lahir. Coba pembaca simak beberapa pendapat Qardhawi dalam mensikapi sunnah (hadits) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Di dalam “Shahih Muslim” terdapat hadits marfu’ (hadits yang rangkaian perawinya sampai kepada Nabi) yang shahih :&lt;br /&gt;“إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ”&lt;br /&gt;Artinya : “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu masuk nereka”.&lt;br /&gt;Dan para ulama telah sepakat tentang kepastian hal itu (yaitu bahwa ayah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam) masuk neraka, pent.)&lt;br /&gt;Qardhawi berkomentar : “Aku katakan : ’Apa dosa Abdullah bin Abdul Muththalib sampai-sampai dia masuk neraka, padahal dia termasuk ahlul Fatrah (orang-orang yang hidup pada masa transisi di antara dua orang rasul, pent.). Menurut pendapat yang benar bahwa mereka (ahlul Fatrah) ini selamat dari siksa neraka’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Di dalam “Shahih Bukhari” dan “Shahih Muslim” tercantum hadits marfu’ yang shahih :&lt;br /&gt;يُوْتَى بِالْمَوْتِ كَهَيْئَةِ كَبْشٍ أَمْلَحَ&lt;br /&gt;Artinya : “Maut (kematian) akan didatangkan (pada hari kiamat) dalam bentuk seekor domba jantan berwarna sangat biru”. (H.R. Bukhari – Muslim)&lt;br /&gt;Qardhawi berkata : “Telah dapat diketahui dengan yakin (pasti) yang kepastiannya telah ditetapkan oleh akal dan wahyu bahwa kematian itu bukan seekor domba jantan atau sapi jantan atau salah satu jenis binatang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Di dalam “Shahih Bukhari” tercantum hadits marfu’ yang shahih :&lt;br /&gt;لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلَوْا أَمْرَهُمْ امْرَأَةً. (رواه البخاري)&lt;br /&gt;Artinya : “Tidak akan beruntung suatu kaum (bangsa) yang menguasakan urusan (pemerintah) mereka kepada wanita”. (H.R. Bukhari)&lt;br /&gt;Qardhawi berkata : “Ketentuan ini hanya berlaku di zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di mana hak untuk menjalankan pemerintahkan ketika itu hanya diberikan kepada kaum laki-laki sebagai sikap kesewenang-wenangan. Adapun di zaman sekarang ini ketentuan ini tidak berlaku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Disebutkan di dalam hadits yang shahih :&lt;br /&gt;مَا رَأَيْتُ مِن ناَقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِيْنٍ أَسْلَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ&lt;br /&gt;Artinya : “Aku tidak pernah melihat makhluk yang kurang sempurna akalnya dan kurang sempurna ketaatan mengamalkan agamanya yang lebih mampu menggoyahkan hati seorang laki-laki yang teguh sekalipun daripada masing-masing orang di antara kalian (kaum wanita)”.&lt;br /&gt;Qardhawi berkata : “Sesungguhnya pernyataan ini terlontar dari ucapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk bergurau”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Disebutkan dalam hadits shahih :&lt;br /&gt;“لاَ يُقْتَلُ مُسْلِمٌ بِكَافِرٍ”&lt;br /&gt;Artinya : “Seorang muslim tidak dijatuhi hukuman bunuh (hukum qishash) disebabkan membunuh orang kafir”.&lt;br /&gt;Setelah Qardhawi menyatakan bahwa seorang muslim harus dijatuhi hukum bunuh (qishash) disebabkan ia membunuh orang kafir – suatu pernyataan yang bertentangan dengan ketentuan yang terkandung di dalam hadits di atas – Qardhawi berkata :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya pendapat ini (pendapat yang mengatakan bahwa seorang muslim harus dijatuhi hukuman qishash lantaran membunuh orang kafir, pent.) adalah pendapat yang benar, yang tidak layak pendapat yang lainnya diterapkan di zaman kita ini. Dan dengan memperkuat pendapat ini, berarti kita telah membatalkan semua argumen (alasan) pendapat lain. Dengan begitu berarti kita telah mengibarkan bendera syari’at Islam yang putih cemerlang (terang-benderang)”.&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi pendapat-pendapat Qardhawi yang meyimpang (sesat) dalam mensikapi Sunnah Nabi di samping pendapat-pendapat Qardahwi yang telah diutarakan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEEMPAT : SIKAP QARDHAWI TERHADAP KAUM WANITA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qardhawi berusaha mengoyak tabir (hijab) yang menutupi kaum wanita dengan berbagai cara yang dapat ia lakukan. Berulangkali Qardhawi menyatakan bahwa memisahkan tempat kaum wanita dari tempat kaum pria hukumnya adalah bid’ah dan tergolong tradisi yang tidak berasal dari ajaran Islam , dan bahwa sekat (pembatas) yang memisahkan tempat kaum wanita dari tempat kaum pria harus dilenyapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qardhawi berkata dengan redaksi berikut ini : “Dalam usiaku yang telah mencapai 70 tahun aku pernah pergi ke Amerika untuk menghadiri konfrensi-konfrensi Islam. Akan tetapi sangat disayangkan bahwa ceramah-ceramah yang disampaikan dalam konfrensi-konfrensi Islam tersebut diikuti oleh para peserta wanita yang berada di suatu tempat (ruangan), sedang ceramah-ceramah yang diikuti oleh para peserta pria disampaikan di tempat (ruangan) yang lain. Suasana yang serba kaku tampaknya meliputi audiens (hadirin) dan terkesan bahwa mereka meniru-niru tradisi Barat, sehingga mereka berpegang pada pendapat yang kaku dan meninggalkan pendapat yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya para peserta pria ditempatkan di ruang pertemuan yang terpisah dari ruang pertemuan para peserta wanita.&lt;br /&gt;Mengenai acara yang sama, Qardhawi berkata : “Padahal konfrensi-konfrensi semacam ini merupakan kesempatan bagi seorang pemuda untuk menatap seorang pemudi sehingga hatinya menjadi tertarik, lalu si pemuda dapat leluasa menanyakan tentang identitas si pemudi yang dengan sebab itu Allah bukakan pintu hati muda-mudi tersebut, dan di belakang pertemuan itu terbentuklah keluarga yang islamiy”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada acara yang sama pula (Konfrensi Islam), ketika Qardhawi dihampiri oleh seorang laki-laki yang ditugaskan untuk memberikan kata sambutan sebelum Qardhawi menyampaikan ceramah khusus di hadapan para peserta wanita, Qardhawi berkata : “Telah saya katakan kepada orang laki-laki yang ditugaskan untuk memberikan kata sambutan : ‘Apa peran Anda dalam acara ini ? Seharusnya peran Anda ini digantikan oleh salah seorang akhwat, karena pokok pembahasan yang akan diutarakan dalam ceramah adalah khusus untuk mereka (akhwat). Oleh karena itu salah seorang di antara akhwat itulah yang seharusnya memberikan kata sambutan sebagai pengantar ceramahku, mengucapkan sepatah kata, dan mengajukan pertanyaan-pernyataan, yang dengan cara ini berarti kita melatih mereka (akhwat) dalam bidang leadhersheap (kepemimpinan). Tatapi sayangnya sikap sewenang-wenang dari kaum laki-laki masih saja menimpa kaum wanita sampai-sampai sikap sewenang-wenang ini terjadi dalam urasan-urusan khusus kaum wanita’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qardhawi mengatakan bahwa wanita-wanita yang berhijab pun harus tampil dalam acara-acara televisi dan tayangan-tayangan parabola, dan para wanita harus ikut serta dalam acara-acara pementasan drama dan sandiwara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Qardhawi menuturkan bahwa dia mempunyai dua orang puteri yang telah menamatkan studinya di beberapa universitas di Inggris – di sini sebenarnya Qardhawi ingin mengajak orang untuk mendukung budaya ikhtilath (campur-baur laki-laki dengan para wanita di satu tempat), budaya yang tak tahu malu – sehingga kedua puteri Qardhawi tersebut mandapat gelar doktor, yang satu orang di bidang fisika nuklir dan yang lainnya di bidang biokimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELIMA : QARDHAWI DAN SARANA-SARANA HIBURAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf Qardhawi tergolong dalam kategori da’i berkedok agama yang paling terkenal getol mengajak orang untuk mendukung lagu, musik, dan berbagai sarana hiburan dan dia mengemukakan pernyataan semacam ini di berbagai kitabnya dan di berbagai kesempatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Qardhawi menyatakan diberbagai bukunya bahwa lagu (nyanyian) itu halal , dan nonton film di gedung bioskop itu halal dan baik.&lt;br /&gt;2. Qardhawi menuturkan bahwa dia mengingkari para seniman (artis) yang meninggalkan dunia seni.&lt;br /&gt;3. Qardhawi mendo’akan keberkahan (kebahagiaan) bagi orang-orang yang memakai kalung salib dan mempertontonkannya di depan khalayak ramai lewat pementasan drama yang menampilkan peran tokoh tokoh Salibis (Kristen) yang melakukan penyerangan berkali-kali terhadap pasukan kaum muslimin dalam Perang Salib ketika Qardhawi mengakhiri kata sambutannya. Qardhawi berkata :&lt;br /&gt;“Berjalanlah kalian di atas keberkahan (kabahagiaan) yang dianugerahkan Allah ! Semoga Allah senantiasa menyertai kalian dan tidak menelantarkan kalian dalam melaksanakan tugas-tugas kalian”.&lt;br /&gt;4. Qardhawi menuturkan bahwa dia suka mengikuti (menikmati) lagu-lagu Fa’izah Ahmad, Syaadiyah, Ummu Kultsum, Fairuz, dan penyanyi-penyanyi lainnya.&lt;br /&gt;5. Qardhawi bertutur tentang dirinya bahwa dia hobbi nonton film, menikamati cerita-cerita bersambung, dan nonton sandiwara (drama). Film yang disukai Qardhawi misalnya : “Al Irhaab Wa Al-Kabaab” dengan sutradara ‘Aadil Imam – yang di dalamnya ditampilkan adegan pelecehan terhadap orang-orang yang menganut agama –, film “Layaali Hilmiyyah”, film “Ra’ufat Al’Hujjaan”, film “Ghiwaar”, film “Nuur Asy-Syariif”, film “Ma’aalii Zaayad”, dan film-film lainnya.&lt;br /&gt;6. Qardhawi berfatwa bahwasannya dibolehkan bagi para wanita tampil di layar film dan televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEENAM : PENYIMPANGAN-PENYIMPANGAN QARDHAWI DALAM MASALAH FIQIH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qardhawi telah malakukan penyimpangan melalui berbagai pendapat dan pemikirannya dalam masalah fiqih dengan membuang jauh-jauh nash-nash Al-Qur’an dan Al-Hadits serta mengesampingkan pendapat-pendapat para ulama. Silahkan pembaca simak bebarapa penyimpangan (kesesatan) pemikiran Qardhawi dalam masalah fiqih :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Qardhawi menyatakan bahwa hukuman “rajam” termasuk kategori “ta’zir” (bukan hadd). Waliyyul Amri (penguasa) berhak membatalkan hukuman “rajam” bila melihat maslahat.&lt;br /&gt;2. Qardhawi berpendapat bahwa riddah (kemurtadan) ada dua macam :&lt;br /&gt;1. riddah mughallazhah (kemurtadan berat) yaitu kemurtadan yang dibarengi dengan tindakan bengis (kejam) untuk menentang masyarakat, oleh karena itu pelakunya harus dihukum bunuh (dihukum mati);&lt;br /&gt;2. riddah mukhaffafah (kemurtadan ringan) yaitu semua jenis kemurtadan selain kemurtadan jenis pertama. Pelaku kemurtadan yang tertakhir ini tidak boleh dihukum bunuh (hukum mati)&lt;br /&gt;3. Qardhawi berpendapat bahwa seorang wanita boleh memegang tampuk kepemimpinan umum.&lt;br /&gt;4. Qardhawi berpendapat bahwa sorangan wanita apabila ikut serta dalam jual-beli dan berbagai jenis mu’amlah, maka persaksiannya disetarakan dengan persaksian seorang laki-laki.&lt;br /&gt;5. Qardhawi berpendapat bahwa mencukur jenggot itu boleh.&lt;br /&gt;6. Qardhawi menyatakan bahwa riba (bunga uang) yang sedikit, 1% atau 2%, dibolehkan dengan alasan untuk kepentingan biaya administrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping Qardhawi membolehkan (memandang halal) lagu, musik, televisi, tayangan parabola, cerita bersambung, isbal (mamanjangkan) kain sampai di bawah matakaki, wanita menampakkan wajah (tidak bercadar), menggambar makhluk bernyawa, nonton drama (sandirwara), menjual khamr (minuman keras) dan daging babi kepada orang kafir, mencangkok anggota badan seorang muslim dengan anggota badan seekor babi, laki-laki berjabatan tangan dengan wanita, berpakaian dengan mode pakaian orang-orang kafir, makan daging binatang yang mati mendadak, wanita bepergian jauh ke luar negeri untuk keperluan belajar (studi) tanpa di temani mahramnya, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat sekali ucapan seseorang yang menyatakan bahwa Qardhawi – dengan fatwa-fatwanya dan kelancangannya mengubah syari’at Islam – sesungguhnya dia sedang berteriak kepada semua orang yang menisbatkan dirinya kepada Islam sambil mengucapkan kata-kata kepada mereka dengan lisan tingkahlakunya : “Lakukanlah apa saja yang hendak kalian lakukan ! Karena masuk surga sudah pasti bagi kalian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mohon kepada Allah Ta’aala agar Dia memberikan ketabahan (keteguhan hati) kepada kita dalam perpegangteguh pada Islam dan Sunnah, agar Dia melindungi kita dari bahaya pendapat-pendapat semacam ini dan para pencetusnya, dan agar Dia menjadikan kita termasuk orang-orang yang berpegang teguh pada petunjuk Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, keluarganya, dan para sahabatnya sampai hari pembalasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETUJUH : QARDHAWI MEMPOSISIKAN MAKHLUK LEBIH TINGGI DARI KHALIQ DAN DIA MENGHARAPKAN NEGARANYA BISA SEPERTI NEGARA ISRAEL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qardhawi berkata : “Wahai saudara-saudara sekalian, sebelum meninggalkan tempat ini, saya ingin menyampaikan suatu kalimat berkenaan dengan hasil Pemilu Israel. Dulu orang-orang Arab menaruh harapan kepada kesuksesan Perez dan dia sekarang telah jatuh, inilah yang kita puji dari Israel.&lt;br /&gt;Kita berharap nagara kita bisa seperti negara ini (Israel), yaitu karena kolompok kecil seorang penguasa bisa jatuh, dan rakyatlah yang menentukan hukum tanpa ada hitung-hitungan prosentase yang kita kenal di negeri kita 99,99 persen. Sungguh ini semua adalah kedustaan dan tipuan. Seandainya Allah menampakkan diri kepada manusia, maka Dia tak akan mampu mancapai prosentase sebesar ini. Kami mengucapkan selamat kepada Israel atas apa yang telah diperbuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: www.ahlussunnah-jakarta.org from sahab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://darussalaf.org/index.php?name=News&amp;amp;file=article&amp;amp;sid=287&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-2405598056641364080?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/2405598056641364080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/kritikan-dan-hujatan-pada-qardhawi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/2405598056641364080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/2405598056641364080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/kritikan-dan-hujatan-pada-qardhawi.html' title='Kritikan dan Hujatan pada Qardhawi'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-790704060197960887</id><published>2009-12-23T19:02:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T19:06:29.723-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi'/><title type='text'>Mereka bicara tentang Qardhawi</title><content type='html'>Banyak para tokoh dan ulama Islam yang mempunyai kesan khusus dengan Dr. Yusuf Qardhawi, diantaranya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan al Banna : "Sesungguhnya ia adalah seorang penyair yang jempolan dan berbakat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Kabir Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz - Mantan mufti kerajaan Saudi dan ketua Hai'ah Kibarul Ulama berkata: "Buku-bukunya memiliki bobot ilmiah dan sangat berpengaruh di dunia Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al Muhaddits Muhammad Nashiruddin al Albani - Ahli hadis terkemuka abad 20 berkata, "Saya diminta (al Qaradhawy) untuk meneliti riwayat hadis serta menjelaskan kesahihan dan ke dha'ifan hadis yang terdapat dalam bukunya (Halal wal Haram). Hal itu menunjukkan ia memiliki akhlak yang mulia dan pribadi yang baik. Saya mengetahui semua secara langsung. Setiap dia bertemu saya dalam satu kesempatan, ia akan selalu menanyakan kepada saya tentang hadis atau masalah fiqh. Dia melakukan itu agar ia mengetahui pendapat saya mengenai masalah itu dan ia dapat mengambil manfaat dari pendapat saya tersebut. Itu semua menunjukkan kerendahan hatinya yang sangat tinggi serta kesopanan dan adab yang tiada tara. Semoga Allah SWT mendatangkan manfaat dengan keberadaannya." Mengapapa pengikut ke-2 syaikh itu tidak mengambil manfaat dari kesaksian mereka?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abul Hasan an Nadwi - Ulama terkenal asal India berkata: "al Qaradhawy adalah seorang 'alim yang sangat dalam ilmunya sekaligus sebagai pendidik kelas dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al 'Allamah Musthafa az Zarqa' - Ahli fiqh asal Suriah berkata: "al Qaradhawy adalah Hujjah zaman ini dan ia merupakan nikmat Allah atas kaum muslimin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Muhaddits Abdul Fattah Abu Ghuddah, Ahli hadis asal Suriah dan tokoh Ikhwanul Muslimin berkata: "al Qaradhawy adalah mursyid kita. Ia adalah seorang 'Allamah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Qadhi Husein Ahmad, Amir Jamiat Islami Pakistan berkata: "Al Qaradhawy adalah madrasah ilmiah fiqhiyah dan da'awiyah. Wajib bagi umat untuk mereguk ilmunya yang sejuk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Thaha Jabir al Ulwani, Direktur International Institute of Islamic Thought di AS - berkata: "Al Qaradhawy adalah faqihnya para dai dan dainya para faqih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad alGhazaly - Dai dan ulama besar asal Mesir yang pernah menjadi guru al Qaradhawy sekaligus tokoh Ikhwanul Muslimin berkata: "Al Qaradhawy adalah salah seorang Imam kaum muslimin zaman ini yang mampu menggabungkan fiqh antara akal dengan atsar." Ketika ditanya lagi tentang al Qaradhawy, ia menjawab, "Saya gurunya, tetapi ia ustadku. Syaikh dulu pernah menjadi muridku, tetapi kini ia telah menjadi guruku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdullah bin Baih - Dosen Univ. malik Abdul Aziz di Saudi - berkata: "Sesungguhnya Allamah Dr. Yusuf al Qaradhawy adalah sosok yang tidak perlu lagi pujian karena ia adalah seorang 'alim yang memiliki keluasan ilmu bagaikan samudera. Ia adalah seorang dai yang sangat berpengaruh. Seorang murabbi generasi Islam yang sangat jempolan dan seorang reformis yang berbakti dengan amal dan perkataan. Ia sebarkan ilmu dan hikmah karena ia adalah sosok pendidik yang profesional." [Al Ikhwan Al Muslimun, Anugerah Allah yang Terzalimi hal. 182-185]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: akh Indrayogi (indrayogi.multiply.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-790704060197960887?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/790704060197960887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/mereka-bicara-tentang-qardhawi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/790704060197960887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/790704060197960887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/mereka-bicara-tentang-qardhawi.html' title='Mereka bicara tentang Qardhawi'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-933841235460007991</id><published>2009-12-23T17:25:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T17:47:58.943-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi'/><title type='text'>Ulama Progressif yang Kontroversial</title><content type='html'>Di berbagai negara di dunia, nama Dr Yusuf Qardhawi (ada yang menulisnya&lt;br /&gt;dengan Yusuf Qaradhawi), sangat populer. Qardhawi dikenal sebagai ulama yang&lt;br /&gt;berani dan kritis. Pandangannya sangat luas dan tajam. Karena itu, banyak&lt;br /&gt;pihak yang merasa 'gerah' dengan berbagai pemikirannya yang seringkali&lt;br /&gt;dianggap menyudutkan pihak tertentu, termasuk pemerintah Mesir. Akibat&lt;br /&gt;pandangan-pandangannya itu pula, tak jarang pria kelahiran Shafth Turaab,&lt;br /&gt;Mesir pada 9 September 1926 ini harus mendekam dibalik jeruji besi. Namun&lt;br /&gt;demikian, ia tak pernah berhenti menyuarakan dan menyampaikan pandangannya,&lt;br /&gt;dalam membuka cakrawala umat.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, ratusan buku telah ia tulis dan sudah diterjemahkan kedalam&lt;br /&gt;berbagai bahasa di dunia. Buku-buku Qardhawi, membahas berbagai hal terkait&lt;br /&gt;kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Mulai dari urusan rumah&lt;br /&gt;tangga hingga negara dan demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil, Qardhawi sudah dikenal sebagai anak yang pandai dan kritis.&lt;br /&gt;Pada usia 10 tahun, ia sudah hafal Alquran. Ia menyelesaikan pendidikannya&lt;br /&gt;di Ma'had Thantha dan Ma'had Tsanawi. Setelah itu, Qardhawi terus&lt;br /&gt;melanjutkan ke Universitas al-Azhar, Fakultas Ushuluddin, dan lulus tahun&lt;br /&gt;1952. namun, gelar doktoralnya baru diperoleh pada tahun 1972 dengan&lt;br /&gt;disertasi berjudul "Zakat dan Dampaknya Dalam Penanggulangan Kemiskinan."&lt;br /&gt;Disertasinya telah disempurnakan dan dibukukan dengan judul Fiqh Zakat.&lt;br /&gt;Sebuah buku yang sangat konprehensif membahas persoalan zakat dengan nuansa&lt;br /&gt;modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlambatannya meraih gelar doktoral itu bukannya tanpa alasan. Sikap&lt;br /&gt;kritislah yang membuatnya baru bisa meraih gelar doktor pada tahun 1972.&lt;br /&gt;Untuk menghindari kekejaman rezim yang berkuasa di Mesir, Qardhawi harus&lt;br /&gt;meninggalkan tanah kelahirannya menuju Qatar pada tahun 1961. Disana, ia&lt;br /&gt;sempat mendirikan Fakultas Syariah di Universitas Qatar. Pada saat yang&lt;br /&gt;sama, ia juga mendirikan Pusat Kajian Sejarah dan Sunnah Nabi. Ia mendapat&lt;br /&gt;kewarganegaraan Qatar dan menjadikan Doha sebagai tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebelum itu, ia sudah merasakan kerasnya kehidupan penjara. Saat&lt;br /&gt;berusia 23 tahun, Qardhawi muda harus mendekam dipenjara akibat&lt;br /&gt;keterlibatannya dalam pergerakan Ikhwanul Muslimn saat Mesir masih dijabat&lt;br /&gt;Raja Faruk tahun 1949. Setelah bebas dari penjara, ia lagi-lagi menyuarakan&lt;br /&gt;kebebasan. Karena khutbah-khutbahnya yang keras, dan mengecam keridakadilan&lt;br /&gt;yang dilakukan rezim berkuasa, Ia harus berurusan dengan pihak berwajib.&lt;br /&gt;Bahkan, ia sempat dilarang untuk memberikan khutbah di sebuah Masjid di&lt;br /&gt;daerah Zamalik. Alasannya, khutbah-khutbahnya dinilai menciptakan opini umum&lt;br /&gt;tentang ketidakadilan rezim saat itu. Akibatnya, tahun 1956 (April) ia&lt;br /&gt;kembali ditangkap saat terjadi Revolusi di Mesir. Setelah beberapa bulan,&lt;br /&gt;pada Oktober 1956, Qardhawi kembali mendekam di penjara militer selama dua&lt;br /&gt;tahun. Setelah berkali-kali mendekam dibalik jeruji besi, Qardhawi akhirnya&lt;br /&gt;meninggalkan Mesir tahun 1961 menuju Qatar. Di Qatar ini, Qardhawi lebih&lt;br /&gt;leluasa mengungkapkan pemikiran-pemikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap moderat Qardhawi terlihat dalam mendidik putra-putrinya. Dari tujuh&lt;br /&gt;orang anaknya (empat putri dan tiga putra), hanya satu orang yang mengambil&lt;br /&gt;pendidikan agama. Selebihnya ada yang mengambil fisika, kimia, elektro dan&lt;br /&gt;lainnya. Ia membebaskan anak-anaknya menuntut ilmu apa saja yang sesuai&lt;br /&gt;dengan minat dan bakat serta kecenderunga masing-masing. Salah seorang&lt;br /&gt;putrinya memperoleh gelar doktor fisika dalam bidang nuklir dari Inggris.&lt;br /&gt;Putri keduanya memperoleh gelar doktor dalam bidang kimia juga dari Inggris,&lt;br /&gt;sedangkan yang ketiga masih menempuh S3. Adapun yang keempat telah&lt;br /&gt;menyelesaikan pendidikan S1-nya di Universitas Texas Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak laki-laki yang pertama menempuh S3 dalam bidang teknik elektro di&lt;br /&gt;Amerika, yang kedua belajar di Universitas Darul Ulum Mesir. Sedangkan yang&lt;br /&gt;bungsu telah menyelesaikan kuliahnya pada fakultas teknik jurusan listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari beragam pendidikan anak-anaknya, masyarakat bisa membaca sikap&lt;br /&gt;dan pandangan Qardhawi terhadap pendidikan modern. Menurut Qardhawi, semua&lt;br /&gt;ilmu (bisa islami dan tidak islami), tergantung kepada orang yang memandang&lt;br /&gt;dan mempergunakannya. Dan ia menolak pembagian ilmu secara dikotomis.&lt;br /&gt;Pemisahan ilmu secara dikotomis itu, menurut Qardhawi, telah menghambat&lt;br /&gt;kemajuan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sikapnya ini pula, banyak pihak yang mengecam Qardhawi bahkan&lt;br /&gt;dianggap menyimpang. Bahkan, sebagian diantara para pemikir mencap dirinya&lt;br /&gt;sebagai orang yang mendukung pendidikan barat yang bisa merusak akhlak&lt;br /&gt;generasi muda. Namun demikian, ia menanggapi semua tuduhan yang ditujukan&lt;br /&gt;kepada dirinya dengan sikap lapang dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang yang menuduhnya menyimpang adalah Abu Afifah. Dalam sebuah&lt;br /&gt;artikelnya; ''Siapakah Yusuf Al-Qardhawi, Abu Afifah menyebutkan Qardhawi&lt;br /&gt;sebagai seorang ahlul bid'ah. ''Sesungguhnya bencana yang tengah menimpa&lt;br /&gt;umat dewasa ini adalah menjamurnya kelompok-kelompok orang yang berani&lt;br /&gt;memanipulasi (memalsukan) "selendang ilmu" dengan mengubah bentuk syari'at&lt;br /&gt;Islam dengan istilah "tajdidi" (pembaharuan), mempermudah sarana-sarana&lt;br /&gt;kerusakan dengan istilah "fiqih taysiir" (fiqih penyederahanaan masalah),&lt;br /&gt;membuka pintu-pintu kehinaan dengan kedok "ijtihad" (upaya keras untuk&lt;br /&gt;mengambil konklusi hukum Islam), melecehkan sederet sunnah-sunnah Nabi&lt;br /&gt;dengan kedok "fiqih awlawiyyat" (fiqih prioritas), dan berloyalitas&lt;br /&gt;(menjalin hubungan setia) dengan orang-orang kafir dengan alasan&lt;br /&gt;"memperindah corak (penampilan) Islam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Abu Afifah, masih banyak tokoh lain yang meminta agar umat Islam&lt;br /&gt;berhati-hati terhadap setiap gagasan Qardhawi. Diantaranya Syeikh Shalih Alu&lt;br /&gt;Fauzan, yang mengkritik kitab yang ditulis Qardhawi (Al-I'laam binaqdi&lt;br /&gt;Al-Kitab Al-Halal wa Al-Haram (Kritik terhadap kitab Halal dan Haram karya&lt;br /&gt;Yusuf Qardhawi) dan Syeikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'iy pengarang kitab&lt;br /&gt;Ar-Raddu 'Ala Al-Qardhawi, serta Sulaiman bin Shalih Al-Khurasyi. Wa Allahu&lt;br /&gt;A'lamu. sya/berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Beberapa Sikap Kontroversi Qardhawi*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mendukung masuknya Partai Kupu-Kupu Italia ke dalam parlemen yaitu sebuah&lt;br /&gt;partai politk para pelacur. Menurut Qardhawi, Partai Kupu-Kupu ini&lt;br /&gt;mengaspirasikan hak demokrasinya. Jika anda menolak keberadaannya atau&lt;br /&gt;menolak masuknya ke parlemen atau menolak keikutsertaannya dalam&lt;br /&gt;penghitungan dengan suara anggotanya, maka anda tidak demokratis, dan&lt;br /&gt;tindakan ini melawan demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sikap Qardhawi terhadap orang Kafir. Qardhawi berkata : "Sesungguhnya&lt;br /&gt;rasa cinta (persahabatan) seorang muslim dengan non-muslim bukan merupakan&lt;br /&gt;dosa." "Semua urusan yang berlaku di antara kita (maksudnya : kaum muslimin&lt;br /&gt;dan orang-orang Nashrani) menjadi tanggungjawab kita bersama, karena kita&lt;br /&gt;semua adalah warga dari tanah air yang satu, tempat kembali kita satu, dan&lt;br /&gt;umat kita adalah umat yang satu. Aku mengatakan sesuatu tentang mereka,&lt;br /&gt;yakni saudara-saudara kita yang menganut agama Masehi (Kristen) - meskipun&lt;br /&gt;sementara orang mengingkari perkataanku ini - "Sesungguhnya orang-orang yang&lt;br /&gt;beriman itu bersaudara". Ya, kita (kaum muslimin) adalah orang-orang&lt;br /&gt;beriman, dan mereka (para penganut agama Kristen) juga orang-orang beriman&lt;br /&gt;dilihat dari sisi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sikapnya terhadap Ahli Bid'ah. Qardhawi membela golongan Rafidhah, yaitu&lt;br /&gt;pewaris golongan Mu'tazilah. Kelompok Rafidhah ini diketahui memasukkan&lt;br /&gt;sekitar 10 persen paham Mu'tazilah yang dianggap sesat dan menyamakan&lt;br /&gt;dirinya dengan Abu Jahal. Qardhawi menilai, upaya membangkitkan perselisihan&lt;br /&gt;dengan mereka sebagai pengkhianatan terhadap umat Islam. Qardhawi menilai&lt;br /&gt;kutukan yang dilontarkan kaum Rafidhah terhadap para sahabat Nabi, tahrif&lt;br /&gt;(mengubah lafazh dan makna) Al Qur'an yang mereka lakukan, pendapat mereka&lt;br /&gt;bahwa imam-imam mereka terpelihara dari kesalahan (ma'shum), dan pelaksanaan&lt;br /&gt;ibadah haji mereka di depan monumen-monumen kesyirikan, dan&lt;br /&gt;kesesatan-kesesatan mereka yang lainnya, semua itu hanya merupakan perbedaan&lt;br /&gt;pendapat yang ringan dalam masalah aqidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sikapnya terhadap Sunnah (Hadits). Qardhawi menyatakan, seorang wanita&lt;br /&gt;diperbolehkan menjadi pemimpin. Ia menyangkal hadits yang diriwayatkan&lt;br /&gt;Bukhari, yaitu : "Tidak akan beruntung suatu kaum (bangsa) yang menguasakan&lt;br /&gt;urusan (pemerintah) mereka kepada wanita". (HR Bukhari). Menurutnya,&lt;br /&gt;ketentuan (hadits) ini hanya berlaku di zaman Rasulullah, di mana hak untuk&lt;br /&gt;menjalankan pemerintahkan ketika itu hanya diberikan kepada kaum laki-laki.&lt;br /&gt;Adapun di zaman sekarang ini ketentuan ini tidak berlaku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain masalah diatas, masih banyak sikap Qardhawi yang dianggap menyimpang&lt;br /&gt;oleh sebagian yang lain dan menempatkannya sebagai ahlul bid'ah, namun&lt;br /&gt;sebagian lagi menganggap sikap Qardhawi itu sebagai sikap yang berani dalam&lt;br /&gt;membahas sebuah persoalan secara lebih jelas. Karena itu, di Mesir terhadap&lt;br /&gt;sekelompok orang yang menamakan dirinya Qaradhawiyan (penggikut Qardhawi).&lt;br /&gt;Wa Allahu A'lamu.&amp;nbsp; sya/berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Buku-buku karya Qardhawi*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf Qardhawi telah menulis berbagai buku dalam perlbaga bidang kelimuan&lt;br /&gt;Islam, seperti bidang sosial, dakwah, fiqh, demokrasi dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Buku karya Qardhawi sangat diminati uamt Islam di berbagai penjuru dunia.&lt;br /&gt;Bahkan, banyak buku-buku atau kitabnya yang telah dicetak ulang hingga&lt;br /&gt;puluhan kali dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Berikut sejumlah buku karya Qardhawi. *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Dalam bidang Fiqh dan Usul Fiqh. Sebagai seorang ahli fiqh, Qardhawi&lt;br /&gt;telah menulis sedikitnya 14 buah buku, baik Fiqh maupun Ushul Fiqh. Antara&lt;br /&gt;lain, Al-Halal wa al-Haram fi al-Islam (Halal dan Haram dalam Islam),&lt;br /&gt;Al-Ijtihad fi al-Shari'at al-Islamiah (Ijtihad dalam syariat Islam), Fiqh&lt;br /&gt;al-Siyam ( Hukum Tentang Puasa), Fiqh al-Taharah (Hukum tentang Bersuci),&lt;br /&gt;Fiqh al-Ghina' wa al-Musiqa (Hukum Tentang Nyayian dan Musik ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Ekonomi Islam. Dalam bidang ekonomi Islam, buku karya Qardhawi antara&lt;br /&gt;lain, Fiqh Zakat, Bay'u al-Murabahah li al-Amri bi al-Shira; ( Sistem jual&lt;br /&gt;beli al-Murabah), Fawa'id al-Bunuk Hiya al-Riba al-Haram, (Manfaat&lt;br /&gt;Diharamkannya Bunga Bank), Dawr al-Qiyam wa al-Akhlaq fi al-Iqtisad&lt;br /&gt;al-Islami (Peranan nilai dan akhlak dalam ekonomi Islam), serta Dur al-Zakat&lt;br /&gt;fi alaj al-Musykilat al-Iqtisadiyyah (Peranan zakat dalam Mengatasi Masalah&lt;br /&gt;ekonomi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pengetahuan tentang al-Quran dan al-Sunnah. Qardhawi menulis sejumlah&lt;br /&gt;buku dan kajian mendalam terhadap metodologi mempelajari Alquran, cara&lt;br /&gt;berinterakhsi dan pemahaman terhadap Alquran maupun Sunnah. Buku-bukunya&lt;br /&gt;antara lain Al-Aql wa al-Ilm fi al-Quran (Akal dan Ilmu dalam al-Quran),&lt;br /&gt;Al-Sabru fi al-Quran (Sabar dalam al-Quran), Tafsir Surah al-Ra'd dan Kayfa&lt;br /&gt;Nata'amal ma'a al-Sunnah al-Nabawiyyah (Bagaimana berinteraksi dengan&lt;br /&gt;sunnah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Akidah Islam. Dalam bidang ini Qardhawi menulis sekitar emnpat buku,&lt;br /&gt;antara lain Wujud Allah (Adanya Allah), Haqiqat al-Tawhid (Hakikat&lt;br /&gt;Tauhid),Iman bi Qadr (Keimanan kepada Qadar),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain karya diatas, Qardhawi juga banyak menulis buku tentang Tokoh-tokoh&lt;br /&gt;Islam seperti Al-Ghazali, Para Wanita Beriman dan Abu Hasan Al-Nadwi.&lt;br /&gt;Qardhawi juga menulis buku Akhlak berdasarkan Alquran dan al-Sunnah,&lt;br /&gt;Kebangkitan Islam, Sastra dan Syair serta banyak lagi yang lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://www.ssffmp.or.id/koran/153/25448/YUSUF_AL_QARDHAWI_ULAMA_PROGRESIF_YANG_KONTROVERSIAL"&gt;Republika&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-933841235460007991?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/933841235460007991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/ulama-progressif-yang-kontroversial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/933841235460007991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/933841235460007991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/ulama-progressif-yang-kontroversial.html' title='Ulama Progressif yang Kontroversial'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-1495394905336489922</id><published>2009-12-23T17:17:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T17:55:11.362-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Qaradhawi siap kawal Film Nabi</title><content type='html'>DOHA--Film internasional tentang sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW sedang dirilis oleh perusahaan media di Qatar. Rencana pembuatan film ini terkait dengan upaya baru untuk menghapus stereotip yang beredar luas tentang Islam di Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Film ini akan menyoroti kehidupan Nabi sejak sebelum lahir sampai wafat beliau," ungkap Ahmad Abdullah Al-Mustafa, ketua Alnoor Holdings, Al-Jazeera TV, seperti dikutip Islamonline, Ahad (1/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alnoor Holdings didirikan tahun ini untuk memanfaatkan peluang ekonomi dalam industri hiburan, berfokus pada produksi film internasional, produksi arab, dan animasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan film yang akan menghabiskan biaya sekitar $150 juta atau sekitar Rp1,5 triliun ini rencananya akan dimulai pada tahun 2011. "Film itu diperkirakan akan memakan waktu antara 25 sampai 30 bulan," ujar Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan tersebut telah mengeluarkan dana film internasional sebesar $200 juta untuk berinvestasi dalam proyek film di tengah pembiayaan ketat karena krisis keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Abdullah, pihak Alnoor masih melakukan pembahasan dengan pihak studio, agen pencari bakat dan distributor di AS dan Inggris, untuk memilih pemain film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Film ini akan dibintangi oleh seorang Muslim yang bisa berbahasa Inggris," ungkap Abdullah. Namun, tambah dia, sesuai dengan aturan dalam Islam, wajah Nabi Muhammad tidak akan ditampilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang bertujuan untuk menjembatani Muslim dan non-Muslim ini akan diproduseri oleh Barrie M. Osborne, seorang produser eksekutif Amerika yang tekenal sebagai pemenang Oscar lewat filmnya "Lord of the Rings: The Return of the King", di mana ia menerima Academy Award untuk Best Picture.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin persatuan ulama dunia, Syekh Yusuf Al-Qardhawi, juga telah bersedia untuk mengawasi konten film tersebut. "Kami telah sepakat dengan Syekh Qardhawi untuk membentuk sebuah komite yang bertugas mengawasi script, pemotretan, dan produksi film," kata Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Qardhawi, bahkan memuji rencana pembuatan film Nabi Muhammad itu. "Film ini bertujuan untuk melayani Islam," kata Qardhawi. iol/taq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/86507/Qardhawi_Siap_Kawal_Film_Nabi_SAW"&gt;REPUBLIKA&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-1495394905336489922?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/1495394905336489922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qaradhawi-siap-kawal-film-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/1495394905336489922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/1495394905336489922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qaradhawi-siap-kawal-film-nabi.html' title='Qaradhawi siap kawal Film Nabi'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-1049394528734042843</id><published>2009-12-23T17:11:00.003-08:00</published><updated>2009-12-23T17:58:26.324-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Qaradhawi meraih Hijrah Award dari Malaysia</title><content type='html'>www.republika.co.id -  DOHA--Cendikiawan Muslim terkemuka, Syekh Yusuf Al-Qardhawi, presiden dari Persatuan Ulama Muslim Dunia (IUMS), Selasa (15/12), kemarin, memenangkan penghargaan bergengsi Malaysia "Hijrah Nabi". Penghargaan tersebut akan diberikan kepada Qardhawi oleh Raja Malaysia, Mizan Zainal Abidin, dalam sebuah upacara pada tahun baru Hijriyah, tanggal 1 Muharram yang jatuh pada Jumat (18/12) mendatang.&lt;br /&gt;Qardhawi dijadwalkan akan menyampaikan pidato dalam acara, yang akan dihadiri oleh menteri-menteri, negarawan dan tokoh masyarakat itu, dengan tema misi Nabi Muhammad SAW. Ulama terkemuka itu juga akan memberikan serangkaian kuliah dan bertemu dengan anggota Dewan Mufti Nasional serta intelektual Malaysia.&lt;br /&gt;Penghargaan diberikan sebagai pengakuan atas keilmuan Qardhawi yang luas serta kontribusi tanpa pamrihnya dalam melayani Islam dan umatnya, juga terhadap upayanya dalam perkembangan budaya Islam untuk kepentingan umat.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan "Hijrah Nabi" ini diprakarsai oleh Departemen Pembangunan Islam Malaysia pada tahun 1987. Penghargaan diberikan kepada tokoh-tokoh Islam pada setiap hari pertama dari tahun Hijriah sebagai pengakuan atas kontribusi mereka untuk melayani Islam.&lt;br /&gt;Pemenang penghargaan sebelumnya antar lain, ulama Mesir Syeikh Mohamed Idris Al-Marbouy, intelektual Muslim Indonesia dan mantan menteri agama Haji Manawir Shazali dan ulama Suriah Wahba Al-Zuheili.&lt;br /&gt;Ketokohan Qardhawi&lt;br /&gt;Penghargaan dari pemerintah Malaysia ini merupakan penghargaan internasional kedelapan yang didapat Syekh Qardhawi untuk kontribusi ilmiah. Sebelumnya, Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani, memberikan Qardhawi penghargaan atas prestasinya di bidang studi Islam dua bulan yang lalu.&lt;br /&gt;Ia juga merupakan figur Muslim keempat yang dipilih oleh Dubai International Holy Quran Award sebagai Muslim berkepribadian Islami, sembilan tahun yang lalu.&lt;br /&gt;Qardhawi lahir di Mesir pada 9 September 1926. Ayahnya meninggal saat ia berusia dua tahun.Qardhawi kemudian dibesarkan oleh pamannya. Qardhawi telah hafal Alquran pada usia sangat muda, yakni umur sepuluh tahun. Ia belajar di Al-Azhar dan menjadi lulusan terbaik di Fakultas Ushuluddin pada tahun 1953.&lt;br /&gt;Pada tahun 1963, ia diangkat sebagai pegawai di Departemen Awkaf (agama) dan dikirim ke Qatar, tempat ia memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya. Pada tahun 1977, Qardhawi mendirikan Fakultas syariah dan Studi Islam di Universitas Qatar.&lt;br /&gt;Ulama terkemuka ini telah menerbitkan puluhan buku, terutama yang Halal dan Haram dalam Islam. Ia dikenal karena pandangan moderat dan dianggap sebagai salah satu sarjana yang paling berpengaruh di dunia Islam. Qardhawi merupakan salah satu pendiri dan presiden dari International Union of Muslim Scholars dan Dewan Eropa untuk Fatwa dan Penelitian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-1049394528734042843?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/1049394528734042843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qaradhawi-meraih-hijrah-award-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/1049394528734042843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/1049394528734042843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qaradhawi-meraih-hijrah-award-dari.html' title='Qaradhawi meraih Hijrah Award dari Malaysia'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-622136566548905696</id><published>2009-12-23T17:10:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T18:00:00.287-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita qardhawi'/><title type='text'>Pembukaan Qardhawi Center untuk penyebaran Islam moderat</title><content type='html'>Pascaperistiwa 11 September 2001, Islam menghadapi tantangan yang begitu berat. Stereotip Islam sebagai agama yang mengajarkan kekerasan tumbuh begitu subur di dunia Barat. Guna mematahkan stereotip itu, di Doha, Qatar, telah berdiri sebuah pusat keislaman yang berupaya memperkenalkan ajaran Islam yang toleran dan penuh kedamaian kepada dunia Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat keislaman itu bernama Qardhawi Center--menggunakan nama ulama terkemuka di dunia--Syekh Yusuf Al-Qardhawi. Bagi umat Islam, nama Syekh Qardhawi begitu familier. Ia adalah presiden Persatuan Ulama Muslim Internasional. Qardhawi Center secara resmi mulai berkiprah sejak 6 September 2009 lalu.&lt;br /&gt;''Alasan utama pendirian Qardhawi Center ini karena kita telah terganggu oleh bahaya ekstremisme dan pencemaran nama baik Islam,'' ujar Muhammad Ahmad, direktur Qardhawi Center for Islamic Moderation and Renewal. Menurut Ahmad, stigma buruk terhadap Islam tak hanya terjadi di dunia Barat, tapi di seluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, Qardhawi Center didirikan oleh Syeikha Mozah binti Nasser, istri penguasa Qatar. Ia mendirikan lembaga keislaman itu untuk memperkenalkan kepada dunia barat tentang wajah Islam yang sebenarnya. Pada 2011 mendatang, pusat keislaman itu akan menggelar konferensi internasional tentang moderasi, yang akan dihadiri para tokoh lintas agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Atmosfer di Qatar sangat positif untuk menjembatani kesenjangan antara dunia Muslim dan Barat,'' papar Ahmad menjelaskan. Menurut dia, ''Qatar sangat terbuka bagi negara lain di seluruh dunia. Selain akan mengenalkan wajah Islam yang sesungguhnya kepada dunia Barat, Qardhawi Center juga bakal memperjuangkan hak-hak kaum wanita.''&lt;br /&gt;Tak cuma itu, pusat keislaman itu juga akan berjuang untuk meluruskan kesalahanpahaman tentang status perempuan di dalam Islam. Dunia Barat kerap menyebut Islam merendahkan dan mendiskriminasikan perempuan. Padahal, Islam adalah agama yang menghormati dan memuliakan kaum wanita. ''Kami harus memberdayakan peran wanita Muslim untuk memberi mereka hak politik dan demokrasi yang sepenuhnya,'' tutur Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam Moderat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qardhawi Center pun memiliki misi untuk menebarkan ajaran Islam yang moderat kepada seluruh dunia. ''Kebangkitan Islam dan pembaruan pemikiran adalah semacam reaksi terhadap dunia modern," cetus Ahmad. Menurut dia, umat Islam harus memikirkan kembali dan mengubah bentuk sebagian ajaran Islam agar sesuai dengan perkembangan dunia modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Qardhawi merupakan salah satu ulama paling berpengaruh di dunia. Ia dikenal memiliki pandangan-pandangan yang moderat. Pendapat dan fatwanya dihormati umat Muslim di seluruh dunia. Ia dipercaya menjadi ketua Dewan Eropa untuk Fatwa dan Penelitian, ia juga menjabat sebagai wali pada Pusat Studi Islam Universitas Oxford.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederet judul buku yang telah ditulis Syekh Qardhawi menjadi pegangan para ulama, pemikir, dan umat Islam di hampir seluruh dunia. Ia adalah ulama yang antikekerasan. Syekh Qardhawi mengutuk keras setiap aksi terorisme yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Peristiwa 9/11, pengeboman di Madrid, London, serta Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Qardhawi juga mengecam serangan di negara-negara Arab, termasuk pengeboman kantor PBB di ibu kota Aljazair. Mantan Wali Kota London, Ken Livingstone, menggambarkan sosok Syekh Qardhawi sebagai seorang ''pemimpin progresif Muslim''. Popularitas dan karismanya kerap disamakan dengan Paus John XXIII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://sabili.co.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=985:qardhawi-center-menebarkan-islam-moderat&amp;amp;catid=85:lintas-dunia&amp;amp;Itemid=284"&gt;SABILI ONLINE&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-622136566548905696?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/622136566548905696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/pembukaan-qardhawi-center-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/622136566548905696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/622136566548905696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/pembukaan-qardhawi-center-untuk.html' title='Pembukaan Qardhawi Center untuk penyebaran Islam moderat'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-9111078477304782873</id><published>2009-12-23T17:05:00.001-08:00</published><updated>2009-12-23T18:01:38.770-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi buku'/><title type='text'>Wanita dalam Fiqh Qaradhawi ( sekilas info buku)</title><content type='html'>Wanita merupakan tema paling menarik dan paling besar pengaruhnya bagi&lt;br /&gt;kehidupan. Hal ini karena dalam sepanjang sejarah perjalanan manusia, wanita&lt;br /&gt;memiliki peranan sangat besar dalam keluarga, masyarakat, dan negara. Tidak&lt;br /&gt;mungkin keluarga, masyarakat, dan negara Itu baik, jika wanitanya buruk.&lt;br /&gt;Buku ini mengintisarikan pemikiran dan gagasan besar Dr Yusuf AI-Qaradhawi —&lt;br /&gt;seorang ulama besar yang tegas tapi moderat dan komprehensif dalam membahas&lt;br /&gt;setiap persoalan umat — tentang wanita, yang berserakan dalam berbagai buku,&lt;br /&gt;ceramah, khutbah, fatwa, tesis, dan disertasinya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis membagi bukunya menjadi tujuh bab. Dimulai dengan pembahasan&lt;br /&gt;nilai-nilai penting dan kaidah berijtihad dalam membicarakan problematika&lt;br /&gt;wani­ta dalam perspektif Dr Yusuf AI-Qaradhawi. Bab berikutnya mengupas secara&lt;br /&gt;detil kepribadian wanita, kedudukannya dalam keluarga, hak-haknya, kaitannya&lt;br /&gt;dengan pernikahan dan segala aspeknya. Penulis juga membahas tentang peran&lt;br /&gt;Muslimah dalam kehidupan sosial, pakaian wanita Muslimah dan perhiasannya,&lt;br /&gt;serta problematika wanita di negara minoritas muslim.&lt;br /&gt;Bab ketujuh bicara tentang wawasan seksual wanita, baik sebelum menikah maupun&lt;br /&gt;batasan bersenang-senang dengan lawan jenis. Salah satu hal yang ditegaskan di&lt;br /&gt;sini adalah pentingnya kurikulum wawasan seksual di sekolah-sekolah dan&lt;br /&gt;perguruan tinggi, tapi dengan syarat dilakukan dengan menggunakan metode&lt;br /&gt;ilmiah. "Orang-orang yang peduli terhadap kemajuan masyarakatnya, tidak bisa&lt;br /&gt;mengabaikan pentingnya pendidikan seks ini." (hlm 380)&lt;br /&gt;Buku ini sangat membantu pembaca terutama kaum wanita dalam menyingkap tabir&lt;br /&gt;hukum fikih dari segala hal yang berkaitan dengan kaum Hawa, minimal dalam&lt;br /&gt;perspektif fikih Dr Yusuf Al-Qaradhawi. Kajiannya sangat kritis dan ilmiah, di&lt;br /&gt;samping tentu lengkap dan obyektif. Karena itulah, buku ini sangat berharga&lt;br /&gt;untuk dibaca oleh setiap Muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku: Wanita dalam Fikih Al-Qaradhawi&lt;br /&gt;Penulis: Dr Amru Abdul Karim Sa’dawi&lt;br /&gt;Penerbit: Pustaka Al-Kautsar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cetakan: I, Februari 2009&lt;br /&gt;Tebal : xxviii+399 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resensi Buku&lt;br /&gt;Dimuat di Tabloid REPUBLIKA&lt;br /&gt;Jum’at, 27 Februari 2009, Dialog Jum’at&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-9111078477304782873?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/9111078477304782873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/fikih-wanita-qardhawi-sekilas-info-buku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/9111078477304782873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/9111078477304782873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/fikih-wanita-qardhawi-sekilas-info-buku.html' title='Wanita dalam Fiqh Qaradhawi ( sekilas info buku)'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-5282974129646108476</id><published>2009-12-23T17:02:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T17:02:39.605-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi buku'/><title type='text'>Qardhawi dan  Ikhwan ( Resensi Buku Ana wal Ikhwan Muslimun)</title><content type='html'>Siapa yang tidak mengenal sosok Dr. Yusuf Qardhawi ? ulama yang begitu luas ilmunya, yang senanatiasa mengorbankan jiwa dan raganya untuk menegakkan ajaran Islam. Beliau adalah ulama terpandang yang telah banyak melahirkan banyak karya bagi ummat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini dibuka dengan catatan dari penerjemah (M. Lili Nur Aulia), yang memaparkan alasan tentang penulisan buku ini. Sejujurya, beliau tidak menginginkan ada tulisan tentang Biografi beliau. Berbicara mengenai Dr. Yusuf Q, tidak akan pernah lepas dari kehidupan Dakwahnya bersama Ikhwan. Kerendahan hati, dan ketinggian iman yang dimiliki Beliau, membuat beliau takut jika buku ini membuat beliau membaguskan diri sendiri (karena ditulis langsung oleh beliau), mengagungkan-agungkan atau menghiasi diri sendiri di mata pembacanya (Lihat Q.S. An-Najm : 32). Sebuah kutipan dari ahli hikmah diambil oleh Beliau yang begitu sarat makna “Apakah kejujuran yang buruk ? Yaitu pujian dari orang terhadap dirinya sedniri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, berkat dorongan yang kuat oleh para Ikhwan, karena meganggap kisah beliau bisa memberikan inspirasi buat para penyeru dakwah untuk terus bergerak dan menghasilkan karya dan pertemuannya dengan tokoh Ikhwan Internasional lainnya, hingga membuat beliau menuliskan kisah beliau bersama Al ikhwan Al Muslimun. Kata-kata beliau begitu dalam ketika akhirnya menuliskan kisah beliau dalam buku ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mahasuci Allah yang membolak-balikkan hati, tak lama setelah itu, Allah melapangkan hatiku untuk mulai menulis. Aku memulai penulisan ini dengan memohon kepada Allah, berdasarkan apa yang massih kuingat, sementara apa-apa yang tidak benar-benar kuingat atau ragu aku lebih memilih untuk tidak menceritakannya. Ini untuk menjaga amanah, agar tulisan ini bisa objektif sedapat mungkin. Bagaimana seseorang bisa bersikap netral terhadap dirinya sendiri ? benar-benat membutuhkan orang yang mampu mengalahkan hawa nafsunya. Sementara aku sama sekali tidak mengakui telah sampai pada posisi itu. Aku hanya berusaha untuk menyampaikan yang benar, jujur, dan berusaha seimbang walaupun bicara tentang diri sendiri”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengupas sejarah singkat Ikhwanul Muslimin, buku ini kemudian menceritakan awal mula keterlibatan Beliau dalam Jama’ah ikhwan. Kisah indah forum Halaqoh beliau yang di bina langsung oleh ulama yang mengajar di sekolah agama, namanya Syaikh Al Bahi Al-Khuli. Syaikh ini mengumpulkan orang-orang terbaik di sekolah tersebut untuk berada dalam forum halaqoh/usrah. Pertemuan mereka berlangsung setiap hari senin sebelum fajar. Setelah sholat subuh berjama’ah mereka lalu menyemai iman dalam halaqah ruhiyah. Subhanallah… membaca bagian ini seperti mengoreksi setiap pertemuan-pertemuan ikhwan yang pernah saya jalani. Sudah sehatkah ? penuh nasihatkah ? Astaghfirullah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab selanjutnya, berkisah tentang perseteruan Ikhwan dan partai besar di Mesir waktu itu, Al Wafd. Kisah ini mengingatkanku pada kisah-kisah ikhwah di Indonesia. Subhanallah…. Begitu indah dan penuh rintangan jalan dakwah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, tulisan ini dilanjutkan dengan kisah pengalaman berdakwah beliau. Inilah salah stu bagian yang begitu saya sukai, selain beberapa bagian lainnya. Kisah ketika beliau berdakwah di Kfar Syah, sedangkan waktu itu beliau sedang menikmati liburan musim panas di Thanta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu tepat ketika bulan Ramadhan, sehingga Beliau begitu sibuk mengisi materi di banyak tempat. Karena kecintaan beliau kepada masyarakat, para ikhwah dan keinginan yang besar untuk menyebar luaskan ilmu, kemudian beliau akhirnya bertekad berangkat ke Kafr Syah, yang cukup jauh dengan hanya membawa bekal 6,5 Qirsy. Namun, ketika selesai memberikan materi disana, beliau ingin segera kembali, meskipun masyarakat menahannya dan menyuruh menunggu hingga waktu berbuka, karena ada agenda rapat dengan para ikhwan di Shafat. Sayangnya, Ikhwan di Thanta menyerahkan ongkos transportasi kepada Ikhwan di Kafr Syah, begitu juga sebaliknya. Hingga ketika beliau hendak pula, karena sifat malu Beliau yang luar biasa akhirnya beliau tidak meminta ongkos transportasi. Subhanallah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Sahlah, beliau hendak mengunjungi kerabat Ikhwan lainnya, tetapi setelah mencari rumah ikhwan tersebut disekitar Masjid, Beliau tidak menemukannya. Akhirnya karena sudah maghrib beliau berbuka dengan air di Masjid tersebut. Selesai sholat, beliau bertemu dengan Ikhwan tersebut. Namun karena rasa malu Beliau yang luar biasa akhirnya beliau tidak memberitahukan kalau belum makan semenjak puasa. Subhanallah… Bahkan, sifat pemalu ini, yang telah tumbuh semenjak kecil, membuat beliau harus pulang dengan berjalan sejauh 11 km. Saya merinding membaca kisah ini. Subhanallah… betapa ketinggian Ruhiyah Beliau telah menerobos semua kelelahan, keletihan, dan nafsu yang mendera manusia. Akhirnya, sepanjang perjalanan, beliau memberhentikan mobil yang lewat di jalanan, tidak lama kemudian beliau mendapatkan mobilnya, dan akhirnya kembali ke Shafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang dilakukan beliau setelah tiba ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena janji akan ada Rapat dengan para ikhwan, setibanya beliau di Shafat beliau langsung terlibat dalam aktivitas rapat para ikhwan. Tanpa mendahulukan makan. Subhanallah.. kecintaan beliau terhaap dakwah telah melewati semua puncak kegelisahan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ihad….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kata yang menakutkan kah buat kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad.. ya Jihad…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan juang yang meberikan kesempatan kepada orang-orang yang beriman untuk mendapatkan syahid. Jangan ditanya balasannya apa ? Syurga yang dialiri sungai-sungai yang indah, bidadari bermata bening, kepingan-kepingan kebahagiaan yang akan senantiasa mewarnai setiap jiwa orang-orang yang meninggal karena membela agama Allah. Subhanallah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak, kita tengok kisah para Ikhwan yang mengorbankan dirinya ketika melakukan perlawanan terhadap kaum zionis di Palestina. Cerita yang menohok pertahanan keimanan kita, sebab ia mengganggu, mengganggu kenyamanan hidup yang selama ini kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan manis, Dr. Yusuf Qardhawi mengisahkan seorang pemuda bernama Abdul Wahhab. Kisah jihadnya yang menginspirasi. Yang akan membawa angn kita kepada makna iman di dada, takwa di jiwa, dal letupan jihad fisabilillah di raga.. Subhanallah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang keberangkatan jihadnya. Ia mengalami dua kendala besar, kendala yang kemudian menjadikan ia seorang mujahid yang akan di kenang, kendala yang akan membuat cerita ini menjadi lebih menusuk, kendala yang akan mengusik keeping-keping hati para pemuda yang mengaku mencintai-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Beliau adalah anak dari seorang Janda, sebagai anak tunggal yang hidup hanya dengan ibunya, tentu beliau akan mendapatkan kendala perizinan dari sang Ibu. Jelas itu berat, secara manusiawi ibu mana yang akan rela membiarkan anaknya meninggal dalam perang, ibu mana yang akan rela anak tunggalnya menjadi korban dalam perang. Tentu tidak…!!! Sulit kita temukan sosok Ibu seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat bantuan para Ikhwan, termasuk Dr. Yusuf Qardhawi. Mereka mendatangi ibunya. Sembari membawa sejuta cerita cahaya dari orang-orang yang telah berjidah sebelumnya. Bagaimana kisah para syuhada yang meninggal dalam keadaan terbaik, dalam ridho Allah swt, menjelaskan kepada ibunya, bahwa umur seseorang tidak ditentukan dengan kondisi tertentu, baik itu perang maupun dalam kondisi yang aman. Ajal tepatlah ajal, ia akan selalu datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu akhirnya menyetujui niat Jihad Abdul Wahhab, sembari mengatakan “Jika ini sudah menjadi keinginan Abdul Wahhab, maka aku takkan mungkin menghalanginya. Saya serahkan masalah ini kepada Allah. Saya berdo’a kepada Allah agar ia menolongnya dan para Ikhwan di medan jihad, kemudian mengembalikan mereka selamat dengan membawa kemenangan” Subhanallah… Indah… Luar Biasa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kendala kedua menunggu : Salah satu syarat keikutsertaan ikhwan berjihad adalah tidak sedang menjadi siswa di salah satu SMA. Itu keputusan Maktab Irsyad Ikhwanul Muslimin. Mereka bisa terlibat dalam jihad, apabila mendapat ijin dari Mursyid ‘Am saat itu, Syaikh Hasan Al banna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, berkat bantuan para ikhwan, mereka berangkat ke Kairo untuk mendapat ijin dari Mursyid ‘Am. Dan akhirnya Abdul Wahhab di Ijinkan untuk berjihad.. Allah Akbar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dengan semangat pemuda… Berjiwa Ksatria..&amp;nbsp; Bermental baja.. dan Menyimpan kekuatan Ruhiyah yang tinggi… Abdul Wahhab berjihad dengan penuh kesungguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya, bersama 2 ikhwan lainnya, mereka terdesak mundur ketika menyerang markas Israel. Dan akhirnya terjebak di Markas tersebut. Namun mereka tak ingin meninggal tanpa memberikan pengaruh yang besar bagi militer Israel. Akhirnya, mereka mengorbankan diri mereka dengan meledakkan diri mereka bersama gudang persenjataan Israel tersebut..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Akbar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia muda… ia menjemput syahidnya bersama para ikhwan lainnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia yang sangat muda saudaraku ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat terindah di syurga-Nya telah disiapkan untuk-Nya.. Kebahagiaan yang abadi telah ia reguk saudaraku… Masya Allah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan makna Q.S. At-Taubah : 111 “Dengan jiwa dan harta kalian bahwa kalian akan memperoleh syurga” telah diajarkan kepada kita..&lt;br /&gt;Bukan hanya kata-kata, bukan hanya tindakan nyata, namun nyawapun ia sertakan dalam keteladanan ini..&lt;br /&gt;Masya Allah..&lt;br /&gt;Salam rindu buat mereka, orang-orang yang punya segunung Keistiqomahan.. Yang tak kenal lelah berjuang di Jalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN : resensi ini diambil dari situs &lt;a href="http://almuhandis.wordpress.com/2009/07/19/catatan-buku-dr-yusuf-qardhawi-aku-dan-al-ikhwan-al-muslimun/"&gt;ALMUHANDIS&lt;/a&gt; milik akh Ario Muhammad.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-5282974129646108476?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/5282974129646108476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qardhawi-dan-ikhwan-resensi-buku-ana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/5282974129646108476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/5282974129646108476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qardhawi-dan-ikhwan-resensi-buku-ana.html' title='Qardhawi dan  Ikhwan ( Resensi Buku Ana wal Ikhwan Muslimun)'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-3375334041829424250</id><published>2009-12-23T16:53:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T16:53:20.456-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi buku'/><title type='text'>Qardhawi bicara Jihad ( resensi buku Fikih Jihad)</title><content type='html'>Buku yang diberi judul “Fiqih of Jihad” ini ditulis oleh seorang mujahid dan ulama Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi, berjumlah lebih dari 1400 halaman dan diterbitkan oleh Wahba Bookshop, Cairo. Banyak para pembaca yang gelisah menunggu penerbitan buku ini dalam jangka waktu yang sangat lama. Namun demikian, Syeikh mempertimbangkan dan menundanya sampai buku ini sepenuhnya selesai ditulis, lalu, setelah merasa puas dengan isinya, beliau merilisnya sebagai sebuah cahaya petunjuk yang mengusir awan kegelapan menaungi ummat yang kebingungan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mengapa Yusuf Al-Qardhawi? Dan Mengapa Jihad?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini, banyak ulama yang diminta untuk meluaskan ruang lingkup ijtihad mengenai hal-hal yang berkaitan dengan jihad, sejak beberapa topik yang meliputi amal-amal ibadah atau transaksi, khususnya transaksi finansial, telah menerima hasil kontribusi dari ijtihad individu dan kolektif. Sedangkan, jihad belum pernah mendapatkan sebuah kontribusi (usaha) serupa walaupun betapa urgennya hal ini dan betapa butuhnya masyarakat terhadap hal ini di seluruh lapisan usia, khususnya di zaman sekarang di mana banyak negara mengajak negara lainnya untuk berkolaborasi melawan ummat layaknya orang banyak yang duduk mengelilingi piring makanan dan mengajak orang lain untuk memakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, orang lain merasa takut membuka pintu untuk penelitian dan penulisan pada topik jihad di zaman sekarang agar jangan sampai ijtihad muncul menjadi pembenaran dan lemah, seperti status ummat ini. Mereka takut bahwa ijtihad mungkin bisa berkembang menjadi pengkhidmatan dan pembenaran terhadap kenyataan pahit kita, menganjurkan kaum muslimin untuk mendukung perdamaian di zaman yang hanya mengenal bahasa agresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga takut bahwa ijtihad mungkin menjadi sesuatu yang keras sebagai sebuah reaksi atas tumpahan darah di tangan musuh-musuh kita, pelanggaran atas kewajiban-kewajiban suci, dan penyerobotan atas lokasi-lokasi suci kita. Oleh karena itu, ia akan menjadi ijtihad yang bersifat balas dendam yang tidak menghormati hubungan kekerabatan atau ikatan perjanjian dan tidak menghormati kewajiban-kewajiban atau kesucian, yang memiliki motto perkataan Ibnu Zuhayr, “Barangsiapa yang tidak membahayakan orang akan dirugikan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Allah SWT membuka hati Syeikh yang berpendidikan tinggi dan memudahkan sarana untuknya untuk melakukan beban yang besar ini dan menyelesaikan dengan baik tugas ini sehingga hal tersebut tidak menjadi ijtihad yang bersifat pembenaran atau pun pembalasan. Dengan demikian, buku tersebut datang bersinar ketika syeikh melewati usia 80 tahunnya (lahir tahun 1926). Dalam usianya yang terbaik, orang ini tidak takut dan tidak pula tergoda oleh pedang maupun kekayaan dari penguasa, walaupun demikian faktanya kenyamanan hidup ada dalam genggamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bahkan harus dilengkapi dengan beberapa kenyamanan tersebut sehingga dia bisa menggunakannya untuk memenuhi proyek-proyek yang dia kerjakan dan cita-citakan. Dengan semua alasan ekstra, dia tidak memberikan perhatian kepada berbagai sikap menyalahkan sepanjang jalannya mengenai Tuhan setelah hidup yang panjang dalam ketekunan dan jihad. Walaupun dia menerima banyak gangguan dan marabahaya dari dalam maupun luar negerinya, dia tetap gigih dan tekun, mencari balasan dari Allah SWT, sampai dia memperoleh peringkat tinggi yang merubah hati dan pikiran orang-orang terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tidak ada seorang pun yang dapat meragukan usaha dan jihad yang diusung oleh Syeikh untuk mempertahankan kepentingan agama, dalam ketajamannya pada fundamental (pokok-pokok) agama, dan pertahanannya pada batas-batas agama sepanjang hidupnya. Beliau tidak pernah dipusingkan dalam mencari berbagai kenikmatan dunia, tidak pernah membujuk siapa pun dalam hal keselamatannya di akhirat, dan tidak pernah memberikan perhatian kepada berbagai sikap menyalahkan yang dia terima sepanjang jalannya menuju Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tidak ada yang dapat menuduh dia fanatik atau ekstrim karena dia adalah pemimpin dan ahli teori dalam ke-moderat-an di era modern serta muballigh dan penganjur jalan tengah di dalam pikiran dan fiqih nya.&lt;br /&gt;Dan lagi, kita menemukan bakat beliau dalam bidang hukum, pengetahuannya tentang realitas, keterikatannya yang kuat kepada hukum peninggalan zaman dulu, dan kompetensinya untuk berurusan secara benar dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Jadi, dalam cahaya tersebut, kita berharap banyak bahwa banyak orang akan setuju dengan ijtihad dan pemikiran beliau.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Antara Fiqih Zakat dan Fiqih Jihad&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh yang terpelajar menulis bukunya yang berjudul Fiqih Zakat (Fiqh of Zakah), di mana dia memperoleh gelar PhD., pada tahun 1973. Tiga puluh enam tahun kemudian, beliau mempublikasikan bukunya yang berjudul Fiqih Jihad (Fiqh of Jihad), dan dalam mukadimah buku tersebut beliau menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa berkewajiban untuk melakukan penulisan tentang topik ini setelah Allah membuka dadaku untuk itu. Beberapa kali, sejak saya menyelesaikan buku Fiqh Zakat, terlintas dalam pikiran saya ide untuk menulis sebuah buku serupa mengenai Fiqih Jihad. Dan, beberapa kali punya kawan-kawan terhormat yang meminta saya untuk menulis tentang hal ini di mana masyarakat luas terpecah-belah. Namun, saya meminta maaf kepada mereka, memberikan alasan bahwa saya tidak memiliki semangat untuk melakukan tugas seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, saya menulis beberapa potongan tentang hal ini di masa lalu, menunggu saat yang tepat untuk menulisnya dengan cara yang reguler, cara yang tidak terputus-putus. Hal ini karena tema jihad adalah salah satu dari berbagai topik mendasar yang harus diarahkan melalui penulisan yang sistematis dalam rangka untuk (memenuhi) kebutuhan kaum muslimin, secara khusus, dan dunia, secara umum, agar memiliki pengetahuan yang benar tentang jihad, jauh dari melewati batas ekstrim dan – sebaliknya – kelalaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun pada dasarnya Fiqih Zakat mengarahkan zakat sebagai salah satu kewajiban yang dikenakan oleh Islam kepada kaum muslimin dan salah satu pilar dasar Islam (rukun Islam), hal ini juga dianggap sebagai jenis jihad; ini adalah jihad dengan harta. Jenis jihad ini, sangat dihormati dan sangat diperlukan, baik pada saat ini maupun saat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pentingnya Jihad dalam Fiqh yang Ditulis Yusuf Al-Qardhawi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari baris paling pertama pada mukadimah, Syeikh Yusuf Al-Qardhawi mengilustrasikan pentingnya kewajiban yang telah lepas ini dan bahaya yang dihasilkan untuk ummat saat ini dan yang akan datang. Beliau mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa jihad, garis batas ummat akan dilanggar, darah orang-orang yang ada di dalamnya akan semurah debu, tempat-tempat sucinya akan tidak lebih baik dari pasir di gurun, dan ummat tidak akan bernilai signifikan di mata musuh-musuhnya. Sebagai akibatnya, si pengecut akan mengambil hati untuk menyerang ummat, budak akan tampak di atas dengan arogan, musuh-musuh akan menguasai lahannya, mendominasinya, dan mengontrol orang-orangnya. Ini karena Allah SWT telah menjauhkan rasa takut dari hati para musuh dalam menghadapi ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh di masa lalu, ummat ini akan diberikan kemenangan atas musuhnya dengan jaminan rasa kagum yang ditanamkan Allah SWT ke dalam hati musuh untuk jarak satu bulan perjalanan. Lebih serius dari hal itu – atau katakanlah, salah satu alasan dibalik itu – adalah kenyataan bahwa ummat telah mengabaikan jihad, atau mungkin bahkan menghapuskannya dari agenda. Ummat telah menghapusnya dalam berbagai aspek-aspeknya: fisik, spiritual, intelektual, dan kultural.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ke-moderat-an Syeikh Al-Qardhawi dan Fiqh Jihad&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Al-Qardhawi berbicara tentang sikap orang-orang tentang jihad, membaginya ke dalam tiga kategori. Mengenai kategori pertama, beliau mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah kategori yang berusaha untuk memberikan selubung kelalaian terhadap jihad dan menjauhkan jihad dari kehidupan ummat. Mereka, malahan, menganggapnya sebagai kepedulian dan peran utama mereka meningkatkan nilai-nilai spiritual dan amal-amal kebajikan ummat – sebagaimana klaim mereka –, dan mempertimbangkan hal ini sebagai jihad yang utama: perjuangan terus-menerus melawan setan dan hawa nafsu seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kategori kedua, beliau mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai lawan dari kategori di atas, di sana ada yang lain lagi yang mempersepsikan jihad sebagai sebuah “perjuangan melawan seluruh dunia”. Mereka tidak membedakan antara yang memerangi kaum muslimin, berdiri di jalan dakwah, atau yang mencoba menjauhkan mereka dari agamanya, dan mereka yang melebarkan jembatan perdamaian kepada kaum muslimin dan menawarkan rekonsiliasi serta pemulihan hubungan dengan mereka, tidak menggunakan pedang kepada mereka dan tidak mendukung musuh dalam melawan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kategori ini, semua orang kafir adalah sama. Orang-orang yang tergolong kategori ini percaya bahwa ketika kaum muslimin memiliki kemampuan, mereka berkewajiban untuk memerangi orang-orang kafir hanya dengan pertimbangan kekafiran mereka, yang mereka anggap sebagai alasan yang memadai untuk memerangi orang-orang kafir tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau lalu memilih pendekatan moderat yang direpresentasikan oleh kategori ketiga, beliau mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori ketiga adalah “ummat yang moderat” (ummat pertengahan) di mana Allah SWT telah memberi petunjuk kepada pendekatan moderat dan diberikan pengetahuan, kebijaksanaan, dan pemahaman yang dalam mengenai syariah dan realitas. Oleh karenanya, kategori ini tidak tergelincir kepada kelalaian dari kategori pertama yang berusaha untuk membiarkan hak ummat tanpa dipersenjatai dengan kekuatan, Al-Qur’an-nya tidak dijaga dengan pedang, serta rumah dan tempat-tempat sucinya tanpa penjaga untuk melindungi dan mempertahankan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga, kategori ini tidak jatuh pada tindakan berlebihan dan ekstrimisme dari kategori kedua yang berusaha untuk memerangi orang-orang yang damai, dan mendeklarasikan perang melawan semua orang tanpa membeda-bedakan; putih atau hitam, di Timur atau di Barat. Tujuan mereka melakukan hal itu adalah untuk mengarahkan orang-orang ke (jalan) Allah SWT, mengantarkan mereka yang terbelenggu ke Surga dan membawa mereka secara paksa dengan tangan ke jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka (kategori kedua itu) lebih lanjut menambahkan bahwa tujuan mereka adalah untuk menghilangkan hambatan-hambatan di depan orang-orang itu yang dibentuk oleh rezim yang zhalim yang tidak memungkinkan mereka untuk menyampaikan firman Allah dan seruan Rasul-Nya kepada masyarakat, sehingga mereka dapat mendengar dengan keras dan jelas dan bebas dari segala noda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kepada Siapa Buku Ini Ditujukan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman Al-Qardhawi me-list beberapa kategori orang-orang yang membutuhkan buku ini dalam rangka untuk memperoleh sebuah pemahaman yang akurat terhadap tema jihad dengan jalan yang bebas dari kelalaian dan berlebihan. Seakan-akan kategori-kategori ini memadukan berbagai kategori dari seluruh masyarakat, muslim dan non-muslim, pemerintah dan yang diperintah, orang-orang sipil dan militer, dan para pemikir serta intelektual. Beliau memaparkan 10 kategori yang saya pikir mencakup kategori dari seluruh lapisan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ulama Syariah. Kategori pertama yang membutuhkan studi semacam ini adalah para ulama bidang Syariah dan para imam fiqih, sebagaimana kebanyakan dari mereka menyuguhkan konsep-konsep yang sudah baku dan warisan budaya tentang jihad. Mereka, sebagai contoh, mempertahankan bahwa jihad adalah kewajiban kolektif dari ummat dan bahwa kewajiban ini mengharuskan kita untuk menyerbu negara-negara non-muslim sedikitnya setahun sekali, bahkan jika mereka tidak menunjukkan sikap permusuhan terhadap kita, hingga kini, daripada, mereka membentangkan tangan perdamaian dan rekonsiliasi. Meskipun pendapat ini menentang banyak ayat-ayat Al-Qur’an, efek dari ayat-ayat demikian – sebagaimana yang telah kami indikasikan di atas – ditiadakan dalam pandangan mereka atas dasar bahwa ayat-ayat tersebut telah dimansukh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mahasiswa-mahasiswa bidang ilmu hukum: Demikian juga, studi ini dibutuhkan oleh para ahli undang-undang dan para spesialis dalam hukum internasional, banyak dari mereka telah membentuk pandangan mereka sendiri tentang Islam dan Syariah, khususnya tentang jihad, perang, dan perdamaian. Mereka telah memperoleh pandangan-pandangan tersebut dari kutipan terkenal tertentu dari beberapa buku maupun dari informasi yang disebarkan oleh beberapa penulis dan yang disampaikan dari mulut ke mulut. Orang-orang tersebut sampai batas tertentu tidak bisa disalahkan, karena para ulama Syariah sendiri bingung dalam hal ini. Maka apa yang akan terjadi dengan orang biasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Para Islamis: Lebih dari yang lain, studi tentang hal ini dibutuhkan oleh para Islamis. Oleh para “Islamis” di sini maksudnya adalah beberapa kelompok Islam yang bekerja dalam mendukung hal-hal Islami, dan yang disebut oleh beberapa pihak sebagai “kelompok politik Islam”. Kelompok-kelompok itu biasanya termasuk pemuda kebangkitan Islam di bawah bendera mereka masing-masing di berbagai negara, baik di dalam maupun di luar dunia Islam. Oleh karena itu, kelompok seperti ini, dengan perbedaan kecenderungan dan sikap mereka, apakah moderat atau ekstremis, benar-benar membutuhkan studi tentang hal ini, khususnya mereka yang dikenal dengan “kelompok kekerasan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Para sejarawan: Para sejarawan juga membutuhkan studi ini, khususnya mereka yang tertarik dengan biografi Nabi dan sejarah Islam, dan mereka yang mengintepretasikan berbagai peperangan yang dilakukan oleh Nabi SAW dengan cara yang tidak benar dan tidak adil, dengan memandang bahwa Rasulullah-lah yang memulai serangan dan perlawanan kepada para musyrikin. Mereka memberi contoh seperti perang Badar, penaklukan Mekah, dan perang Hunain. Mereka juga menyebutkan bahwa Nabi SAW memulai invasi melawan Yahudi di tempat dan di benteng mereka, menyebutkan perang Bani Qainuqa dan Bani An-Nadir, dan juga perang Tabuk di mana beliau memulai perang melawan Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Para intelektual: Studi ini juga diperlukan untuk orang-orang yang memiliki pemikiran, penelitian, dan perenungan, khususnya mereka yang tertarik dengan pemikiran Islami dan gerakan-gerakan Islam, baik moderat maupun ekstremis, yang timbul darinya, dan juga aksi-aksi kekerasan – atau terorisme sebagaimana yang telah dijelaskan – di mana sebagian dari kelompok-kelompok ini terlibat di dalamnya. Hal ini, sebagai hasilnya, menggiring beberapa orang untuk melontarkan tuduhan kekerasan dan terorisme kepada Islam, sebagaimana semua aksi kekerasan dan semua bentuk terorisme adalah Islam. Tentu saja, hal ini salah dan tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Para orientalis: Non-muslim, seperti misalnya para orientalis dan mereka yang tertarik dengan studi Islam, juga membutuhkan studi semacam ini. Hal ini berlaku untuk mereka yang tertarik karena ingin mencari pengetahuan dan menemukan kebenaran, atau mereka yang tertarik dengan motivasi politik di mana dilakukan untuk melayani permintaan dari negara-negara tertentu, atau Barat secara umum. Hal ini juga berlaku untuk mereka yang memiliki motivasi keagamaan dalam rangka melayani gereja dan gagasan “Kristenisasi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Orang-orang yang terlibat dalam dialog: Studi ini sangat penting untuk mereka yang tertarik dalam dialog antar kepercayaan (antar agama), atau dialog antar budaya dan antar peradaban. Dari sudut pandang saya, studi ini merupakan sebuah batu bata yang signifikan dari dialog semacam itu, yang mana kuat di suatu waktu dan lemah di waktu yang lain; maju dan terbentur dari waktu ke waktu. Alasan untuk hal ini terletak pada pikiran yang picik dari beberapa pihak kepada pihak yang lain, kefanatikan yang mendominasi pikiran, dan pilihan cenderung kepada pemikiran turunan (warisan) daripada pemikiran yang tanpa paksaan. Tidak diragukan lagi, orang-orang tidak bisa berdialog jika mereka tidak memiliki pengetahuan tentang satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Para politisi: Selain itu, para politisi dan para pengambil-keputusan di seluruh dunia juga membutuhkan studi ini. Mereka membuat keputusan yang amat penting yang berdampak krusial pada nasib bangsa, kehidupan manusia, potensi bangsa, dan kesucian agama. Serangan mereka terhadap agama didasari pada konsep mental mereka terhadap agama tersebut. Mereka, pada kenyataannya, tidak mengetahui tentang hal ini, belum pernah membaca kitab-kitabnya atau kenal dengan biografi nabi SAW; mereka belum pernah mempelajari sejarah agama ini atau bahkan memperoleh informasi yang signifikan tentang iman dan syariat agama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Militer: Sebagaimana para politisi membutuhkan studi ini untuk membentuk pendapat yang benar tentang jihad, begitu juga militer, baik itu dia muslim atau non-muslim. Mereka yang salah paham tentang realitas jihad di antara para pemimpin militer Barat, seperti misalnya para politisi Amerika, kebanyakan Jenderal di Eropa; juga – sayangnya – di seluruh dunia, harus membaca buku ini. Pada sisi kami, kami harus menerjemahkan buku ini untuk mereka sehingga mereka dapat membaca dan memahaminya dalam bahasa mereka sendiri. Tidak diragukan lagi, kebanyakan mereka, ketika nada logika disajikan secara jelas kepada mereka, tunduk padanya, dan tidak akan berdebat. Bahkan jika mereka perdebatkan di publik, mereka akan dikalahkan secara internal, dan ini adalah keuntungan yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Intelektual publik: Akhirnya, studi ini juga diperlukan oleh pembaca umum dan biasa, para intelektual yang belum diklasifikasikan di atas, muslim dan non-muslim. Orang-orang seperti ini merepresentasikan massa yang besar di berbagai negara. Mereka perlu mengetahui realitas pandangan dunia Islam dan realitas jihad di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pendekatan Al-Qardhawi dalam Memperkenalkan Fiqih Jihad&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan beliau, ulama, Al-Qardhawi, berbicara tentang pendekatannya dalam bukunya yang – sangat diharapkan – nyaman dan bermanfaat, mengatakan bahwa hal itu terletak pada enam pilar: yaitu, Al-Qur’anul karim, Sunnah yang suci, dan kekayaan Fiqih Islam. Selain itu, beliau mengatakan bahwa pendekatannya juga dibangun untuk membuat perbandingan antara undang-undang Ilahiyah dan sistem (hukum) positif, dengan memperhatikan realitas kontemporer di mana manusia hidup. Oleh karena itu, beliau juga mengadopsi pendekatan yang moderat sebagaimana yang selalu dia lakukan di setiap bukunya, penelitiannya, dan fatwanya. Dalam hal ini, Syeikh mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan yang saya adopsi dalam menulis buku ini tergantung pada sekelompok elemen:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, terutama bergantung pada teks-teks dari Al-Qur’anul karim, karena ini merupakan sumber yang pertama dan terpenting dalam Islam, di mana ini adalah kepastian dan tidak dapat dibantah. Hal ini telah dibuktikan secara pasti untuk menjadi (sumber yang) otentik/asli melalui sebuah mata rantai yang handal (tidak diragukan) dan tanpa ada gangguan, dihafal dalam hati, dilantunkan dengan ruh, dan ditulis dalam mushaf (salinan Al-Qur’an). Di sana tidak ada pertentangan tentang hal ini di kalangan para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Al-Qur’an, kita bisa mendapatkan asli atau tidaknya (otentikasi/keaslian) sumber-sumber lain, termasuk sunnah Nabi itu sendiri. Oleh karena itu, keaslian dari Sunnah didirikan berlandaskan ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, kita memahami Al-Qur’an dalam terangnya gaya ekspresi, dengan bahasa literal dan metaforanya, mempertimbangkan urutan dan konteks, menghindari (penafsiran) yang dibuat-buat dan sembarangan, dan menyesuaikan teks-teks, yakin bahwa ayat-ayat dalam kitab yang mulia ini saling menegaskan kebenaran antar satu sama lain, dan saling menjelaskan satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, gambaran pada narasi-narasi Sunnah yang terjamin yang benar-benar asli disampaikan dari Nabi SAW. Hal ini termasuk apa-apa yang beliau katakan, perbuatannya, dan persetujuannya yang telah disampaikan dalam hadits-hadits dengan mata rantai narasi yang dapat dipercaya (shahih), tanpa ada missing link, keganjilan, dan faktor-faktor yang mengacaukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, hadits-hadits tersebut tidak boleh kontradiksi dengan yang lebih kuat dan lebih otentik: ayat-ayat Al-Qur’an, hadits-hadits lain, atau apa-apa yang telah didirikan atas dasar pengetahuan dan alasan. Jadi, mereka harus ilustratif terhadap apa yang telah dinyatakan dalam Al-Qur’an, dan harus berjalan sesuai dengan Kitab dan neraca (keadilan) yang diturunkan oleh Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, penggunaan dari perbendaharaan fiqih Islam dan gambaran pada sumber daya nya yang melimpah, dengan tanpa bias dalam mendukung fiqih mazhab tertentu melawan mazhab yang lain, atau secara eksklusif berpegang teguh pada satu imam seraya mengabaikan imam yang lainnya. Sebaliknya, kita harus mempertimbangkan warisan yang besar ini untuk dimiliki oleh semua peneliti, sehingga mereka dapat menyelidiki hingga ke dalamnya, mengerti rahasia-rahasianya, dan memanfaatkan berbagai simpanan yang tersembunyi di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melakukan hal tersebut, seorang peneliti harus membandingkan berbagai sudut pandang yang berbeda, tanpa mengambil posisi fanatik dalam mendukung pendapat tertentu, atau secara permanen mengikuti mazhab tertentu. Kita dapat mengambil pendapat Abu Hanifah dalam kasus tertentu, pendapat Malik pada kasus lainnya, dan Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan Dawud dalam kasus lainnya, dan seterusnya. Bahkan kita boleh – dalam beberapa hal – merujuk pada mazhab non-Sunni, seperti Zaydi, Ja’fari, atau mazhab Ibadi, jika mereka memberikan solusi yang dibutuhkan. Selain itu, kita boleh mengambil pendekatan mazhab yang sudah usang, seperti Al Awza’i, Ath-Thawri, atau At-Tabari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, tidak cukup bagi kita dengan hanya membandingkan mazhab-mazhab dan pendapat-pendapat dalam fiqih Islam serta institusi-institusinya. Sebaliknya, kita juga boleh membandingkan fiqih dari Syariat Islam secara keseluruhan dengan hukum positif Barat. Tujuan dari perbandingan ini adalah untuk mengilustrasikan tingkat keaslian dari Syariat, ketegasan prinsip-prinsipnya, ketidakterikatannya terhadap hukum-hukum lain, dan perpaduan Syariat antara idealisme dan realisme, serta antara hukum Ilahi dan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, menghubungkan fiqih kepada realitas kontemporer Ummat dan seluruh dunia. Hal ini karena fiqih dibuat untuk memecahkan berbagai masalah dari individu muslim, keluarga muslim, masyarakat muslim, negara muslim, dan ummat muslim melalui perundang-undangan yang toleran dari Syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, fiqih ini mencari penyembuhan-penyembuhan atau pengobatan-pengobatan terhadap berbagai penyakit muslim (dengan menggali sumber) dari dalam – bukan dari luar – khazanah Syariah yang mulia ini. Hal ini juga menjawab setiap pertanyaan yang diangkat oleh individu atau masyarakat tentang agama dan kehidupan. Fiqih juga menuntun perjalanan peradaban Ummat dalam cahaya hukum syariah yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, seperti halnya pada semua buku-buku dan penelitian-penelitian kami, dalam buku ini kami mengambil pendekatan yang Allah SWT hidayahkan kepada kami untuk memilih dan mendahulukan dakwah, tarbiyah, iftaa’, penelitian, reformasi dan renovasi, yaitu pendekatan moderat dan kelembutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara aspek-aspek pendekatan fiqih ini, pemahaman dan ijtihad, adalah bahwa kita harus memperbaharui agama dari dalam dan melakukan ijtihad yang cocok dengan kehidupan dan perkembangan zaman kita sebagaimana imam-imam terdahulu kita melakukan ijtihad yang cocok dengan kehidupan dan zamannya. Kita harus menggunakan sumber-sumber pengetahuan dari apa-apa yang mana pandang-pandangan mereka berasal darinya, memahami sebagian teks dalam kerangka tujuan secara keseluruhan, dan merunut masalah-masalah ambigu kembali kepada masalah-masalah yang sudah jelas, serta merunut dari hal yang khusus ke umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kita harus ketat ketika hal ini mengarah pada hal-hal mendasar, dan membuat sesuatu lebih mudah ketika hal ini mengarah pada masalah-masalah sekunder, memadukan antara ketetapan Syariat dan variabel-variabel (faktor-faktor) zaman, dan menghubungkan teks asli dengan kenyataan yang masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga mengharuskan kita untuk menghindari sikap memihak terhadap sebuah pendapat lama atau meninggi-ninggikan pemikiran baru; untuk mematuhi prinsip bahwa tujuan-tujuan itu tidak berubah, namun metode-metode bisa fleksibel; dan untuk mendapatkan manfaat dari apa saja yang bermanfaat dari pandangan-pandangan lama sebagaimana kita juga menyambut setiap pemikiran baru yang berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tambahan, kita harus mencari inspirasi dari masa lalu, hidup pada saat ini, dan melihat ke masa depan, menggali hikmah yang muncul dalam setiap bahtera, dan mengukur berbagai prestasi dari pihak lain terhadap nilai-nilai yang kita miliki, dan dengan demikian, menerima apa-apa yang cocok untuk kita dan mengabaikan yang tidak bermanfaat untuk kita, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemasyhuran beliau, ulama besar, Syeikh Al-Qardhawi telah membagi buku “Fiqih of Jihad” ke dalam sebuah pendahuluan, sembilan BAB, dan sebuah kesimpulan. Jadi, Insya Allah, kita akan mendapatkan tambahan resensi terhadap masalah-masalah lain yang diangkat oleh Imam dalam setiap bagian pada studinya ini. Kita memohon kepada Allah SWT untuk hidayah dan pertolongan-Nya. (iol/hdn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resensi ini ditulis oleh Dr. Rajab Abu Malih yang diterjemahkan dan dimuat dalam situs &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2009/fiqih-jihad-karya-yusuf-al-qaradhawi-sebuah-resensi-buku/"&gt;DAKWATUNA&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-3375334041829424250?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/3375334041829424250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qardhawi-bicara-jihad-resensi-buku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/3375334041829424250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/3375334041829424250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/qardhawi-bicara-jihad-resensi-buku.html' title='Qardhawi bicara Jihad ( resensi buku Fikih Jihad)'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-7806518205853749880</id><published>2009-12-23T16:35:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T17:27:09.560-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi'/><title type='text'>Biografi Singkat Qardhawi</title><content type='html'>Lahir di sebuah desa kecil di Mesir bernama          Shafth Turaab di tengah Delta pada 9 September 1926. Usia 10          tahun, ia sudah hafal al-Qur'an. Menamatkan pendidikan di          Ma'had Thantha dan Ma'had Tsanawi, Qardhawi terus          melanjutkan ke Universitas al-Azhar, Fakultas Ushuluddin.          Dan lulus tahun 1952. Tapi gelar doktornya baru dia peroleh          pada tahun 1972 dengan disertasi "Zakat dan Dampaknya Dalam          Penanggulangan Kemiskinan", yang kemudian di sempurnakan          menjadi Fiqh Zakat. Sebuah buku yang sangat konprehensif          membahas persoalan zakat dengan nuansa modern.                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab keterlambatannya meraih gelar doktor, karena dia          sempat meninggalkan Mesir akibat kejamnya rezim yang          berkuasa saat itu. Ia terpaksa menuju Qatar pada tahun 1961          dan di sana sempat mendirikan Fakultas Syariah di          Universitas Qatar. Pada saat yang sama, ia juga mendirikan          Pusat Kajian Sejarah dan Sunnah Nabi. Ia mendapat          kewarganegaraan Qatar dan menjadikan Doha sebagai tempat          tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan hidupnya, Qardhawi pernah mengenyam          "pendidikan" penjara sejak dari mudanya. Saat Mesir dipegang          Raja Faruk, dia masuk bui tahun 1949, saat umurnya masih 23          tahun, karena keterlibatannya dalam pergerakan Ikhwanul          Muslimin. Pada April tahun 1956, ia ditangkap lagi saat          terjadi Revolusi Juni di Mesir. Bulan Oktober kembali ia          mendekam di penjara militer selama dua tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qardhawi terkenal dengan khutbah-khutbahnya yang berani          sehingga sempat dilarang sebagai khatib di sebuah masjid di          daerah Zamalik. Alasannya, khutbah-khutbahnya dinilai          menciptakan opini umum tentang ketidak adilan rejim saat          itu.&lt;br /&gt;Qardhawi memiliki tujuh anak. Empat putri dan tiga putra.          Sebagai seorang ulama yang sangat terbuka, dia membebaskan          anak-anaknya untuk menuntut ilmu apa saja sesuai dengan          minat dan bakat serta kecenderungan masing-masing. Dan          hebatnya lagi, dia tidak membedakan pendidikan yang harus          ditempuh anak-anak perempuannya dan anak laki-lakinya.&lt;br /&gt;Salah seorang putrinya memperoleh gelar doktor fisika          dalam bidang nuklir dari Inggris. Putri keduanya memperoleh          gelar doktor dalam bidang kimia juga dari Inggris, sedangkan          yang ketiga masih menempuh S3. Adapun yang keempat telah          menyelesaikan pendidikan S1-nya di Universitas Texas          Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak laki-laki yang pertama menempuh S3 dalam bidang          teknik elektro di Amerika, yang kedua belajar di Universitas          Darul Ulum Mesir. Sedangkan yang bungsu telah menyelesaikan          kuliahnya pada fakultas teknik jurusan listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari beragamnya pendidikan anak-anaknya, kita          bisa membaca sikap dan pandangan Qardhawi terhadap          pendidikan modern. Dari tujuh anaknya, hanya satu yang          belajar di Universitas Darul Ulum Mesir dan menempuh          pendidikan agama. Sedangkan yang lainnya, mengambil          pendidikan umum dan semuanya ditempuh di luar negeri.          Sebabnya ialah, karena Qardhawi merupakan seorang ulama yang          menolak pembagian ilmu secara dikotomis. Semua ilmu bisa          islami dan tidak islami, tergantung kepada orang yang          memandang dan mempergunakannya. Pemisahan ilmu secara          dikotomis itu, menurut Qardhawi, telah menghambat kemajuan          umat Islam.&lt;br /&gt;Profil Syekh Yusuf Al-Qardhawi dapat diikuti secara          lengkap di situs          &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/sahid/9910/profil.htm"&gt;Hidayatullah&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-7806518205853749880?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/7806518205853749880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/biografi-singkat-qardhawi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/7806518205853749880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/7806518205853749880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/biografi-singkat-qardhawi.html' title='Biografi Singkat Qardhawi'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7614685778661899063.post-3442933923105288611</id><published>2009-12-23T16:33:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T16:33:38.944-08:00</updated><title type='text'>Ahlan wa Sahlan - Selamat Datang</title><content type='html'>Syekh Qardhawi merupakan salah satu ulama paling berpengaruh di dunia saat ini. Ia dikenal memiliki pandangan-pandangan yang moderat. Pendapat dan fatwanya dihormati umat Muslim di seluruh dunia. Ia dipercaya menjadi ketua Dewan Eropa untuk Fatwa dan Penelitian, ia juga menjabat sebagai wali pada Pusat Studi Islam Universitas Oxford.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederet judul buku yang telah ditulis Syekh Qardhawi menjadi pegangan para ulama, pemikir, dan umat Islam di hampir seluruh dunia. Ia adalah ulama yang antikekerasan. Syekh Qardhawi mengutuk keras setiap aksi terorisme yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Peristiwa 9/11, pengeboman di Madrid, London, serta Bali. Syekh Qardhawi juga mengecam serangan di negara-negara Arab, termasuk pengeboman kantor PBB di ibu kota Aljazair. Mantan Wali Kota London, Ken Livingstone, menggambarkan sosok Syekh Qardhawi sebagai seorang ''pemimpin progresif Muslim''. Popularitas dan karismanya kerap disamakan dengan Paus John XXIII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikirannya yang tertuang dalam banyak bukunya menjadi referensi penting bagi para aktifis dakwah dan pergerakan dalam melanjutkan perjuangan mereka menegakkan syiar Islam di dunia ini. Banyak  bukunya sudah diterjemahkan di Indonesia, dan senantiasa mendapatkan sambutan hangat di kalangan masyarakat muslim Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog ini adalah upaya untuk lebih mendekatkan kita pada sosok ulama sekaligus mujtahid abad ini  tersebut. Agar kita bisa mengenal lebih dalam tentang sosok dan kiprah beliau, lebih khusus lagi blog ini akan lebih fokus dalam memberitakan hal-hal update yang saat ini sedang beliau tekuni , disamping juga tetap menyajikan beberapa fatwa dan tulisan beliau terdahulu yang sudah banyak ditulis di situs-situs keislaman yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus, blog ini menjadi upaya pembelajaran tersendiri bagi Admin , untuk mengambil ilmu, inspirasi dan motivasi dari Dr. Yusuf Qardhawi, agar bisa mengikuti langkahnya dalam menyemaikan dakwahnya di muka bumi ini. Semoga Allah SWT memudahkan dan memberkahi. Kritik dan Saran dari anda senantiasa kami nantikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7614685778661899063-3442933923105288611?l=info-qardhawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/feeds/3442933923105288611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/ahlan-wa-sahlan-selamat-datang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/3442933923105288611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7614685778661899063/posts/default/3442933923105288611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-qardhawi.blogspot.com/2009/12/ahlan-wa-sahlan-selamat-datang.html' title='Ahlan wa Sahlan - Selamat Datang'/><author><name>Hatta Syamsuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16096046406513724631</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
